HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan Kaum Marginal dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

Judul Skripsi : Pendidikan Kaum Marginal dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Kajian Strukturalisme Genetik)

A. Latar Belakang Masalah

Pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan lahir dari pergumulannya selama bekerja bertahun-tahun di tengah-tengah masyarakat desa yang miskin dan tidak berpendidikan. Masyarakat feodal (hirarkis) adalah struktur masyarakat yang umum berpengaruh di Amerika Latin pada saat itu dan menghadirkan perbedaan mencolok antara strata masyarakat atas dengan strata masyarakat bawah. Golongan atas menjadi penindas masyarakat bawah melalui kekuasaan politik dan akumulasi kekayaan karena itu menyebabkan golongan masyarakat bawah menjadi semakin miskin sekaligus semakin menguatkan ketergantungan kaum tertindas kepada para penindas. Kehidupan masyarakat yang sangat kontras melahirlah suatu kebudayaan yang disebut Freire dengan kebudayaan bisu (Marthen Manggeng, 2005: 41).

Kaum marginal sama halnya dengan kaum tertindas. Adanya kaum tertindas berarti ada pula kaum penindas. Kaum penindas menggunakan konsep pendidikan gaya bank bekerjasama dengan aparat-aparat masyarakat paternalistik, di mana kaum tertindas kemudian memperoleh sebutan yang diperhalus sebagai “kaum penerima santunan” (Freire, 1985: 53). Hal ini tampak dalam novel Laskar Pelangi, ada pengelompokkan pendidikan berdasarkan status ekonomi. Tertindas dari sisi politik dan ekonomi yang berdampak pada pendidikan sangat kental dalam novel ini.

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah struktur yang membangun novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang mencerminkan problematika tokoh akibat hubungan antartokoh dan lingkungannya?
  2. Bagaimanakah kehidupan sosial dan latar belakang sosial pengarang (dimensi pendidikan kaum marginal) Andrea Hirata yang berhubungan dengan novel Laskar Pelangi?
  3. Bagaimana pandangan dunia Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi?

C. Kerangka Teori

Pengertian Pendekatan Strukturalisme Genetik

Strukturalisme genetik merupakan penelitian sosiologi sastra. Yoseph Yopi Taum (1997: 47) menyatakan bahwa sosiologi sastra sebagai suatu jenis pendekatan terhadap sastra memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda daripada yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Penelitian-penelitian sosiologi sastra menghasilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari masyarakat. Karya sastra memiliki keterkaitan dengan jaringan-jaringan sistem dan nilai dalam suatu masyarakat.

Struktur Karya Sastra

Struktur karya sastra dalam pandangan Goldmann adalah konsep struktur yang bersifat tematik. Yang menjadi pusat perhatian adalah relasi antara tokoh dengan tokoh dan tokoh dengan objek yang ada di sekitar tokoh. Goldmann mendefinisikan novel sebagai cerita mengenai pencarian nilai-nilai otentik yang terdegradasi dalam dunia yang juga terdegradasi. Pencarian tersebut dilakukan oleh seorang atau tokoh hero yang problematik (Faruk, 1994: 18).

Hakikat Novel

Novel merupakan bagian dari sebuah karya sastra berupa potret kehidupan manusia dan dunia imajiner yang dibangun melalui berbagai unsurnya. Unsur-unsur tersebut oleh pengarang dikreasikan dibuat semirip mungkin dan diimajinasikan dengan dunia nyata lengkap dengan peritiwa-peristiwa dan lakonnya.

Pengertian Kaum Marginal

Kaum marginal atau masyarakat marginal adalah kelompok masyarakat yang tersisih atau disisihkan dari pembangunan sehingga tidak mendapatkan kesempatan menikmati pembangunan. Dalam pemahaman yang radikal kaum marginal adalah kelompok-kelompok sosial yang dimiskinkan dalam pembangunan (Justin M, Sihombing, Justin M, 2005: vii-viii).

