HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Peran Televisi terhadap Pembentukan Nasionalisme Masyarakat

ABSTRAK

Selama Piala Dunia 2002 berlangsung, media massa di Jepang, khususnya televisi memusatkan perhatian pemberitaan kepada hal-hal yang berhubungan dengan turnamen tersebut. Berbagai macam berita dan informasi menghiasi layar televisi Jepang selama kompetisi berlangsung. Salah satu hal yang tidak lepas dari pemberitaan televisi di Jepang adalah informasi mengenai tim nasional Jepang, mulai dari profil pemain sampai pelatih yang berpartisipasi dalam kejuaraan empat tahunan tersebut. Melalui berita-berita mengenai tim nasional Jepang selama Piala Dunia 2002 tersebut, televisi berperan dalam membentuk nasionalisme masyarakat Jepang selama turnamen diadakan. Melalui teori ruang nasional, skripsi ini membahas peran televisi terhadap pembentukan nasionalisme masyarakat Jepang melalui studi kasus pemberitaan tim nasional Jepang selama Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan.

Kata Kunci: Media Massa, Televisi, Nasionalisme, Piala Dunia 2002

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Media massa memiliki peran penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Tidak dapat disangkal, informasi merupakan salah satu kebutuhan publik, dan media massa merupakan sarana bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Prof. Dr. H.M. Burhan Bungin, S.Sos. M.Si mendefinisikan media massa sebagai media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula1.

Sebagian besar orang menghabiskan sebagian waktunya sehari-hari dengan memanfaatkan media massa, seperti membaca surat kabar dan menonton televisi. Gamble dan Gamble (2001) menyebutkan bahwa kebanyakan orang menghabiskan waktunya sekitar tujuh jam untuk mengkonsumsi media massa di tengah kesibukan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa media massa secara sadar maupun tidak, memiliki peran vital di dalam kehidupan sehari-hari, karena selain sebagai penyalur informasi, media massa juga dapat berfungsi sebagai penghibur, bahkan pelarian dari beban pekerjaan yang menumpuk.

Selain itu, media massa juga berpengaruh dalam pembentukan nasionalisme masyarakat atas suatu agenda maupun kejadian yang terjadi pada skala nasional maupun global di dalam suatu masyarakat (Scannell, 1988: 289). Dalam Kodansha Encyclopedia of Japan dijelaskan bahwa nasional berarti:
“A shared devotion and loyalty to one’s nation.”
“Pengabdian dan loyalitas bersama kepada negara sendiri.”

Dalam buku Cultural Studies karya Chris Barker, Scannell membahas peran media massa sebagai pembentuk nasionalisme. Ia menyatakan bahwa media massa, khususnya televisi, memainkan suatu peran dalam mengkonstruksi ruang kebangsaan. Televisi dapat menyiarkan berbagai macam jenis siaran, dengan menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada perhelatan Piala Dunia 2002.

Melalui kesempatan ini, Jepang memiliki kesempatan untuk mempromosikan sepakbola dan kebanggaan terhadap tim nasional sepakbola mereka kepada masyarakatnya, dan media massa menjadi sarana utama untuk melaksanakannya. Media massa lokal berperan penting dalam menyampaikan perkembangan turnamen, khususnya perkembangan tim nasional sepakbola Jepang sendiri. Berbagai media massa di Jepang, mulai dari media elektronik seperti televisi dan
siaran radio sampai media cetak seperti surat kabar dan majalah ramai-ramai memberitakan dan menginformasikan perkembangan Piala Dunia 2002 ke seluruh pelosok negeri, menyebabkan dan membantu meningkatkan antusiasme masyarakat Jepang terhadap pagelaran skala internasional ini. Salah satunya adalah surat kabar harian Asahi Shinbun, yang menuliskan ‘Sekai ga kita’??? ???? yang berarti dunia sudah datang di kolom berita utamanya.5

Salah satu media massa yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan menjadi komponen penting dalam penyiaran dan pemberitaan Piala Dunia 2002 selama turnamen ini berlangsung adalah televisi. Secara umum, rating televisi yang menayangkan Piala Dunia 2002 merupakan yang tertinggi dari Piala Dunia sebelumnya. Sebanyak 500 juta orang dari seluruh dunia menyaksikan pertandingan perdana antara Senegal melawan Perancis.

