HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Laba, Arus Kas, dan Total Aktiva terhadap Dividend Payout Ratio Saham-Saham

Judul Skripsi : Pengaruh Laba, Arus Kas, dan Total Aktiva terhadap Dividend Payout Ratio Saham-Saham yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index

 

A. Latar Belakang Skripsi

Keberadaan Pasar Modal Indonesia telah tumbuh signifikan sejak pemerintah memperbolehkan investor asing untuk berinvestasi di pasar tersebut, sehingga persaingan pun tidak terelakkan antara investor local dan investor internasional. Menurut Husnan (2003) pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk instrument keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.

Dengan adanya pasar modal tersebut, para pemodal baik lokal maupun asing mempunyai berbagai pilihan untuk berinvestasi. Para pemodal memungkinkan untuk melakukan diversifikasi investasi, dengan membentuk portofolio (yaitu gabungan dari berbagai investasi) sesuai dengan risiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah laba mempunyai pengaruh terhadap deviden payout ratio ?
  2. Apakah arus kas mempunyai pengaruh terhadap deviden payout ratio?
  3. Apakah total aktiva mempunyai pengaruh terhadap deviden payout ratio?

 

C. Tinjauan Pustaka

Jakarta Islamic Index

Jakarta Islamic Index atau biasa disebut JII sebagaimana yang termuat resmi dalam situs www.idx.co.id. adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Pembentukan JII tidak lepas dari kerja sama antara Pasar Modal Indonesia (dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia) dengan PT Danareksa Invesment Management (PT DIM). JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000. Pembentukan instrumen syariah ini untuk mendukung pembentukan Pasar Modal Syariah yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003. Mekanisme Pasar Modal Syariah meniru pola serupa di Malaysia yang digabungkan dengan bursa konvensional seperti Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Setiap periodenya, saham yang masuk JII berjumlah 30 (tiga puluh) saham yang memenuhi kriteria syariah. JII menggunakan hari dasar tanggal 1 Januari 1995 dengan nilai dasar 100.

 

Arti Penting Laporan Keuangan

Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai. Laporan keuangan yang merupakan proses akuntansi mempunyai arti sebagai alat komunikasi antara aktivitas suatu perusahaandengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan.

 

Laporan Laba-Rugi

Laporan laba-rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement) merupakan laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang pengukuran kesuksesan operasi perusahaan selama periode tertentu. Untuk menyusun laporan laba-rugi, maka pendapatan yang diperoleh atau terjadi dalam periode akuntansi tertentu harus dipertemukan dengan biaya-biaya yang terjadi dalam periode akuntansi yang sama.

 

Laporan Arus Kas

ED PSAK 101 tahun 2011 menerangkan secara jelas dan terperinci tentang laporan arus kas (cash flow statement atau statement of cash flows). Informasi tentang arus kas sesuatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas atau setara kas dan menilai kemampuan perusahaan untuk menggunkan arus kas tersebut. Jika digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangkan adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.

Pengertian Aktiva

Yang dimaksud aktiva adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan misal kas persediaan, baik berupa aktiva tetap, aktiva tidak terwujud (tidak tetap) dan lain-lain.

 

Devinisi Dividen

Dividen merupakan bentuk distribusi laba yang diperoleh perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan proporsi lembar saham yang dimilikinya. Bagi seorang investor, dividen merupakan komponen return disamping capital again. Besar kecilnya dividen akan sangat bergantung pada besar kecilnya laba yang diperoleh serta proporsi laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham atau dividend pay out ratio.

 

D. Metode Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan sensus pada perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam daftar di Jakarta Islamic Indeks pada periode 2008 sampai dengan 2010. Mengacu pada pendapat Umar (1999) bahwa ukuran minimum sampel yang dapat diterima untuk desain deskriptif-korelasional yaitu sebanyak 30 subyek, oleh karena itu dalam penelitian ini sudah melebihi kuota minimum yaitu sebanyak 46 perusahaan pada perusahaan-perusahaan yang pernah terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun periode 2008-2010.