D. Metode Penelitian

Bentuk Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan penelitian adalah pendekatan stukturalisme genetik yang menekankan teks sebagai objek kajian.

Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat, wacana yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi.

Sumber data penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi yang diterbitkan oleh penerbit Bentang, Yogyakarta 2008.

Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak, dan catat.

Teknik analisis data yang digunakan adalah model dialektik yang dikemukakan oleh Lucien Goldmann dan model interaktif.

E. Kesimpulan

1. Berdasarkan analisis strukturalisme dapat disimpulkan bahwa novel Laskar Pelangi memiliki aspek-aspek yang saling berkaitan dan menguatkan satu sama lain. Aspek-aspek struktural tersebut secara padu membangun peristiwaperistiwa dan makna cerita novel. Adapun aspek-aspek struktural yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi, dapat dijelaskan sebagai berikut: Tema dari novel Laskar Pelangi adalah perjuangan dan kegigihan serta semangat anak-anak yang menyebut dirinya Laskar Pelangi memperoleh pendidikan untuk mewujudkan cita-cita dan impian mereka dalam situasi serba kekurangan, kesenjangan perekonomian dan kemiskinan.

  • Alur cerita novel Laskar Pelangi dirangkai secara kontinuitas dibentuk oleh peristiwa-peristiwa yang tersusun secara berurutan tanpa adanya pengulangan peristiwa. Alur yang digunakan adalah alur maju. Novel Laskar Pelangi menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki perwatakan kuat yang masing-masing mendeskripsikan perwakilan dari simbol dalam perjuangan memperoleh pendidikan. Tokoh utamanya yaitu Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara. Teman sebangku Ikal yang genius.
  • Setting yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi dibagi menjadi tiga unsur yaitu tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat terjadi di daerah Belitong Sumatera Selatan. Latar waktu yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi adalah pertengahan tahun 1970-an sampai pada tahun 1992. Sedangkan latar sosial yang terjadi dalam novel Laskar Pelangi adalah masyarakat yang religius dan moral yang dijunjung tinggi, perjuangan memperoleh pendidikan di tengah kondisi kemiskinan, serta kesenjangan perekonomian dan kemiskinan masyarakat sekitar dengan PN Timah.

2. Andrea sangat memercayai penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan modern dan cenderung memojokkan kehidupan budaya daerahnya yang terkesan primitif dan bau kemenyan. Inilah dunia yang harus ditinggalkan, seperti impiannya meninggalkan Belitong menuju Jawa dan akhirnya meninggalkan Indonesia memasuki dunia modern yang sesungguhnya. Andrea adalah korban dari keberadaan perusahaan negara tambang timah yang telah menghasilkan devisa negara sejak zaman kolonial sampai kemerdekaan. Kehidupan pertambangan digambarkan berbandingterbalik dengan masyarakat di lingkungannya. Sikap Andrea membuat karyanya dipenuhi antusiasme dan optimisme yang membuat karya-karyanya digemari pembaca. Semua kemiskinan, kesulitan dan ketidakberdayaan dilihat dalam perspektif kesuksesan demi kesuksesan. Impian, tekad dan cita-cita melambung tersebut penting dalam hidup.

3. Latar belakang sosial budaya dari seorang pengarang, sangat berpengaruh dalam penciptaan karya sastra. Pengaruh tersebut dapat dirinci sebagai berikut.

  • Andrea Hirata awalnya hanya menulis memoar tentang masa kecilnya untuk dipersembahkan sebagai kado ulang tahun bagi guru SD-nya, Ibu Muslimah. Akibat “tercuri”nya naskah tersebut oleh seorang sahabat, maka Laskar Pelangi pun diterbitkan.
  • Teknik penulisan Andrea menempuh sebuah pemaparan yang tidak biasa, yaitu merekonstruksi karakter dan perwatakan tokoh-tokohnya secara menarik, dengan mempermainkan tautan pikiran pembaca pada hal-hal yang sudah dikenal.
Incoming search terms:

Leave a Reply