HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Permasalahan dan Penanganan Pembelajaran Bahasa China di SD Tripusaka Surakarta

ABSTRAK

Adapun penelitian ini menggunakan metode wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan pembelajaran Bahasa China di SD Tripusaka Surakarta dalam hal pelafalan disebabkan siswa belum populer kosa kata Bahasa China. Oleh karena itu pemilihan metode pembelajaran dengan Tanya jawab mampu mengatasi persoalan ini.

Adapun hasil penelitian bahwa permasalahan dan penanganan pembelajaran Bahasa China dapat teratasi dengan metode Tanya jawab.

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan adanya tuntutan peningkatan mutu pembelajaran di dunia pendidikan pasti banyak masalah atau hambatan yang harus dihadapi. Untuk itu perlu dilakukan suatu proses pembelajaran yang maksimal, seorang tenaga pengajar harus mampu mengerti dan memahami masalah yang ada dalam proses pembelajaran serta mencari solusi yang terbaik. Masalah merupakan suatu kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam kegiatan mencapai suatu tujuan, sehingga memerlukan usaha yang lebih keras lagi untuk dapat mengatasinya. Masalah belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan.

Menurut Dasmiati, 1994:15 hambatan-hambatan ini mungkin disadari dan mungkin tidak disadari oleh orang yang mengalaminya, faktor yang dapat menghambat atau memberi pengaruh buruk terhadap belajar anak dapat diklasifikasikan menjadi 2 faktor yaitu faktor internal menyangkut seluruh diri pribadi dan faktor eksternal yang bersumber dari luar individu. Orang yang mengalami masalah dalam belajar akan mengalami hambatan dalam proses mencapai hasil belajarnya, sehingga prestasi yang dicapai kurang memuaskan. Menurut Depdikbud 1996:26 Peran guru dalam pengelolaan kelas yang kondusif dalam arti kegiatan belajar mengajar lancar,sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan dengan optimal, guru harus dapat mengenal sikap, sifat, dan tingkah laku siswa di kelas.

Dalam suatu proses pembelajaran Bahasa China, diharapkan proses belajar tersebut dapat berjalan dengan sempurna dan ilmu yang diajarkan dapat terserap secara maksimal baik berupa bahasa lisan, tulisan, dan kebudayaan yang ada. Namun hal tersebut akan sulit tercapai,apabila dalam suatu proses pembelajaran Bahasa China tentu saja akan terdapat banyak hambatan belajar antara lain pelafalan dasar dan penggunaan kosa kata dalam kalimat.Oleh karena itu, setiap tenaga pengajar harus mampu memahami masalah belajar yang terjadi pada subyek belajarnya, dengan segera mencari penyebab dari masalah belajar. Dengan banyaknya masalah belajar akan menganggu proses pembelajaran dan tenaga pengajar tidak akan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Bahasa China merupakan suatu bahasa yang baru di dunia pendidikan,oleh karena itu sebagai tenaga pengajar harus mampu memahami permasalahan pembelajaran bahasa asing. Sebagai tenaga pengajar kami melakukan suatu penelitian mengenai permasalahan pembelajaran Bahasa China agar dapat melayani kebutuhan siswa dalam belajar. Sebab dari pengalaman pembelajaran bahasa asing siswa akan merasa terbebani dengan munculnya kosakata-kosakata baru yang belum pernah didengar sebelumnya. Untuk itu kami sebagai tenaga pengajar telah meneliti tentang permasalahan belajar Bahasa China di SD Tripusaka Surakarta dan menemukan beberapa solusi yang harus ditempuh siswa untuk dapat memahami bahasa asing dengan memudahkan materi ajar dan menerapkannya dalam pembelajaran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa agar lebih mudah dimengerti.

Leave a Reply