HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Prosedur Umum Penelitian Tindakan Sekolah

Prosedur Umum Penelitian Tindakan SekolahPengawas dan kepala sekolah yang akan melakukan PTS sebaiknya berangkat dari perasaan ketidakpuasan terhadap praktik pendidikan dan manajemen sekolah, berani dan jujur terhadap diri sendiri, serta memahami posisi sekolah secara keseluruhan, baik berkaitan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi dalam perkembangannya.

Prosedur umum yang harus diperhatikan oleh pengawas dan kepala sekolah sebagai peneliti PTS dalam mengembangkan disainnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi seluruh masalah yang dihadapi sekolah dalam pengembangan sistem pendidikan.
  2. Memilih dan menentukan masalah yang akan dijadikan topik PTS, kemudian menganalisis masalah dan berbagai faktor penyebabnya.
  3. Merumuskan ide-ide sementara tentang berbagai faktor penting yang berkaitan dengan masalah.
  4. Mengumpulkan dan menafsirkan data untuk mengembangkan alternatif tindakan.
  5. Merumuskan hipotesis tindakan.
  6. Melaksanakan tindakan.
  7. Menilai hasil tindakan.

Dalam memulai sebuah penelitian tindakan harus memperhatikan perencanaan, pelaksanaan, dan implikasinya sebagai berikut:

Perencanaan

Reformasi bermula dari adanya rasa ketidakpuasan terhadap cara yang tengah dilakukan. Dalam hal ini sedikitnya terdapat enam pertanyaan kritis yang dapat membantu pengawas dan kepala sekolah dalam mempersiapkan PTS.

Pelaksanaan

Agar penelitian tindakan sekolah yang dilakukan dapat memberikan arti penting bagi peningkatan produktifitas dan pengembangan manajemen sekolah, dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan sejumlah prosedur penting sebagai berikut:

  1. Memulai dengan hal yang kecil.
  2. Merencanakan dengan hati-hati.
  3. Mengatur skala waktu yang realistis.
  4. Melibatkan pihak lain.
  5. Partisipan dapat berperan sebagai pengamat dan validator, yang terdiri dari para guru, peserta didik, staf sekolah, komite sekolah, para pengamat, dan masyarakat.
  6. Menjaga orang lain tetap terinformasikan.
  7. Mengatur umpan balik
  8. Mengatur jadwal untuk menulis.
  9. PTS bukanlah sebuah penelitian yang dimulai dengan sesuatu dan diakhiri dengan sesuatu, melainkan suatu siklus yang berkesinambungan dan saling berkaitan pada setiap prosesnya. Oleh karena itu, hasil penelitian yang baru tidak akan menghancurkan hasil penelitian sebelumnya.

Implikasinya

Agar PTS dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, persiapkanlah beberapa atau mungkin seluruh hal berikut ini:

  1. Pemikiran akan berubah

Seringkali para pengawas dan kepala sekolah mengawali sebuah penelitian tindakan dengan sejumlah harapan yang kelak akan terjadi, kemudian mereka dengan cepat mengubah seluruh konsepnya sehingga menimbulkan banyak tanggapan ketidakpuasan dari para guru terhadap prosedur penelitian yang dilakukannya.

  1. Kesalahan akan terjadi

Pelaksanaan PTS akan menghadapi banyak hal yan gtak terduga, termasuk kesalahan-kesalahan dan perubahan kondisi para partisipan, linngkungan yang dihadapi serta peralatan yang bermasalah. Sikap yang baik dalam berkomunikasi dan saling pengertian dengan para guna serta partisipan sangat menunjang keberhasilan PTS.

  1. Politik yang mengganggu

Dalam pelaksanaannya, PTS akan menghadapi berbagai gangguan. Oleh karena itu, perlu ditekankan disini bahwa akan selalu ada pihak yang menentang suatu perubahan (opsisi) sehingga sebuah PTS sangat memerlukan para pengawas dan kepala sekolah yang memiliki kemandirian dan keberanian.

Incoming search terms:

Leave a Reply