HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pendekatan Quantum Learning dan Minat Belajar terhadap Kemampuan Mengapresiasi

Judul Skripsi : Pengaruh Pendekatan Quantum Learning dan Minat Belajar terhadap Kemampuan Mengapresiasi Puisi (Eksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sambirejo)

 

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran bahasa pada hakikatnya tidak hanya membuat siswa agar terampil berbahasa saja, tetapi juga terampil bersastra. Pembelajaran sastra merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa agar mampu menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan berbahasa. Dengan demikian, tugas guru bahasa dan sastra Indonesia tidak hanya memberi pengetahuan (aspek kognitif), tetapi juga keterampilan (aspek psikomotorik) dan menanamkan rasa cinta (aspek afektif), baik melalui kegiatan di dalam kelas ataupun di luar kelas.

Namun, tujuan pembelajaran apresiasi sastra ini belum membuahkan hasil yang optimal. Hal itu disebabkan oleh asumsi siswa bahwa pembelajaran bahasa dan sastra itu tidak semenarik pembelajaran mata pelajaran lain, seperti yang diungkapkan oleh Mukhlis A. Hamid (1996: 1), bahwa pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan selama ini sering dianggap kurang penting dan dianaktirikan oleh para guru, apalagi guru yang pengetahuan dan apresiasi sastra (dan budayanya) kurang. Akibatnya, mata pelajaran yang idealnya menarik dan besar sekali manfaatnya bagi para siswa disajikan kering, kurang hidup, dan cenderung kurang mendapat tempat di hati siswa.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada perbedaan antara kemampuan mengapresiasi puisi antara siswa yang diajar dengan pendekatan quantum learning dan yang diajar dengan pendekatan ekspositori?
  2. Apakah ada perbedaan antara kemampuan mengapresiasi puisi antara siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan yang memiliki minat belajar rendah?
  3. Apakah ada interaksi antara pendekatan quantum learning dan minat belajar dalam mempengaruhi kemampuan mengapresiasi puisi?

 

C. Kajian Teori

Pengertian kemampuan

Keterampilan atau kemampuan merupakan dua istilah yang sering tumpang tindih dalam penggunaannya. Kedua istilah tersebut dapat dikatakan sebagai hasil belajar atau pengalaman belajar. Hal itu sesuai dengan pengertian yang dirumuskan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2003a:1), yang menyatakan pengertian kemampuan (kompetensi) sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Pengertian Apresiasi

Pembelajaran sastra pada kenyataannya tidak semenarik mata pelajaran lain, seperti telah diuraikan pada bab pendahuluhan. Tujuan pembelajaran apresiasi sastra belum membuahkan hasil yang optimal. Hal ini disebabkan oleh asumsi siswa bahwa pembelajaran bahasa dan sastra itu tidak semenarik pembelajaran mata pelajaran lain, seperti yang diungkapkan oleh Mukhlis A. Hamid (1996: 1), bahwa pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan selama ini sering dianggap kurang penting dan dianaktirikan oleh para guru, apalagi guru yang pengetahuan dan apresiasi sastranya kurang. Akibatnya, mata pelajaran yang idealnya menarik dan besar sekali manfaatnya bagi para siswa disajikan kering, kurang hidup, dan cenderung kurang mendapat tempat dihati siswa.

Pengertian Puisi

Puisi adalah bentuk kesusastraan yang paling tua. Karya-karya besar dunia yang bersifat fundamental ditulis dalam bentuk puisi, seperti: Oedipus, Hamlet, Mahabarata, Ramayana, dan sebagainya. Di samping itu, nyanyiannyanyian yang ada sekarang ini tidaklah semata-mata lagu yang indah, tetapi lebih dari itu isi puisinya mampu menghibur manusia (Herman J. Waluyo, 2010: 1).

Pengertian Pendekatan Quantum Learning

Joko Adi Waluyo (2008: 3) mengungkapkan pengertian quantum learning adalah gabungan yang sangat seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal. Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan rancangan faktorial 2×2.

Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri Se-Rayon Timur Sragen; sampel penelitian diambil 60 siswa yang ada di SMP Negeri 2 Sambirejo dan SMP Negeri 2 Gondang dengan teknik stratified-cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket.

Tes digunakan untuk mengambil data kemampuan mengapresiasi puisi; angket digunakan untuk menjaring data minat belajar siswa.

Uji validitas kemampuan mengapresiasi puisi yang dilakukan, yaitu uji validitas item. Validitas item digunakan untuk menguji butir tes dengan rumus korelasi point biserial, uji reliabilitasnya dengan rumus KR-20. Validitas butir pernyataan angket minat belajar digunakan rumus korelasi product moment, reliabilitasnya dengan koefisien .

Uji normalitas menggunakan Uji Lilliefors, sedangkan uji homogenitasnya menggunakan Uji Bartlett. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik Analisis Varian Dua Jalan (ANAVA Dua Jalan).

 

E. Kesimpulan Skripsi

Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dikemukakan di muka, dapat ditarik beberapa simpulan hasil penelitian berikut ini. Kemampuan mengapresiasi puisi siswa yang diajar dengan pendekatan quantum learning lebih baik hasilnya daripada siswa yang diajar dengan pendekatan ekspositori. Artinya, pendekatan pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengapresiasi puisi siswa, khususnya yang menjadi subjek dalam penelitian ini.

Kemampuan mengapresiasi puisi siswa yang memiliki minat belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki minat belajar rendah. Artinya minat belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengapresiasi puisi siswa, khususnya yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar dalam mempengaruhi kemampuan mengapresiasi puisi siswa. Bertolak dari uraian dan penjelasan tersebut di atas, ditunjukkan bahwa hasil penelitian ini memperkuat teori bahwa pendekatan pembelajaran terbukti berpengaruh secara signifikan pada kemampuan mengapresiasi puisi siswa, di samping juga minat belajar yang dimiliki oleh siswa.

Leave a Reply