HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Estimasi Biaya Perawatan Gerbong Kereta Api Penumpang Eksekutif Selama Masa Garansi (Studi Kasus PT Inka Madiun)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Garansi dipandang sebagai kewajiban produsen kepada konsumen dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen tentang performansi produk yang dijanjikan oleh produsen. Produsen akan memperbaiki atau mengganti produk yang dibeli konsumen jika produk mengalami kerusakan dalam masa garansi atau tidak menunjukkan performansi seperti yang dinyatakan oleh produsen. Menurut Blischke dan Murthy (1994), peran garansi dalam lima dekade terakhir menjadi sangat penting. Hal ini dipengaruhi oleh kesadaran konsumen akan hak-haknya dan menimbulkan dampak yang kuat dalam memaksa produsen menjaga kepentingan konsumen dan juga sistem hukum yang merespon tuntutan konsumen. Produsen juga berinisiatif untuk melakukan tindakan proaktif dengan menggunakan garansi sebagai alat promosi yang baik. Produk dengan masa garansi lebih lama menimbulkan persepsi di benak konsumen bahwa produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik sehingga mendorong konsumen untuk membelinya. Namun bagi produsen, menjual produk dengan garansi yang lebih panjang berarti penambahan biaya karena servis garansi.

Biaya perawatan selama masa garansi (selanjutnya disebut biaya garansi) terjadi setelah suatu produk dijual. Biaya ini tergantung dari kebijakan garansi yang ditawarkan dan juga keandalan produk. Untuk menetapkan harga jual, dipertimbangkan pula biaya garansinya. Oleh sebab itu, penting bagi produsen untuk mengetahui biaya garansi produk secara akurat. PT INKA Madiun adalah industri kereta api yang ada di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis gerbong kereta api diantaranya kereta penumpang, kereta begasi dan pembangkit (BP), kereta makan (KM), kereta rel listrik (KRL), kereta rel diesel (KRD), dan kereta barang. Adapun gerbong kereta penumpang dibagi menjadi 3 kelas yaitu K1 (kelas eksekutif), K2 (kelas bisnis) dan K3 (kelas ekonomi). Selama ini PT INKA hanya memproduksi jenis K1 dan K3 saja, belum pernah mendapat order jenis K2. Sedangkan jenis kereta bisnis yang ada sekarang ini adalah produk PJKA sendiri yang diproduksi sebelum berdirinya PT INKA Madiun. Pada penelitian ini, pengamatan hanya difokuskan pada gerbong kereta api penumpang kelas eksekutif (K1), yang selanjutnya disebut dengan kereta K1. PT INKA menerapkan kebijakan garansi untuk setiap gerbong kereta yang dijualnya. Kebijakan garansi yang diterapkan adalah Free-Replacement Warranty (FWR), yaitu PT INKA bersedia memperbaiki atau mengganti item yang gagal tanpa membebankan biaya sedikit pun kepada konsumen jika kerusakan terjadi dalam periode garansi.

Saat ini, PT INKA Madiun memberikan garansi selama 1 tahun. Garansi berlaku untuk semua kegagalan komponen-komponen kereta. Estimasi biaya garansi dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya purna jual produk yang dibuat (semua jenis kereta) dalam waktu satu tahun. Estimasi biaya garansi per gerbong kereta diperoleh dengan cara membagi total biaya (historis) dengan jumlah gerbong keretanya. Perhitungan biaya garansi seperti itu mengabaikan ketidakpastian umur hidup setiap komponen karena biaya dihitung langsung dari klaim-klaim yang pernah terjadi tanpa mempertimbangkan peluang kerusakankerusakan lainnya. Selain itu, perusahaan tidak dapat mengestimasi biaya garansi jika kebijakan garansi diubah (misal, periode garansi diperpanjang atau diperpendek) karena belum ada data historis untuk periode garansi yang berbeda. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan estimasi biaya garansi kereta api yang lebih akurat dengan mempertimbangkan ketidakpastian umur komponen melalui pendekatan keandalan (reliability). Estimasi biaya garansi dilakukan dengan menggunakan pendekatan garansi satu dimensi, yaitu berdasarkan umur saja (Blischke dan Murthy,1994). Pendekatan ini memberikan informasi secara rinci mengenai parameter-parameter fungsi kerusakan setiap komponen yang berada dalam daerah garansi. Dengan demikian, biaya garansi yang harus ditanggung oleh perusahaan dapat ditentukan secara rinci dan akurat dan juga dapat diprediksi jika periode garansi diperpanjang ataupun diperpendek.

Incoming search terms:

Leave a Reply