HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning dgn Software Computer Algebraic System

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning dengan Software Computer Algebraic System (CAS) terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa SMA Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Guru dalam proses belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa seharusnya tidak hanya memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih pada memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Menurut Sugiyanto (2008) tugas seorang guru adalah menjadikan pelajaran yang sebelumnya tidak menarik menjadikan menarik, yang dirasakan sulit menjadi mudah, yang tadinya tak berarti menjadi bermakna. Peran guru dalam pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola demonstrator, pembimbing, motivator dan evaluator.

Model atau strategi pembelajaran yang dikembangkan para ahli dalam usaha mengoptimalkan hasil belajar siswa. Diantaranya adalah Model Pembelajaran Quantum Learning. DePorter dkk (2004) Quantum Learning adalah Orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesusksesan siswa. Interaksi-interaksi ini dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi siswa sendiri dan orang lain. Menurut Sugiyanto (2008) Tujuan jangka panjang kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mencapai kemampuan secara optimal untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif di masa datang. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman pembelajaran dalam segala kegiatan proses aktivitas pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dengan software Computer Algebraic System lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran strukturalistik?
  2. Apakah prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi tinggi lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang motivasi sedang atau rendah dan apakah prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi sedang lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi rendah?
  3. Pada masing-masing klasifikasi motivasi siswa, apakah model pembelajaran Quantum Learning dengan software Computer Algebraic System lebih baik dari pada model pembelajaran strukturalistik pada prestasi belajar siswa?

 

C. Kajian Pustaka

Model Pembelajaran

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), model pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah pendekatan yang digunakan oleh guru atau dosen ketika berinteraksi dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

 

Model Pembelajaran Quantum Learning

Menurut De Porter dkk (2004: 3), model pembelajaran Quantum Learning adalah suatu pengetahuan dan metodologi belajar yang menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi dan strategi belajar untuk memudahkan proses belajar mengajar yang berhasil dan efektif. Model ini telah digunakan dan dikembangkan dalam pembelajaran Quantum di SuperCamp. SuperCamp adalah lembaga pembelajaran yang terletak di Kirkwood Meadows, Negara bagian California, Amerika Serikat.

 

Pengertian Software Computer Algebraic System (CAS)

Pemakaian komputer dalam CAI ditunjang dengan berbagai perangkat lunak, yang banyak dijual secara bebas. Diantara perangkat lunak dalam pembelajaran matematika dan fisika terdapat suatu perangkat lunak yang dikenal sebagai Computer Algebraic System (CAS). CAS merupakan suatu sistem perangkat lunak yang mampu melakukan komputasi secara numerik maupun simbolik dalam kaidah matematika sesuai dengan kaidah pada teori aljabar, teori bilangan, kalkulus, matematika lanjut, fungsi polinomial, grafik fungsi, grup, ring, lapangan, trigonometri dan lain-lain.

 

Model Pembelajaran Strukturalistik

Model pembelajaran strukturalistik adalah model belajar yang tidak dilandasi oleh paham konstruktivisme. Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran tradisional yang juga dikenal dengan beberapa istilah seperti : pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered approach), pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif (deductive teaching), ceramah (expository teaching), ataupun whole class instruction. Pembelajaran dimulai dengan penyajian informasi, pemberian ilustrasi dan contoh soal, latihan soal-soal sampai akhirnya guru merasa apa yang diajarkan telah dimengerti oleh siswa.

 

Prestasi Belajar Matematika

Prestasi Belajar matematika adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman belajarnya. Gagne mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk kapabilitas yakni ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal ketrampilan motorik dan sikap. Dan menurut Bloom prestasi belajar dibagi menjadi tiga kawasan yaitu : kognitif, afektif dan psikomotor.

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di Kabupate Sragen. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling random stratifikasi (stratified cluster random sampling).

Banyak anggota sampel pada penelitian adalah 233 siswa kelas X SMA Negeri.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa adalah tes pilihan ganda.

Untuk menguji validitas instrumen dilakukan oleh pakar atau validator, sedangkan untuk mengetahui reliabilitas tes digunakan rumus Kruder-Richardson 20.

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dengan software Computer Algebraic System lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran strukturalistik.

2. Prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi tinggi lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang motivasi sedang atau rendah dan prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi sedang lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai motivasi rendah.

3. Tidak ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Tidak terdapatnya interaksi itu, dapat disimpulkan bahwa karakteristik perbedaan antara model pembelajaran Quantum Learning dengan Software Algebraic System dan model pembelajaran strukturalistik untuk semua motivasi belajar siswa adalah sama. Ini berarti pada masing-masing klasifikasi motivasi siswa, model pembelajaran Quantum Learning dengan Software Algebraic System lebih baik daripada model pembelajaran strukturalistik.

Leave a Reply