HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Biologi dengan Model Kuantum Menggunakan Media Komik

Latar Belakang Masalah Belajar Biologi dengan Model dan Media Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran yang diamanatkan dalam sistem pendidikan nasional bertujuan agar peserta didik dapat belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, belajar untuk memahami dan menghayati, belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (Depdiknas, 2007:5). Guna mewujudkan hal tersebut, maka pembelajaran di sekolah harus mampu memberdayakan peserta didik untuk membangun pengetahuan sendiri dengan difasilitasi oleh guru.

Sementara itu dalam KTSP 2006 dinyatakan bahwa salah satu tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau sains adalah untuk membantu peserta didik agar mampu menguasai pengetahuan tentang keteraturan sains. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses ilmiah sehingga peserta didik memiliki sikap ilmiah yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari. Hal ini relevan dengan hakikat pembelajaran sains yang mengacu pada tiga aspek yaitu produk, proses, dan sikap.

 

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara peserta didik yang diberi pembelajaran model kuantum menggunakan media komik dan animasi?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara peserta didik yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan rendah?
  3. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara peserta didik yang memiliki kemampuan verbal tinggi dan rendah?

 

Kajian Teori

  • Belajar Sains

Definisi belajar menurut Winkel (1991:36) adalah “ suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap”. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi perubahan dalam pola perilaku yang dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu. Perubahan-perubahan yang dimaksud dapat berupa sesuatu yang baru, atau dapat pula berupa penyempurnaan terhadap hasil yang telah diperoleh sebelumnya.

  • Definisi Pembelajaran Kuantum

Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (2003:4) menyebutkan bahwa “quantum learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan rasa percaya diri, keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan”.

  • Pembelajaran dengan Media Komik

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi peserta didik merupakan suatu keharusan dalam pembelajaran. Guru harus menyiapkan strategi dan media yang mampu menarik perhatian peserta didik. Salah satu media sebagai alat bantu dan sumber belajar yang sangat dekat dengan kebiasaan peserta didik adalah media komik.

 

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi pe nelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang.

Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan media komik terdiri dari 36 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan media animasi terdiri dari 37 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar dan kemampuan verbal, angket untuk data rasa ingin tahu dan lembar observasi untuk data keterampilan proses sains.

Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 12.

 

Kesimpulan

1. Ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran kuantum menggunakan media komik dan animasi. Pembelajaran kuantum menggunakan media animasi menghasilkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains yang lebih baik dari pada media komik pada materi sistem gerak pada manusia dengan rerata 75,6 dan 71,7. Peserta didik yang diberi pembelajaran dengan media animasi lebih mudah dalam memahami pelajaran, karena animasi menampilkan bahan pelajaran dalam bentuk gambar bergerak yang dipadu dengan teks, sehingga mampu mensimulasikan suatu peristiwa mendekati keadaan yang sebenarnya.

2. Ada perbedaan prestasi belajar antara peserta didik dengan rasa ingin tahu tinggi dan rendah. Peserta didik dengan rasa ingin tahu tinggi memperoleh prestasi belajar dan keterampilan proses sains yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik dengan rasa ingin tahu rendah. Peserta didik dengan rasa ingin tahu tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari sesuatu yang masih baru atau belum diketahui, serta senantiasa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

3.Ada perbedaan pretasi belajar anatar peserta didik dengan kemampuan verbal tinggi dan rendah. Peserta didik dengan kemampuan verbal tinggi memperoleh prestasi belajar dan keterampilan proses sains yang lebih tinggi dari pada peserta didik dengan kemampuan verbal rendah. Melalui kemampuan verbal yang dimiliki, peserta didik dapat lebih mudah memahami suatu pengetahuan, serta mampu mengkomunikasikan pengetahuan tersebut kepada orang lain baik secara lisan maupun tertulis.

Leave a Reply