SPSS adalah software statistik untuk mengolah dan menganalisis data penelitian, mulai dari statistik deskriptif sampai regresi. Nama resminya kini IBM SPSS Statistics, dan software ini paling banyak dipakai mahasiswa untuk skripsi, tesis, dan disertasi kuantitatif.
Bagi pemula, tampilan SPSS sering membingungkan. Ada beberapa jendela, banyak kolom, dan puluhan menu. Artikel ini mengenalkan bagian yang paling sering dipakai: jendela utama, cara mengisi Variable View dan Data View, cara menjalankan analisis pertama, dan cara menyimpan langkah analisis.
Artikel ini bagian dari seri Materi Statistik IDTesis. Urutan mengolah data dari kuesioner sampai Bab 4 dibahas di artikel mengolah data.
Apa Itu SPSS?
SPSS adalah singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences. Software ini dikembangkan pada 1968 oleh Norman Nie, Dale Bent, dan Hadlai Hull, dan buku panduan pertamanya terbit pada 1970 (Nie dkk., 1970). IBM mengakuisisi perusahaan SPSS pada 2009, sehingga namanya kini IBM SPSS Statistics.
Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mulai:
- Versi. Saat artikel ini ditulis, IBM menampilkan SPSS Statistics versi 31 sebagai versi terbaru. Versi lama seperti 25 atau 26 masih banyak dipakai. Menu dasarnya hampir sama, tetapi versi baru punya fitur tambahan, misalnya effect size pada uji t sejak versi 27.
- Sistem operasi dan lisensi. SPSS tersedia untuk Windows dan macOS. Lisensinya bisa berlangganan atau permanen, dan IBM menyediakan uji coba gratis 14 hari (IBM, t.t.). Banyak kampus juga menyediakan lisensi untuk mahasiswanya.
- Alternatif gratis. JASP, jamovi, dan PSPP bisa menjalankan uji statistik dasar dan bisa membuka file data SPSS (.sav).
Tiga Jendela Utama SPSS
- Data Editor (file .sav) adalah jendela pertama yang muncul saat SPSS dibuka. Jendela ini punya dua tab di kiri bawah: Data View untuk mengisi data dan Variable View untuk mengatur variabel.
- Output Viewer (file .spv) menampilkan tabel dan grafik hasil analisis. Hasil ini bisa diekspor lewat File > Export ke Word, Excel, atau PDF.
- Syntax Editor (file .sps) menyimpan perintah analisis dalam bentuk teks, sehingga analisis bisa diulang persis sama.
Menu yang paling sering dipakai ada di Data Editor:
- File: membuka, menyimpan, dan mengimpor data.
- Data: mengurutkan data (Sort Cases), memilih sebagian data (Select Cases), dan memisahkan analisis per kelompok (Split File).
- Transform: membuat variabel baru (Compute Variable) dan mengubah kode (Recode).
- Analyze: semua uji statistik, dari statistik deskriptif sampai regresi.
- Graphs: membuat grafik.
Mengisi Variable View
Variable View diisi lebih dulu, sebelum data dimasukkan. Setiap baris di Variable View mewakili satu variabel atau satu butir kuesioner.
| Kolom | Fungsi | Contoh isian |
|---|---|---|
| Name |
Nama singkat variabel |
jk, usia, kp1 |
| Type |
Jenis data |
Numeric untuk kode dan angka; String hanya untuk teks bebas |
| Width |
Jumlah karakter maksimum |
Biarkan bawaan (8) |
| Decimals |
Jumlah angka desimal yang ditampilkan |
0 untuk kode, 2 untuk skor rata-rata |
| Label |
Nama lengkap yang muncul di output |
Jenis kelamin |
| Values |
Arti setiap kode angka |
1 = Laki-laki, 2 = Perempuan |
| Missing | Kode untuk jawaban kosong |
9 untuk butir Likert, 999 untuk usia |
| Columns dan Align |
Lebar dan perataan kolom di layar |
Biarkan bawaan |
| Measure |
Skala pengukuran |
Nominal, Ordinal, atau Scale |
| Role |
Peran variabel di beberapa kotak dialog |
Biarkan bawaan (Input) |
Aturan Menamai Variabel
Menurut dokumentasi IBM (t.t.), nama variabel di SPSS:
- harus unik dan panjangnya maksimal 64 byte;
- harus diawali huruf (karakter @, #, dan $ juga diizinkan, tetapi # dan $ punya fungsi khusus);
- tidak boleh berisi spasi, dan sebaiknya tidak diakhiri titik atau garis bawah;
- tidak boleh memakai kata cadangan: ALL, AND, BY, EQ, GE, GT, LE, LT, NE, NOT, OR, TO, dan WITH.
