HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Relevansi Nilai Laba dan Arus Kas : Studi Siklus Hidup Perusahaan

Judul Tesis : Relevansi Nilai Laba dan Arus Kas : Studi Siklus Hidup Perusahaan (Metode Cash Flow Patterns)

 

A. Latar Belakang

Fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi mengenai laba dan komponennya. Laba merupakan salah satu parameter kinerja perusahaan yang mendapat perhatian utama dari investor dan kreditur. Pentingnya informasi laba telah disebutkan dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No 1, Objective of Financial Reporting by Business Enterprise yaitu bahwa selain untuk menilai kinerja manajemen (perusahaan), laba juga dapat digunakan untuk membantu memprediksi laba di masa yang akan datang, serta menaksir risiko dalam investasi atau kredit. Selain laba, investor dan kreditur juga menggunakan informasi aliran kas sebagai ukuran kinerja perusahaan (Susanto dan Ekawati, 2006). Bowen et al. (1986) menyatakan bahwa manfaat data arus kas adalah dapat memprediksi kegagalan, menaksir risiko sebagai prediksi pemberian pinjaman, penilaian perusahaan, serta dapat memberikan informasi tambahan bagi pasar modal.

Untuk dapat mengetahui kinerja perusahaan atau kondisi perusahaan dan atau untuk dapat mengetahui nilai perusahaan, para investor dan kreditur harus melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Banyak penelitian empiris akuntansi telah berusaha untuk menemukan nilai relevansi atribut akuntansi dalam rangka mempertinggi analisis laporan keuangan. Salah satunya yaitu penelitian dari Ball and Brown (1968) tentang kandungan informasi laba akuntansi, hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa laba akuntansi dan beberapa komponennya menangkap informasi yang terdapat dalam harga saham.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah pada tahap start up, arus kas lebih mempunyai relevansi nilai daripada laba?
  2. Apakah pada tahap growth, arus kas lebih mempunyai relevansi nilai daripada laba?
  3. Apakah pada tahap mature, laba lebih mempunyai relevansi nilai daripada arus kas?

 

C. Landasan Teori

Relevansi Nilai Informasi Laba dan Arus Kas

Laporan keuangan yang disajikan oleh suatu entitas ekonomi diharapkan memenuhi karakteristik kualitatif untuk menjadi informasi yang memiliki manfaat dalam pembuatan keputusan (decision usefulness). Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (IAI 2007), menyebutkan relevan dan keandalan sebagai karakteristik kualitatif yang menunjukkan ciri khas yang membuat informasi bermanfaat bagi pembuat keputusan. Laporan keuangan dikatakan relevan jika memiliki dimensi : nilai prediktif (predictive value), nilai umpan balik (feedback value) dan ketepatan waktu (timelines). Sedangkan keandalan ditunjukkan dengan dimensi : memiliki daya uji (verifiability), netralitas (neutrality), dan penyajian jujur (representation faithfulness) (IAI 2007).

Laba

Konsep laba menurut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No 5 menyatakan bahwa laba merupakan suatu ukuran kinerja suatu entitas dalam periode tertentu. Laba mengukur besarnya arus masuk aktiva (pendapatan & laba) yang melebihi arus keluar aktiva.

Return Saham

Linda dan Syam (2005) dalam penelitiannya yang berjudul “Hubungan laba akuntansi, nilai buku dan total arus kas dengan market value : studi akuntansi relevansi nilai“ menyatakan bahwa return saham dapat memberikan informasi secara historis (return saham mengukur tingkat perubahan harga saham – harga awal dan harga akhir saham) dan return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi sehingga investor dapat membandingkan keuntungan aktual maupun keuntungan yang diharapkan disediakan oleh berbagai saham pada tingkat pengembalian yang diinginkan. Linda dan Syam (2005) juga menyatakan bahwa return juga memiliki peran yang amat signifikan dalam menentukan nilai dari suatu investasi.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan studi empiris dengan tujuan untuk mengetahui manakah yang lebih mempunyai value relevant terhadap return saham antara laba atau arus kas pada tahap start up, growth, mature dan decline.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2003-2007.

 

E. Kesimpulan

  1. Bagi perusahaan pada tahap siklus hidup decline, arus kas dapat dibuktikan lebih mempunyai relevansi nilai dibandingkan dengan laba. Hasil pengujian membuktikan bahwa Arus Kas Pendanaan (AKP) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham sedangkan laba tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa arus kas pada tahap ini lebih memiliki relevansi nilai dibandingkan laba.
  2. Namun penelitian ini tidak dapat membuat kesimpulan mengenai apakah hipotesis untuk tahap startup, growth, dan mature diterima atau tidak. Sebab dari hasil pengujian regresi di ketiga tahap siklus hidup tersebut ditunjukkan bahwa nilai signifikansi F untuk ketiga tahap tersebut diatas 5%, bahkan diatas 10%, hal ini menunjukkan bahwa model regresi di ketiga tahap tersebut tidak fit, variabel independen secara simultan bukanlah penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen, sehingga dalam ketiga tahap tersebut penulis tidak dapat mengambil kesimpulan apakah hipotesis diterima atau tidak. Walaupun dalam ketiga tahap tersebut tidak dapat diambil kesimpulan mengenai diterimanya hipotesis, penulis masih dapat menunjukkan hasil pengujian regresi di ketiga tahap tersebut, yaitu :
    1. Bagi perusahaan pada tahap siklus hidup start up, hasil pengujian menunjukkan bahwa Arus Kas Pendanaan (AKP) merupakan satusatunya variabel yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham.
    2. Bagi perusahaan pada tahap siklus hidup growth, hasil pengujian menunjukkan bahwa Arus Kas Pendanaan (AKP) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham sedangkan laba bersih tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.
    3. Bagi perusahaan pada tahap siklus hidup mature, hasil pengujian menunjukkan bahwa laba bersih mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham sedangkan arus kas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Penerapan Penentuan Tarif Jasa Sewa Kamar Hotel dengan Metode Cost
  2. Meminimalkan Kredit Bermasalah Melalui Fungsi Analis Kredit Sebagai Salah Satu Fungsi Pengendalian Intern (Studi Kasus pada PT. XXX Finance Indonesia, Tbk Cabang Solo)
  3. Relevansi Nilai Laba dan Arus Kas Studi Siklus Hidup Perusahaan (Mode Cash Flow Patterns)
  4. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Stock Split Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  5. Evaluasi Peningkatan Kontribusi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah

 

 

Leave a Reply