HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Risiko Terhadap Kinerja Perusahaan dgn Lingkungan

Judul Skripsi : Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Risiko Terhadap Kinerja Perusahaan dengan Lingkungan Sebagai Variabel Pemoderasi

 

A. Latar Belakang Masalah

Menurut teori keagenan di dalam perusahaan terdapat pemisahan fungsi antara pemilik (principal) dan pengelola (agent). Akibat dari pemisahan fungsi ini adalah munculnya beberapa persoalan seperti adanya konflik kepentingan (conflict of interest) karena setiap pihak berusaha mengalihkan perolehan atau kesejahteraan yang diperoleh perusahaan bagi mereka sendiri. Persoalan yang kedua adalah adanya ketidakseimbangan informasi yang diterima oleh pengelola dan pemilik atau pihak lain yang artinya pemilik atau pihak lain tersebut tidak dapat mengakses informasi-informasi tertentu dari perusahaan, hal ini disebut dengan asymmetry information (Richardson 1998; DuCharme 2000 dalam Hastuti 2005: 238).

Konflik kepentingan dan informasi asimetri tersebut akhirnya dapat menyebabkan munculnya biaya keagenan yang akhirnya ditanggung oleh pemilik dan mengurangi profit perusahaan. Bentuk biaya keagenan tersebut adalah biaya pemonitoran dan kontrol terhadap pengelola atau menajemen yang sering dalam bentuk biaya pengauditan eksternal. Terdapat beberapa mekanisme yang oleh beberapa penelitian terdahulu dikemukakan dapat mengurangi persoalan keagenan tersebut, salah satunya adalah dengan mekanisme kepemilikan manajerial (managerial ownership) dan kebijakan hutang (Agrawal dan Knoeber 1996). Mekanisme tersebut juga didukung oleh Fuad (2005) yang memberikan bukti empiris bahwa simultanitas pengambilan keputusan finansial (hutang dan struktur kepemilikan) dapat digunakan untuk mengurangi konflik agensi. Ide peneliti untuk melakukan penelitian yang didasari dari penelitian Jahmani dan Ansari (2006) yang menguji mekanisme kepemilikan manajerial (managerial ownership), penerimaan risiko (risk taking) dan kinerja perusahaan. Dalam kesimpulan penelitiannya menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan dalam variabel penelitian di seluruh sampel perusahaan – perusahaan di Amerika Serikat.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut diatas, permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perbedaan lingkungan memoderasi pengaruh kepemilikan manajerial dan tingkat risiko terhadap kinerja perusahaan? Kemudian permasalahan selanjutnya dalam penelitian ini adalah apakah pada lingkungan yang berbeda, kepemilikan perusahaan dan risiko memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap kinerja perusahaan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Manajemen Strategik

Penelitian tentang manajemen strategik banyak dilakukan dengan menghubungkan antara strategi dengan manajemen keuangan atau strategi dengan spesifikasi diversifikasi perusahaan sehingga ada integrasi antara strategi dengan keuangan. Bromiley (1990) menyatakan bahwa perspektif strategi diperlukan dalam penelitian yang menguji elemen-elemen keuangan dan manajemen strategik. Manajemen keuangan berasumsi bahwa perusahaan bertindak secara efisien dan berorientasi pada tujuan memaksimalkan kesejahteraan shareholders. Manajemen strategik mengungkapkan bahwa perusahaan mempunyai banyak pilihan dan tujuan. Dalam hal ini tidak mungkin untuk memaksimalkan return pada semua pilihan atau mencapai semua tujuan tersebut. Manajemen strategik menekankan bagaimana organisasi dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama pada lingkungan yang dihadapinya. Manajemen strategik menerima pendapat bahwa manajer mempunyai kemampuan terbatas untuk memperoleh dan memproses informasi. Jadi sebenarnya fokus manajemen strategik adalah kepada ketidakpastian dan pengambilan keputusan dengan informasi yang terbatas.

 

Lingkungan Perusahaan

Ketidakpastian lingkungan mencakup peningkatan ukuran dan jumlah organisasi dalam suatu industri, dan peningkatan perubahan tingkat teknologi serta penyebarannya pada industri. Perusahaan harus menetapkan strategi baru untuk menghadapi tantangan tersebut dengan menemukan kecocokan antara apa yang diinginkan oleh persaingan lingkungan dan sistem manajemen internal.

