HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Media Gambar dan Verbalis terhadap Kemampuan Menulis dari Kemandirian Belajar

Judul Skripsi : Pengaruh Media Gambar dan Verbalis terhadap Kemampuan Menulis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar Negeri Gugus Sudirman Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri Tahun 2009

 

A. Latar Belakang

Kemampuan menulis sangat fungsional bagi pembangunan diri siswa dalam bermasyarakat dan bernegara terutama untuk keperluan melanjutkan studi maupun untuk keperluan mencari pekerjaan. Kemampuan menulis dapat mendorong siswa untuk menemukan suatu topik dan mengembangkan gagasan menjadi suatu karangan yang diperlukan untuk kehidupan mereka. Melalui kegiatan menulis terbentuk suatu proses berpikir dan berkreasi yang berperan dalam mengolah gagasan serta menjadi alat untuk menuangkan/menyampaikan gagasannya.

Pembelajaran menulis untuk siswa sekolah dasar dititikberatkan pada keterampilan mengungkapkan perasaan secara tertulis, menuliskan informasi sesuai dengan konteks dan situasi, meningkatkan kegemaran menulis, serta meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan kemampuan menulis siswa kelas II antara siswa yang diajar dengan media gambar dan siswa yang diajar tanpa media gambar? Kalau ada perbedaan, kelompok siswa mana yang lebih baik kemampuan menulisnya?
  2. Apakah terdapat perbedaan kemampuan menulis siswa kelas II antara siswa yang kemandirian belajarnya tinggi dan siswa yang kemandirian belajarnya rendah? Kalau ada perbedaan, kelompok siswa mana yang lebih baik kemampuan menulisnya?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan media gambar dengan tingkat kemandirian belajar dalam kaitannya dengan kemampuan menulis siswa kelas II ?

 

C. Kajian Teori Skripsi

Pemilihan media pembelajaran

Hamalik (2003 : 202), mengatakan bahwa ada dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam usaha memilih media pembelajaran,yaitu :

  • Dengan cara memilih media yang tersedia di pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini membutuhkan banyak beaya untuk membelinya, lagi pula belum tentu media itu sesuai untuk digunakan sebagai media penyampaian bahan pelajaran dan dengan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa.
  • Memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan.

Dasar teori penggunaan media gambar

Media gambar yang baik yang ada dalam pembelajaran menulis dapat memperjelas konsep sehingga akan menarik perhatian siswa. Hal ini karena anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan berfikir secara konkret. Seperti yang diutarakan oleh Pieaget dalam (Anita, 1975 : 3 ), ”Media gambar yang baik yang ada dalam pembelajaran menulis dapat memperjelas konsep sehingga akan menarik perhatian siswa. Hal ini karena anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan berfikir secara konkret, bernalar, dan perkembangan bahasa memerlukan simbol-simbol atau gambar”

 

Pengertian kemandirian belajar

Istilah belajar mandiri sering dikaitkan dengan sistem pendidikan terbuka, karena pada umumnya sistem pendidikan terbuka menerapkan konsep belajar mandiri. Istilah ini digunakan untuk membedakannya dengan konsep belajar pada umumnya yang tergantung pada kendali dan arahan guru. Belajar mandiri sebagai suatu proses belajar di mana setiap individu dapat mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam hal : mendiagnosa kebutuhan belajar, merumuskan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber-sumber belajar (baik berupa orang maupun bahan), memilih dan menerapkan strategi belajar yang sesuai bagi dirinya, serta mengevaluasi hasil belajarnya.

 

Pengertian kemampuan menulis

Hargrove dan Poteet dalam (Agusti Indahwati, 1984 : 239), menulis merupakan penggambaran visual tentang pikiran, perasaan, dan ide dengan menggunakan simbol-simbol sistem bahasa penulisnya untuk keperluan komunikasi atau mencatat. Tarigan (1986 : 21) mendefinisikan bahwa menulis ialah melukiskan lambang-lambang grafis dari bahasa yang dipahami oleh penulisnya maupun orang lain yang menggunakan bahasa yang sama dengan penulis tersebut. Dari pengertian menulis tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam bentuk tulisan.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode ekperimen. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri di Gugus Jendral Sudirman kecamatan Girimarto kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2008/2009.

Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, sebanyak 72 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket untuk intrumen kemandirian belajar siswa dan metode tes untuk kemampuan menulis.

Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan uji F, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%.

 

E. Kesimpulan

1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media gambar dan tanpa gambar terhadap kemampuan menulis siswa kelas dua Sekolah Dasar.

2. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar siswa tinggi dengan kemandirian belajar siswa rendah terhadap kemampuan menulis siswa kelas dua Sekolah Dasar.

3. Ada interaksi pengaruh antara media dan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan menulis siswa.

Incoming search terms:

Leave a Reply