Pada pertandingan di mana Jepang mencatat kemenangan pertamanya sejak sejarah partisipasinya dalam Piala Dunia, 66.1% masyarakat Jepang yang berada di Kanto menyaksikan pertarungan antara Jepang dan Rusia tersebut melalui televisi. Jumlah ini merupakan yang terbesar kedua dari seluruh pertandingan olah raga yang pernah diadakan di Jepang. 6 Tingginya atensi masyarakat Jepang terhadap turnamen ini tidak lepas dari peran media massa, terutama media dalam negeri, dalam menyiarkan dan mempromosikan Piala Dunia yang pertama kali diadakan di benua Asia ini.

Melalui pemberitaan yang memaparkan prestasi tim nasional Jepang selama turnamen, terutama pemberitaan setelah Jepang menang 1-0 melawan Rusia (kemenangan pertama Jepang di Piala Dunia), media massa dianggap dapat sampai jadwal pertandingan dan lainnya tidak lepas dari peran media massa untuk menyampaikannya kepada masyarakat.

Menurut Asahata Reiko (2003), media event seperti Piala Dunia dapat menciptakan rasa nasionalisme bagi masyarakat. Asahata menyatakan bahwa menonton pertandingan tim nasional sendiri pada saat Piala Dunia, baik melalui televisi maupun langsung di stadion dapat dianggap sebagai sebuah tindakan yang mencerminkan rasa nasionalisme. Dalam penelitiannya, Asahata memberikan contoh mengenai tindakan-tindakan masyarakat Jepang yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang bersifat nasionalisme, seperti menyanyikan Kimi ga Yo (lagu kebangsaan Jepang), menggunakan seragam tim nasional, dan lain-lain.

Jeff Kingston (2004) menulis di dalam buku Japan’s Quiet Transformation bahwa nasionalisme masyarakat yang muncul selama Piala Dunia 2002 berlangsung merupakan sesuatu yang tidak biasa. Jepang, yang pada akhir tahun 1990-an dianggap mengalami krisis identitas, justru menunjukkan tandatanda nasionalisme selama Piala Dunia 2002. Hal ini merupakan sesuatu yang jarang terlihat, apalagi hal ini terjadi pada saat media di seluruh dunia memusatkan perhatiannya pada Jepang sebagai salah satu pihak penyelenggara Piala Dunia 2002.9

Pengaruh media massa di Jepang, khususnya saluran televisi, menjadi sentral dalam pemberitaannya, karena tidak hanya memberikan informasi, namun lebih dari itu, media massa membentuk rasa nasionalisme rasa bangga selama Piala Dunia 2002 diadakan. Selama turnamen ini berlangsung, media massa-lah yang menjadi sarana, khususnya bagi masyarakat Jepang, untuk tidak hanya sekedar mendapatkan informasi, tetapi juga sebagai konstruktor rasa nasionalisme di dalam masyarakat Jepang. Dengan demikian, skripsi ini akan mengaitkan antara penelitian mengenai media massa yang ditulis oleh Hwang Seong Bin dan Nakamura Aya dengan pembahasan mengenai nasionalisme masyarakat Jepang yang ditulis oleh Jeff Kingston, untuk kemudian menganalisa bagaimana pengaruh penyiaran media massa, khususnya televisi terhadap pembentukan nasionalisme masyarakat Jepang selama Piala Dunia 2002 berlangsung.

Untuk memesan judul-judul SKRIPSI / TESIS atau mencari judul-judul yang lain silahkan hubungi Customer Service kami, dengan nomor kontak 0852.2588.7747 (AS) atau BBM :5E1D5370

Leave a Reply