 

Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individual yang dibuat secara terus menerus oJeh manajemen. Pengertian kinerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997, 503) adalah merupakan kata benda (n) yang artinya:

  1. Sesuatu yang dicapai
  2. Prestasi yang diperlihatkan
  3. Kemampuan kerja

Jadi kinerja perusahaan dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah dicapai berkaitan dengan kemampuan kerja suatu perusahaan.

 

D. Metode Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2006-2008. Setelah dilakukan seleksi diperoleh 25 perusahaan dengan 75 observasi.

Hasil analisis cluster diperoleh 11 perusahaan defender dan 14 perusahaan prospector.

Untuk menguji pengaruh lingkungan memoderasi kepemilikan manajerial dan risiko terhadap kinerja dilakukan teknik regresi berganda dengan pooled analysis sedangkan pengujian hipotesis untuk melihat pengaruh kepemilikan manajerial dan risiko terhadap kinerja perusahaan di lingkungan stabil dan tidak stabil menggunakan regresi polynomial.

 

E. Kesimpulan

1. Hipotesis pertama menyatakan bahwa lingkungan perusahaan memoderasi pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja perusahaan berhasil terdukung secara statistik. Hasil ini mendukung penelitian Syafruddin (2006) yang menyatakan bahwa faktor eksternal, yaitu lingkungan perusahaan merupakan variabel yang signifikan memoderasi pengaruh struktur kepemilikan terhadap kinerja perusahaan.

2. Hipotesis kedua yang menyatakan bahwa lingkungan perusahaan memoderasi pengaruh leverage terhadap kinerja perusahaan berhasil terdukung secara statistik. Hasil ini berhasil mendukung studi yang dilakukan oleh Simerly dan Li (2000) dan Allen (1993) yang menyatakan bahwa variabel lingkungan merupakan variabel yang signifikan dan perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pendanaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

3. Hipotesis ketiga secara statistik diterima yang berarti pada perusahaan prospector atau perusahaan yang tidak stabil tingkat kepemilikan yang tinggi akan meningkatkan kinerja perusahaan tetapi pengaruh positif tersebut bergerak pada tingkat yang semakin menurun dan menuju ke pengaruh yang negatif. Hal ini menunjukkan pada perusahaan yang tidak stabil peningkatan kepemilikan manajerial akan meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi pada suatu saat semakin tinggi tingkat kepemilikan manajerial tidak efektif lagi meningkatkan kinerja perusahaan.

4. Hipotesis keempat secara statistik ditolak yang berarti pada lingkungan stabil tinggi rendahnya tingkat kepemilikan manajerial tidak signifikan berpengaruh pada kinerja perusahaan.

5. Hipotesis kelima menyatakan bahwa tingkat leverage yang tinggi akan meningkatkan kinerja perusahaan pada lingkungan yang stabil (perusahaan defender) berhasil terdukung secara statistik. Penelitian ini berhasil mendukung hasil penelitian oleh Simerley dan Li (2000), tetapi tidak mendukung penelitian Setyawan (2006). Hasil uji hipotesis 5 menunjukkan bahwa pemakaian pendanaan melalui utang oleh perusahaan defender (lingkungan stabil) akan meningkatkan kinerja perusahaan, oleh karena debtholder melakukan monitor atas keputusan-keputusan manajer. Perusahaan defender yang cenderung tren biaya dan penjualan yang mudah diprediksi, membuat kontrol oleh debtholder lebih cermat, tepat dan efektif sehingga perusahaan mencapai optimalisasi dalam mencapai kinerja yang tinggi. Namun fungsi polinomial pada regresi tersebut menunjukkan bahwa tidak serta merta cara memperoleh pendanaan oleh utang akan selalu menghasilkan kinerja yang baik. Jika perusahaan defender hanya mendasarkan pendanaan dengan utang, dan meningkatkan utang terus-menerus, kinerja perusahaan akan menurun, karena akan menunjukkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan ataupun menunjukkan agresif di dalam investasi sehingga mengorbankan kinerja untuk beberapa waktu.

Leave a Reply