Gunakan nama pendek yang konsisten, misalnya kp1 sampai kp10 untuk butir kepuasan. Penjelasan lengkap butir ditulis di kolom Label.
Memilih Measure dengan Tepat
Pilih Nominal untuk kategori tanpa urutan, misalnya jenis kelamin. Pilih Ordinal untuk kategori berurutan, misalnya pendidikan atau satu butir Likert. Pilih Scale untuk angka hasil ukur, misalnya usia atau skor rata-rata beberapa butir. Penjelasan jenis skala ada di artikel skala pengukuran, dan cara memberi skor kuesioner ada di artikel skala Likert ?.
Perlu diingat, SPSS tidak akan mencegah Anda menghitung rata-rata jenis kelamin. Kolom Measure membantu tampilan beberapa menu, tetapi memilih uji yang sesuai tetap tanggung jawab peneliti.
Mengisi Data View dan Mengimpor dari Excel
Di Data View, satu baris berisi satu responden dan satu kolom berisi satu variabel atau satu butir. Isi dengan kode angka, bukan teks. Misalnya, ketik 1, bukan “Laki-laki”. Untuk melihat arti kode di layar, klik View > Value Labels.
Data dari Google Form biasanya diunduh sebagai file Excel. Cara membukanya di SPSS:
- Klik File > Import Data > Excel (di versi lama: File > Open > Data, lalu pilih jenis file Excel).
- Pilih file, lalu centang Read variable names from the first row of data jika baris pertama Excel berisi nama variabel.
- Klik OK, lalu periksa Variable View. Pastikan Type, Values, Missing, dan Measure sudah benar.
- Simpan lewat File > Save As dalam format .sav. Simpan juga salinan data mentah yang tidak pernah diubah.
Menjalankan Analisis Pertama
Coba mulai dari statistik deskriptif:
- Analyze > Descriptive Statistics > Frequencies untuk data kategori, misalnya jenis kelamin dan pendidikan. Hasilnya berupa tabel frekuensi dan persentase.
- Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives untuk data angka, misalnya usia dan skor kepuasan. Hasilnya berupa rata-rata, simpangan baku, nilai minimum, dan nilai maksimum.
Hasilnya muncul di Output Viewer. Cara membaca dan melaporkan tabel ini dijelaskan di artikel statistik deskriptif.
Simpan Langkah Analisis dengan Syntax
Setiap kotak dialog SPSS punya tombol Paste. Tombol ini memindahkan pilihan Anda menjadi perintah di Syntax Editor. Contohnya:
FREQUENCIES VARIABLES=jk pend
/ORDER=ANALYSIS.
DESCRIPTIVES VARIABLES=usia kp_total
/STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX.
Jalankan dengan Run > All, atau blok sebagian perintah lalu tekan Ctrl+R. Syntax membuat analisis bisa diulang persis sama, misalnya setelah ada data yang diperbaiki. Syntax juga menjadi catatan langkah analisis yang bisa diperiksa pembimbing.
Masih bingung menyiapkan data di SPSS atau memilih menu yang tepat? Tim IDTesis bisa menemani Anda dari pengisian Variable View sampai membaca output.