Data dapat diperoleh di Indonesia Capital Market Directory dan Pusat Referensi Pasar Modal BEJ (www.idx.co.id).

 

E. Kesimpulan

Hasil Uji Deskriptif

Hasil uji deskriptif pada penelitian ini memperlihatkan bahwa laba perusahaan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4069,88 dan standar deviasi pada posisi 14241,96 yang mengindikasikan bahwa dilihat dari laba perusahaan yang ada disimpulkan bahwa perusahaan yang diatas memiliki laba yang berbeda dan penyimpangan yang cukup besar. Hal ini dikarenakan beragamnya perusahaan yang diambil menjadi sampel. Sedangkan nilai maksimum dan minimum masing-masing adalah 94141 dan 133. Untuk variable arus kas terdapat rentang yang jauh antara nilai maksimum dan minimum pada yaitu sebesar 345011 untuk nilai maksimum dan 38 untuk nilai minimum. Hal itu adalah menjadi wajar mengingat beragamnya perusahaan yang diambil sebagai sampel.

 

Analisis Normalitas Data

Pada tebel IV.2 terlihat bahwa pada uji kolmogrov-smirnov didapatkan hasil sig. 0.002 yang berarti berada di bawah 0.05 yang mengindikasikan data tersebut tidak normal. Proses penormalan data ditempuh untuk mentransformasi data sehingga data yang dihasilkan mampu terdistribusi secara noramal. Langkah transformasi yang diambil adalah melog- kan data yang ada, setelah itu dilakukan analisa ulang yang hasilnya didapatkan nilai sig menjadi 0,763 yang berarti tidak ada data yang menyimpang secara ekstrim. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua data dalam penelitian ini adalah berdistribusi normal dapat dilanjutkan analisis selanjutnya.

 

Uji Asumsi Klasik

Pengujian uji asumsi klasik meliputi multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokodektisitas.

a. Multikolinearitas

Hasil olah data tersebut secara jelas menunjukkan nilai VIF dari tiap-tiap variable berada pada posisi antara 1 sampai dengan 10 (PROFIT: 5,711;CASHFLOW: 5,791; dan ACTIVA: 2,788) sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas pada variabel yang diteliti.

 

b. Autokorelasi

Dari hasil olah data diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi menunjukkan angka sebesar 0,218. Dengan demikian nilai signifikansi diatas 5%, sehingga dapat disimpullkan tidak terjadi autokorelasi positif atau negatif.

 

c. Heteroskedastisitas

Berdasarkan gambar hasil pengujian heterokodektisitas di atas terlihat bahwa plot residual persamaan regresi tidak menunjukkan pola yang sistematik. Semua tersebar secara random. Jadi persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak mengandung heteroskedastisitas.

 

Pengujian Hipotesis

  1. Pengujian Hipotesis menggunakan uji regresi berganda. Pengujian pengaruh laba, arus kas dan total aktiva terhadap dividen payout ratio (DPR) dilakukan secara simultan dengan tingkat signifikasi 0,05 atau 95%. Hasil output pengujian SPSS tersebut menjelaskan bahwa variable dependen dalam hal ini dividen payout ratio (DPR) dapat dijelaskan sebesar 41% oleh variabel-variabel independennya. Hal itu terlihat dari nilai Adjusted R Square sebesar 0,410. Sedangkan sebesar 59% variabel dividen payout ratio (DPR) dijelaskan oleh variabele lain yang tidak tercantum dalam model.
  2. Disimpulkan bahwa arus kas dan total aktiva memberikan pengaruh yang signifikan pada dividen payout ratio (DPR), dengan nilai sig sebesar 0,000 yang berada di bawah 0,05. Sedangkan untuk variabel laba didapatkan hasil sig sebesar 0,244 yang berarti laba tidak berpengaruh signifikan terhadap dividen payout ratio (DPR). Melihat dari analisis dan kesimpulan di atas, maka hipotesis yang peneliti ajukan yang berbunyi terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara arus kas, dan total aktiva terhadap deviden payout ratio terbukti kebenarannya.
Incoming search terms:

Leave a Reply