HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Analisis Kegiatan Industri Priwisata THD PAD di DIY

Judul Skripsi : Analisis Kegiatan Industri Priwisata THD PAD di DIY

 

A. Latar Belakang

Pemerintah telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan dan pengembangan kepariwisataan nasional. Pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, lapangan kerja, pendapatan daerah serta penerimaan devisa melalui upaya pengembangan dan pendaya gunaan berbagai potensi kepariwisataan daerah maupun nasional.

Di masa mendatang Indonesia dihadapkan pada dua persoalan berat di bidang pembangunan nasional, yaitu : terbatasnya sumber-sumber dana pembangunan dan ledakan tenaga kerja. Untuk mengatasinya mutlak diperlukan perjuangan keras dalam tiga hal, yaitu : (Wiwoho, B,1993: 61) :

  1. Menggali sumber dana pembangunan dari luar negeri, dalam bentuk devisa atau mata uang asing.
  2. Menggali sumber dana pembangunan dari dalam negeri, dalam bentuk peningkatan penerimaan negara dari pajak.
  3. Peningkatan kegiatan penanaman modal di bidang usaha, yang dapat menghasilkan devisa, peningkatan penerimaan pajak maupun kegiatan ekonomi masyarakat, perluasan kesempatan berusaha dan terciptanya lapangan kerja.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kontribusi pendapatan pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta?
  2. Bagaimana perkembangan pendapatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta?
  3. Apakah jumlah wisatawan, jumlah angkutan pariwisata, tingkat hunian kamar, dan jumlah restoran dan rumah makan berpengaruh terhadap pendapatan pariwisata?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Industri Pariwisata

Industri pariwisata yaitu industri yang berupa seluruh kegiatan pariwisata yang utuh didalamnya terdapat industri perhotelan, industri rumah makan, industri kerajinan/cendera mata, industri perjalanan dan sebagainya.(Sukadijo, 2000:29) Dengan kata lain kumpulan dari berbagai perusahaan yang secara bersama menghasilkan barang-barang dan jasajasa yang dibutuhkan para wisatawan pada khususnya dan traveller pada umumnya, selama dalam perjalanannya dan mempekerjakan banyak orang dalam banyak jabatan.

 

Pariwisata sebagai Industri Jasa

Produk wisata sebenarnya bukan produk yang “nyata” akan tetapi merupakan rangkaian jasa orang yang tidak hanya mempunyai segi-segi yang bersifat ekonomis, tetapi segi yang bersifat sosial, psikologis dan alamiah (Spillane, 1989:36). Jika ingin meningkatkan arus wisatawan, maka sektor pariwisata harus ditangani secara serius dan profesional sesuai dengan karakteristik bisnis. Secara teoritis ada lima ciri khas yang menonjol dalam bisnis jasa. Pertama, sifatnya yang tidak berwujud (intangible). Kedua, sulit diukur standar kualitasnya. Ketiga, proses produksi dan konsumsi bersifat simultan. Keempat, produk tidak dapat disimpan. Kelima, karena sifatnya yang tak berwujud maka tampaknya di pembeli jasa tidak memperoleh “sesuatu” dari transaksinya dengan si penjual jasa.

Produk Industri Pariwisata

Produk industri pariwisata adalah semua jasa (services) yang dibutuhkan wisatawan semenjak berangkat meninggalkan rumah sampai kembali ke rumah dimana ia tinggal. Setiap obyek atau lokasi pariwisata sebetulnya ada berbagai unsur yang saling tergantung. Unsur-unsur yang saling tergantung ini semuanya diperlukan agar para wisatawan dapat menikmati suatu pengalaman yang memuaskan, yaitu liburan mereka.

Analisis Data

Untuk lebih mendukung analisis kuantitatif yang akan dilakukan, maka dalam hal ini akan dilakukan analisis deskriptif.

Banyaknya tingkat hunian kamar pada hotel baik berbintang maupun tidak berbintang di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh besarnya wisatawan yang datang dan berkunjung ke Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perkembangan yang terjadi pada sektor pendapatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun pada awal tahun periode penelitian yaitu mulai tahun 1993 sampai dengan tahun 1996.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Berdasarkan hasil regresi berganda semi ln diperoleh nilai t hitung untuk masing-masing variabel independen yang mempunyai nilai lebih besar dibandingkan dengan t tabel pada a : 10% dan N : 10, sehingga dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa variabel independen jumlah restoran dan tingkat hunian kamar secara individu mempunyai pengaruh yang penting atau signifikan di dalam mempengaruhi perubahan yang terjadi pada variabel pendapatan pariwisata di Propinsi Daerah IstimewaYogyakarta. Sedangkan untuk variabel independen jumlah wisatawan dan jumlah angkutan wisata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dalam mempengaruhi perubahan yang tejadi pada variabel pendapatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  2. Dari hasil uji F (Uji secara bersama) diperoleh nilai F hitung yang jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan F tabel pada a : 5% dan N : 10, serta K : 4. sehingga dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang penting atau signifikan dalam mempengaruhi variabel pendapatan pariwisata di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  3. Dari nilai R2 yang diperoleh diketahui bahwa persamaan regresi tersebut mempunyai nilai R2 sebesar 0,749131. Hal ini berarti bahwa variasi variabel Jumlah Wisatawan, Jumlah Hotel, Jumlah Restoran dan Rumah Makan, dan Jumlah Angkutan Wisata dapat menjelaskan variasi variabel pendapatan pariwisata sebesar 74,91%, sedangkan sisanya sebesar 25,09% dipengaruhi oleh variasi variabel lain di luar model penelitian.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pelaksanaan Perda. No. 3 Tahun 1998 Tentang Pajak Reklame Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Dati Ii Wonogiri
  2. Penentuan Pola Produksi pada Departemen Spinning di PT. Kusumaputra Santosa
  3. Penentuan Pola Produksi pada Departemen Spinning di PT. KUSUMAPUTRA SANTOSA
  4. Analisis Kegiatan Industri Priwisata terhadap PAD di DIY
  5. Analisis Faktor- Faktor yang dipertimbangkan dalam Penetapan Upah Minimum

 

Leave a Reply