HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pembangunan Partisipatif PNPM Mandiri Perdesaan terhadap Jumlah Keluarga Miskin

Judul Skripsi : Pengaruh Pembangunan Partisipatif PNPM Mandiri Perdesaan terhadap Jumlah Keluarga Miskin di Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Penanggulangan kemiskinan harus senantiasa didasarkan pada penentuan garis kemiskinan yang tepat dan pada pemahaman yang jelas mengenai sebab-sebab timbulnya persoalan itu. Setiap upaya penanggulangan kemiskinan yang mengabaikan kedua hal tersebut tidak hanya cenderung tidak efektif, tetapi pada tempatnya dicurigai sebagai retorika belaka (Baswir, 1999: 18). Penanganan permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan kerja sama semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan program penanggulangan kemiskinan yang salah satunya merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), yang dirumuskan kembali upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi hingga pelestarian hasil-hasilnya.

Didalam pelaksanaannya masyarakat yang mampu berpartisipasi tenaga dan dana secara swadaaya, sedangkan yang kategori keluarga miskin mendapat manfaat dari pelaksanaan dan hasil pembangunan tersebut baik langsung maupun tidak langsung. Ruang lingkup kegiatan PNPM Mandiri terbuka bagi semua kegiatan penanggulan kemiskinan yang diusulkan dan disepakati masyarakat, meliputi : penyediaan dan perbaikan prasaranai, pendidikan, kesehatan, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah lokal serta kegiatan ekonomi produktif kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dialokasikan dana bergulir secara kelompok tanpa agunan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat khususnya keluarga miskin, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah prosedur dan mempercepat akses permodalan kegiatan ekonomi produktif masyarakat khususnya keluarga miskin, yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga upaya-upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan dapat tercapai.

 

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini antara lain :

  1. Bagaimana pengaruh swadaya mayarakat dalam program PNPM MP terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen?
  2. Bagaimana pengaruh dana program PNPM MP terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen?
  3. Bagaimana pengaruh swadaya mayarakat dan dana program PNPM MP terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Pembangunan

Teori pembangunan dalam ilmu sosial dapat dibagi ke dalam dua paradigma besar, modernisasi dan ketergantungan (Lewwellen 1995, Larrin 1994, Kiely 1995 dalam Tikson, 2005). Paradigma modernisasi mencakup teori-teori makro tentang pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial dan teori-teori mikro tentang nilai-nilai individu yang menunjang proses perubahan. Menurut Tikson (2005) membaginya kedalam tiga klassifikasi teori pembangunan, yaitu modernisasi, keterbelakangan dan ketergantungan. Dari berbagai paradigma tersebut itulah kemudian muncul berbagai versi tentang pengertian pembangunan.

 

Batasan Pembangunan Partisipatif

Pembangunan partisipatif adalah pembangunan yang perencanaannya bertujuan melibatkan kepentingan masyarakat, dan dalam prosesnya melibatkan masyarakat (baik langsung maupun tidak langsung).

 

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri

Perdesaan Mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP).

PNPM Mandiri Perdesaan adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. PNPM Mandiri Perdesaan merupakan kelanjutan Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Di antara keberhasilan PPK adalah penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, dan keberhasilannya menumbuhkan kolektivitas dan partisipasi masyarakat.

 

Pandangan Teoritis Mengenai Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang telah lama diperbincangkan karena berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan upaya penanganannya. Dalam Panduan Keluarga Sejahtera (1996: 10) kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam panduan PNPM (2008: 26) bahwa kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh si miskin, melainkan karena tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.

 

Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memnuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002:3). Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh stiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya (BPS dan Depsos, 2002:4).

 

D. Metode Penelitian

Suatu hal yang sangat penting dalam penelitian adalah menentukan waktu dan lokasi penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini berlangsung selama satu bulan yakni bulan Pebruari tahun 2011.

Teknik pengumpulan data adalah studi literer dari dokumen-dokumen maupun laporan dari intansi maupun lembaga yang memiliki otoritas mengelolanya. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data yang telah dipublikasikan oleh berbagai institusi dalam bentuk data sekunder yang dapat mendukung penelitan ini. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kuantitatif.

Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan/ hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Alat analisa yang dipakai untuk mengetahui pengaruh variabel swadaya masyarakat dan dana bantuan PNPM terhadap jumlah keluarga miskin adalah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.

 

E. Kesimpulan

1. Besarnya jumlah dana swadaya masyarakat secara parsial mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap penurunan jumlah keluarga miskin, dalam analisis dari hasil penelitian terbukti bahwa swadaya masyarakat secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan dengan tingkat signifikansi 5 % terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen.

2. Besarnya dana PNPM Mandiri Perdesaan secara parsial juga mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen, dalam analisis terbukti bahwa dana PNPM Mandiri Perdesaan mempunyai pengaruh signifikan dengan tingkat signifikansi 5 % terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen.

3. Besarnya jumlah dana swadaya masyarakat dan PNPM Mandiri Perdesaan secara bersama-sama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen. Dalam analisis terbukti bahwa swadaya masyarakat dan PNPM Mandiri Perdesaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sragen dengan tingkat signifikansi 5 %.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply