HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengenalan Hanyu Pinyin Sebagai Cara Baca Bantu Pembelajaran Bahasa Mandarin Di Sma

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tiongkok adalah suatu Negara yang terletak di sebelah tenggara Asia, merupakan Negara terbesar di Asia. Tiongkok juga merupakan Negara yang memiliki sejarah kebudayaan selama lebih dari 4000 tahun. Tiongkok juga adalah suatu Negara dengan populasi terbesar di dunia, jumlah penduduknya lebih dari 1,3 milyar jiwa. Tiongkok sama dengan Indonesia, mempunyai banyak suku bangsa. Mayoritas penduduk di Tiongkok adalah suku bangsa Han mencapai 93 % populasi. Karena bahasa Han merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di Tiongkok, maka bahasa Han menjadi bahasa Nasional Tiongkok.

Kepadatan penduduk Tiongkok yang luar biasa itu membuat sebagian warganya memutuskan untuk migrasi ke Negara lain dengan harapan bisa lebih sukses di luar sana. Orang-orang Tiongkok yang melakukan migrasi tersebar ke seluruh dunia. Ada yang di Amerika, ada yang ke Inggris, ada yang ke Perancis, juga ada yang ke Indonesia. Orang-orang yang migrasi itu disebut orang Tionghua. Orang Tionghua keluar negeri untuk berusaha sambil membawa kebudayaan yang dimiliki termasuk bahasa utama mereka, bahasa Mandarin atau Putonghua. Orang Tionghua di Indonesia khususnya di Solo mayoritas bekerja sebagai pedagang, dan kebanyakan menjadi pedagang yang sukses. Kebudayaan serta kedisiplinan yang tinggi menunjukkan bahwa orang Tiongkok / orang Tionghua adalah orang-orang yang berkualitas.

Perkembangan globalisasi dunia menyebabkan jarak satu tempat ke tempat yang lain semakin lama semakin dekat. Tetapi harus ada satu alat penghubung, salah satunya adalah bahasa. Jika ada orang dari suatu Negara ingin berkomunikasi dengan orang dari Negara lain, maka harus menyamakan alat penghubung mereka. Globalisasi dunia juga menuntut manusia untuk menguasai banyak bahasa. Semua orang mengetahui Tiongkok adalah Negara yang sangat besar, dengan populasi penduduk terbanyak, dan sudah tersebar di seluruh dunia, ini berarti bahasa Tiongkok digunakan oleh banyak orang di dunia. Hal ini menyebabkan banyak orang ingin menguasai bahasa Mandarin. Terkhusus di Indonesia, orang Tionghua yang tinggal di Negara ini juga sangat banyak, akan tetapi ada banyak orang Tionghua sudah tidak bisa menggunakan bahasa Mandarin. Hal ini disebabkan pada masa Orde Baru, kegiatan orang Tionghua sangat dibatasi termasuk perkembangan bahasa Mandarin, jadi orang yang bisa menguasai bahasa Mandarin juga sangat terbatas. Perubahan zaman membuat cara pandang pemerintahan berubah, orang-orang harus menguasai banyak bahasa internasional termasuk bahasa Mandarin. Kini bahasa Mandarin adalah bahasa internasional kedua, jadi menguasai bahasa ini juga sangat penting.

Bahasa Han atau Beifanghua juga disebut Putonghua, Guoyu, Huayu dan Zhongwen. Putonghua dan Guoyu adalah bahasa kenegaraan (bahasa Nasional). Di Tiongkok menyebutnya Putonghua, di Taiwan disebut Guoyu. Hurufnya berbentuk seperti lukisan, hal ini yang menyebabkan sangat susah untuk dilafalkan oleh orang yang baru pertama kali mengenal Hanyu. Harus ada cara baca bantu (Hanyu Pinyin) untuk menyederhanakan mencatat simbol Mandarin. Hanyu Pinyin adalah cara baca bahasa Mandarin dalam huruf Latin. Hanyu pinyin diciptakan untuk mempermudah orang asing mempelajari bahasa Mandarin, jadi untuk orang yang pertama kali belajar bahasa Mandarin akan merasa lebih mudah. Hanyu pinyin terdiri atas tiga bagian penting, yaitu initial, final dan nada. Initial adalah bagian terdepan dari suatu suku kata, sedangkan final adalah bagian belakangnya. Jumlah initial dalam hanyu pinyin adalah 21 buah, final berjumlah 35 buah. Sebuah suku kata bisa terbentuk tanpa initial, tetapi tidak bisa terbentuk tanpa final. Nada adalah tinggi rendahnya pengucapan dari sebuah suku kata. Dalam pelafalan bahasa Mandarin terdapat 4 nada dasar, nada berfungsi untuk menentukan makna kata. Baik initial, final dan nada semuanya adalah bagian yang sangat penting dalam hanyu pinyin.

D3 Bahasa China merupakan salah satu jurusan di Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan perkuliahan minimal 90 SKS diperbolehkan untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan / Magang. Praktik Kerja Lapangan merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa D3 Bahasa China Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta, juga merupakan salah satu mata kuliah wajib dan Tugas Akhir. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan pada sebuah instansi / sekolah / lembaga / perusahaan. Khususnya untuk praktik mengajar minimal dilaksanakan selama 100 jam atau kira-kira praktik mengajar selama satu bulan, untuk di tempat lain waktunya berbeda-beda.

Penulis telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan di SMA Kristen I Surakarta guna memenuhi syarat penyelesaian studi dan sebagai dasar penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan. Di sekolah tersebut penulis bertugas sebagai tenaga pengajar. Selama mengajar, penulis mengajar bahasa Mandarin, khususnya hanyu pinyin. Penulis menganggap tanpa menggunakan pelafalan yang tepat, maka proses komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar. Karena tanpa pelafalan yang tepat, maka informasi tidak akan diterima dengan baik. Oleh karena itu penulis merasa bagaimana cara melafalkan yang tepat (hanyu pinyin) adalah pelajaran yang sangat penting untuk para siswa.

Incoming search terms:

Leave a Reply