HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendekatan Whole Language Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan

Judul Skripsi :  Pendekatan Whole Language Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

A. Latar Belakang Masalah

Pendekatan whole language merupakan sebuah pendekatan di mana kompetensi-kompetensi berbahasa saling dihubungan disaat pembelajaran berlangsung sehingga di dalam pembelajaran tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar di sekolah secara optimal

Berdasarkan masalah pembelajaran menulis pengalaman di SD Negeri Kemasan 1, Polokarto yang dikemukakan di atas, perlu diadakan pembenahan atau penyelesaian masalah tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran menulis pengalaman di SD Negeri Kemasan 1 Polokarto.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis pengalaman siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kemasan 01, Polokarto, Sukoharjo?
  2. Apakah penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan kemampuan menulis pengalaman pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kemasan 01, Polokarto, Sukoharjo?

C. Landasan Teori

Hakikat Kemampuan Menulis

Affandi (dalam Sumiyo, 2000:2), yaitu menulis adalah mengorganisasikan ide menjadi rangkaian yang logis. Lado (dalam Tarigan, 1998: 21) mengemukakan bahwa “Menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut. Sementara dalam kamus mengartikan menulis adalah tindakan melakukan pikiran atau perasaan (Poerwodarminta, 1998:63)

Unsur – unsur Menulis

Menurut The Liang Gie (dalam Nurudin. 2007: 5-14), unsur menulis setidaknya terdiri dari; gagasan, tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi), tatanan, dan wahana.

Jenis-jenis Tulisan

Atar Semi (1990:32), menyatakan bahwa jenis tulisan berdasarkan bentuknya ada empat jenis, yaitu:

  • narasi
  • eksposisi
  • deskripsi
  • argumentasi

Senada dengan pendapat tersebut Gorys Keraf (1994 : 120- 25) juga membagi bentuk- bentuk tulisan menjadi empat, yaitu narasi, eksposisi, deskripsi, dan, argumentasi.

Prinsip dan Tujuan Pengajaran Menulis

Menurut Mukhsin Ahmadi (1990:29), prinsip-prinsip yang mendasari program pengajaran menulis adalah sebagai berikut:

  • Menulis merupakan suatu proses dua arah, dalam pengertian si penulis menyampaikan atau menghasilkan dan menghendaki sesuatu dari pembacanya.
  • Menulis didasarkan pada pengalaman, yakni bahwa sumber utama tulisan adalah pengalaman si penulisnya.
  • Perbaikan hasil tulisan terjadi karena praktik, dalam pengertian bahwa aktivitas manusia yang kontinyu dapat mengembangkan kelancaran, keterampilan, serta keteraturan berfikir.

Menulis Pengalaman

Menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi menekankan pada proses dan hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi dengan memperhatikan pemilihan pengalaman, penentuan judul, dan pengembangan gagasan sebagai dampak kekompetenan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi.

Pengertian Pendekatan Whole Language

Weaver (1992) menyatakan bahwa whole language pada dasarnya merupakan falsafah pandangan atau keyakinan tentang hakikat belajar dan bagaimana anak dapat belajar secara optimal. Whole language memang bukan pendekatan perse namun dalam masyarakat orang sering menggunakan ungkapan pendekatan whole language. Ungkapan tersebut dimaksudkan sebagai lingkungan belajar mengajar yang mencakup kegiatan-kegiatan yang dengan jelas mencerminkan pandangan whole language.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang mengambil lokasi di kelas V SDN 01 Kemasan, Polokarto, Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Rencana Pembelajaran setiap siklus disusun oleh peneliti berkolaborasi dengan guru. Setiap tindakan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk menyusun rencana tindakan.

Peneliti melakukan bimbingan intensif kepada guru kelas V tentang penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis pengalaman siswa kelas V yang masih rendah. Oleh karena itu, peneliti ini dapat dikatakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh siswa  (kelas V SD) dan guru kelas V.

data yang dikumpulkan berupa data tentang pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis pengalaman pada siswa kelas V.

teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes. Uji validitas data dalam penelitian ini dengan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan reviu informan.

Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis.

E. Simpulan

  1. Penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis pengalaman. Peningkatan kualitas proses pembelajaran tersebut, antara lain dengan meningkatnya:
  2. Jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan apersepsi maupun dalam kegiatan pembelajaran
  3. Jumlah siswa yang mampu berinisiatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru
  4. Jumlah siswa yang sudah mampu bekerja sama dan kompak dalam kelompok
  5. Keterampilan guru dalam mengelola kelas
  6. Penerapan pendekatan whole language dapat meningkatkan kemampuan menulis pengalaman. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata siswa yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya, hasil kemampuan menulis pengalaman siswa dari rata-rata 55,96 menjadi 75,06.
Incoming search terms:

Leave a Reply