HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw terhadap Prestasi Belajar Geografi

Judul Skripsi  : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw terhadap Prestasi Belajar Geografi Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa  (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali Tahun Pelajaran 2009/2010)

 

A. Latar Belakang

Dari hasil pengalaman dan pengamatan yang dilakukan penulis di SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan khususnya pada mata pelajaran geografi belum maksimal. Suasana belajar di kelas yang cenderung berpusat pada guru menyebabkan suasana kelas cenderung pasif, siswa kurang berani bertanya dan mengemukanan pendapat. Untuk itulah diperlukan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran model kooperatif metode jigsaw merupakan salah satu metode yang dapat pengembangan aktivitas berfikir, juga menumbuhkan perilaku-perilaku sosial yang positif yang dapat dikembangkan melalui diskusi dan kerja kelompok.

Sehubungan dengan itu maka penulis akan mengadakan penelitian dengan judul : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Geografi Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa, pada siswa kelas XI IPS3 SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali Tahun Pelajaran 2009/2010.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh pembelajaran menggunakan model kooperatif metode jigsaw terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan menganalisis fenomena biosfer?
  2. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Geografi?
  3. Adakah pengaruh pada interaksi pembelajaran yang menggunakan model kooperatif metode jigsaw dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Geografi?

 

C. Landasan Teori

Pengajaran Geografi

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP 2006) dijelaskan bahwa geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan pada aspek spasial, dan ekologis dari eksistensi manusia. Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat. Sebagai suatu disiplin integratif, geografi memadukan dimensi alam fisik dengan dimensi manusia dalam menelaah keberadaan dan kehidupan manusia di tempat dan lingkungannya.

Metode Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif menurut Richard Arends (1990 : 102), merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja sama dalam tim atau kelompok. Pembelajaran kooperatif secara umum menyangkut teknik pengelompokan yang di dalamnya siswa bekerja terarah pada tujuan belajar yang sama dalam kelompok kecil yang umumnya terdiri dari empat atau lima siswa. Pembetukan kelompok didasarkan pada pemerataan karakteristik psikologis individu, yang meliputi kecerdasan, kecepatan belajar, motivasi belajar, perhatian, cara berpikir, dan daya ingat.

 

Model Pembelajaran Kooparatif Metode Jigsaw

Jigsaw merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawankawannya dari Universitas Texas pada tahun 1971 dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawan di Universitas John Hopkins. Teknik ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca, memahami, mendengarkan, memecahkan masalah, dan mempresentasikan, sekaligus mengembangkan kerjasama.

 

Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam menumbuhkan gairan, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.

 

Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seorang peserta didik setelah melakukan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Usaha tersebut dipegaruhi oleh kondisi dan situasi tertentu, yaitu pendidikan dan latihan dalam suatu jenjang tertentu.

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali, dengan mengambil sampel siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Cepogo. Penelitian dilaksanakan pada semester pertama tahun pelajaran 2009/2010, mulai bulan Juni 2009 sampai Februari 2010.

Rancangan penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu (Quasi-Experimental Research). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan faktorial 2 x 2.

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 3 kelas.

Kemampuan siswa relatif sama, hal ini dilihat dari rata-rata nilai rapor pada kelas X semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. Kelas XI IPS 1 nilai rata-rata rapor sebesar 67,09, kelas XI IPS 2 rata-rata 66,82, dan kelas XI IPS3 rata-rata 66,81.Sampel adalah sebagian atau wakil populasi.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali yang terdiri dari 104 siswa yang terbagi dalam tiga kelas paralel, yaitu kelas XI IPS1, XI IPS2, XI IPS3.

Uji persyaratan yang dipakai dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji independensi.Untuk pengujian hipotesis digunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikan ?=0,05. (Budiyono, 2004 : 228)

Teknik Anava 2 jalan dipergunakan dalam analisis data ini karena dapat dipakai untuk menguji perbedaan dua mean atau lebih.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh positif pendekatan pembelajaran menggunakan model kooperatif metode jigsaw terhadap prestasi belajar Geografi. Pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw lebih baik daripada pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah bervariasi jika dilihat dari prestasi belajarnya, khususnya pada materi menganalisis fenomena biosfer.

2. Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar Geografi. Ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi rendah. Siswa yang memiliki motivasi rendah memiliki kecenderungan prestasinya rendah, dan siswa yang memiliki motivasi tinggi memiliki kecenderungan prestasinya tinggi.

3. Tidak ada pengaruh positif pada interaksi pembelajaran yang menggunakan model kooperatif metode jigsaw dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Geografi.

Incoming search terms:

Leave a Reply