Peta Tutorial SPSS di IDTesis
| Kebutuhan | Menu SPSS | Artikel |
|---|---|---|
| Menggambarkan data | Analyze > Descriptive Statistics > Frequencies atau Descriptives | |
| Menguji validitas butir | Analyze > Correlate > Bivariate | |
| Menguji reliabilitas | Analyze > Scale > Reliability Analysis | |
| Menguji normalitas | Analyze > Descriptive Statistics > Explore | |
| Membandingkan dua kelompok | Analyze > Compare Means > Independent-Samples atau Paired-Samples T Test | |
| Membandingkan tiga kelompok atau lebih | Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA | |
| Membandingkan menurut dua faktor | Analyze > General Linear Model > Univariate | |
| Hubungan dua variabel kategorik | Analyze > Descriptive Statistics > Crosstabs | |
| Pengaruh beberapa X terhadap Y | Analyze > Regression > Linear |
Di SPSS versi baru, menu Compare Means bernama Compare Means and Proportions. Panduan memilih uji sesuai tujuan penelitian ada di artikel metode analisis data.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengetik teks di Data View, misalnya “Laki-laki”, sehingga variabel itu tidak bisa dianalisis.
- Memakai 0 sebagai kode jawaban kosong, padahal 0 bisa menjadi jawaban yang sah.
- Lupa mengisi kolom Missing, sehingga kode 9 atau 999 ikut dihitung sebagai data.
- Satu responden tersebar di beberapa baris.
- Membiarkan Measure salah setelah impor Excel.
- Mengubah data tanpa menyimpan data mentah, sehingga kesalahan tidak bisa ditelusuri.
- Tidak menuliskan versi SPSS di Bab 3, misalnya “data dianalisis dengan IBM SPSS Statistics versi 26”.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
SPSS versi berapa yang sebaiknya dipakai?
Versi mana pun yang cukup baru bisa dipakai, karena menu dasarnya hampir sama. Yang penting, tuliskan versi yang Anda pakai di Bab 3.
Apakah ada alternatif SPSS yang gratis?
Ada, misalnya JASP, jamovi, dan PSPP. Ketiganya bisa membuka file .sav. Untuk uji yang sama, hasilnya akan sama dengan SPSS, meski tampilan tabelnya berbeda.
Apa beda Data View dan Variable View?
Data View berisi isian data, yaitu satu baris untuk satu responden. Variable View berisi pengaturan variabel, yaitu nama, label, kode, dan skala pengukuran.
Kenapa angka saya terbaca sebagai teks setelah impor dari Excel?
Biasanya karena kolom di Excel berisi campuran angka dan teks, atau ada spasi tersembunyi. Rapikan dulu kolomnya di Excel, atau ubah Type menjadi Numeric di Variable View. Periksa juga apakah pemisah desimal memakai koma atau titik.
Apakah SPSS bisa dipakai di Mac?
Bisa. IBM menyediakan SPSS Statistics untuk Windows dan macOS.
Butuh Teman Diskusi untuk Olah Data?
Masih ragu menyiapkan data dan menjalankan analisis di SPSS? Tim IDTesis bisa menemani Anda menyusun Variable View, merapikan data dari Google Form, memilih uji yang tepat, dan menjelaskan output dengan bahasa sederhana. Ceritakan dulu kebutuhan Anda lewat WhatsApp, atau lihat layanan olah data statistik.
Baca juga: Mengolah Data · Statistik Deskriptif · Metode Analisis Data
Referensi
- Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE.
- IBM. (t.t.). IBM SPSS Statistics: Resources. Diakses 21 Oktober 2026.
- IBM. (t.t.). Variable names. IBM SPSS Statistics documentation. Diakses 21 Oktober 2026, dari
- Nie, N. H., Bent, D. H., & Hull, C. H. (1970). SPSS: Statistical package for the social sciences. McGraw-Hill.
- Pallant, J. (2020). SPSS survival manual (7th ed.). Routledge.






Leave a Reply