HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda) Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda)

Gambaran dari Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)

Definisi Sistem Informasi Kesehatan Daerah

Sistem Infomasi Kesehatan (SIK) merupakan Susbsistem dari Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai fungsi untuk memberikan informasi dalam menunjang pengambilan keputusan pada setiap tingkat administrasi kesehataan, baik pusat, propinsi, kabupaten/ kota, bahkan sampai unit pelaksana teknis seperti Rumah Sakit maupun Puskesmas. Sistem Infomasi Kesehatan (SIK) adalah Kumpulan komponen dan prosedur yang terorganisir dan bertujuan untuk menghasilkan informasi yang dapat memperbaiki keputusan yang berkaitan dengan manajemen pelayanan kesehatan di setiap tingkatnya (Siregar cit. Barsasella, 2012). Menurut WHO (2004) definisi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah Sebuah sistem yang mengintegrasikan pengumpulan data, pengolahan, pelaporan, dan penggunaan informasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan melalui manajemen yang lebih baik pada semua jenjang kesehatan.

 

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda) Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda)

 

Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) adalah mencakup subsistem informasi yang dikembangkan di unit pelayanan kesehatan (Puskesmas, RS, Poliklinik, Praktek Swasta, Apotek, Laboratorium), sistem informasi untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan sistem informasi untuk Dinas Kesehatan Propinsi.

Sub Sistem Informasi

Sub Sistem Informasi di Puskesmas memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. mencatat dan mengumpulkan data baik kegiatan dalam gedung maupun luar gedung
  2. mengolah data
  3. membuat laporan berkala ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
  4. memelihara BANKDATA
  5. mengupayakan penggunaan data dan informasi untuk manajemen pasien dan manajemen unit Puskesmas, serta
  6. memberikan pelayanan data dan informasi kepada masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan lainnya (stakeholders) di wilayah kerjanya.

.

Teori-teori dari gambar Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)

Pelaksanaan Pengembangan SIKDA

Fasilitasi pengembangan SIKDA dilaksanakan dengan terlebih dulu membantu Daerah-daerah menata kembali sistem kesehatannya dan merumuskan kembali Manajemen Kesehatan dalam Sistem Kesehatan Daerah (SKD) dalam rangka mencapai Visi “Provinsi Sehat” dan “Kabupaten/Kota Sehat”. Dalam hal ini akan dikembangkan Forum Kerjasama baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota. Setelah itu barulah dirumuskan kebutuhan informasi, indikator dan data serta sistem informasinya. Sepanjang memungkinkan, Departemen Kesehatan membantu pengadaan perangkat keras (komputer dan kelengkapannya) serta perangkat lunaknya. Pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Selain itu, sepanjang memungkinkan, Departemen Kesehatan juga membantu rekrutmen tenaga melalui seleksi pegawai negeri sipil yang ada setempat dan pelatihan tenaga tersebut. Pengangkatan tenaga-tenaga yang sudah dilatih ke dalam jabatan fungsional statistisi dan pranata komputer diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

Pembahasan Lengkap Teori Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda) Menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Sistem Informasi Kesehatan Daerah (sikda)

 

 

Manfaat SIKDA

Manfaat SIKDA elektronik dalam hal adminisntrasi, manfaat tersebut dapat dirasakan baik oleh masyarakat secara langsung maupun oleh petugas sebagai penyelenggara kesehatan, karena waktu tunggu pasien berkurang, alur lebih jelas, dan mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien

 

Contoh Tesis yang membahas tentang Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)

Contoh Tesis 1 : Analisis Pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara Analysis Of Implementation Of Health Information System At Community Health Center Of Southeast Minahasa Regency

Latar belakang: Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan serta merupakan pelayanan penunjang dalam upaya kesehatan di Puskesmas. Berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 192/MENKES/SK/VI/2012 SIK masih terfragmentasi, masih terjadi redundant data, overlapping, dan tidak efisiennya penggunaan sumber daya. Pelaksanaan SIK di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara masih manual sehingga data yang dihasilkan tidak tepat waktu, tidak akurat dan tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem informasi kesehatan di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode penelitian: Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen dengan cara triangulasi. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan/pelaksanaan SIK belum online, semuanya masih manual. Tidak ada pedoman dalam penyelenggaraannya. Pengumpulan data dilakukan oleh setiap pemegang program dan pembina desa/bidan desa. Pengiriman data dibawa langsung oleh petugas dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan. Pengolahan data sebagian sudah menggunakan komputer namun ada juga yang masih tulis tangan. Sebagian besar Puskesmas belum ada Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang SIK dan tidak ada pelatihan khusus. Tidak ada dana khusus untuk SIK, dana diambil dari kas Puskesmas. Sarana dan prasarana SIK untuk komputer belum lengkap/tidak merata. Kendala pelaksanaan SIK menyangkut keterbatasan anggaran, masalah listrik, tidak tersedianya sarana prasarana seperti komputer dan internet, tidak adanya tenaga khusus bidang SIK, serta masalah keterlambatan. Kesimpulan: Pelaksanaan SIK di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara belum berjalan sebagaimana mestinya

 

Contoh Tesis 2 : Analisis Kebutuhan Perencanaan Sistem Informasi Kesehatan Pada Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali

Dinas Kesehatan Kota atau Kabupaten membutuhkan pengelolaan sistem informasi kesehatan yang baik agar dalam pengambilan kebijakan pemerintah bisa sesuai kebutuhan daerahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan perencanaan SIK pada bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggambarkan dan mendiskripsikan kebutuhan yang diperlukan dalam proses perencanaan SIK pada bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini dengan teknik total sampling yaitu 7 orang yang terdiri dari kepala bidang pelayanan kesehatan, kepala seksi KIA dan KB, pengelola program KIA dan KB, kepala seksi gizi, pengelola program gizi, kepala seksi KDKR, pengelola program seksi KDKR Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Pengumpulan data dengan cara wawancara, FGD dan studi dokumentasi. Petugas pada bidang pelayanan kesehatan mengharapkan adanya data dasar yang sama antar bidang, supaya data bisa valid dan juga sistem informasi kesehatan yang terintegrasi serta bisa mengakomodir kebutuhan program di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

 

Contoh Tesis 3 : Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik di Puskesmas Wilayah Kabupaten Brebes

Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik yang bersifat mandatory telah diterapkan di beberapa puskesmas wilayah Kabupaten Brebes sejak tahun 2013. Kunci utama dari berhasil atau tidaknya suatu program diterapkan yaitu berasal dari pengguna itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian atas sistem informasi yang telah berjalan untuk pengembangan SIKDA Generik selanjutnya. Penelitian mengenai evaluasi sistem informasi sebelumnya telah banyak dilakukan, namun beberapa penelitian tidak mempertimbangkan penerapan sistem yang bersifat wajib atau sukarela. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan SIKDA Generik di puskesmas wilayah Kabupaten Brebes. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang dipilih dengan metode total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis SEM-PLS dengan mengadopsi teori MMUST menggunakan software SmartPLS. Hasil : Model pengukuran memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Manfaat bersih dipengaruhi oleh kepuasan keseluruhan. Kepuasan keseluruhan dipengaruhi oleh sikap. Sikap dipengaruhi oleh kondisi fasilitas dan harapan kinerja. Harapan kinerja dipengaruhi oleh kualitas sistem dan kualitas informasi. Pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap harapan kinerja dan kondisi fasilitas tidak berpengaruh terhadap kepuasan total.

 

Contoh Tesis 4 : Analisis Pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas di Kabupaten Minahasa Utara

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu sistem terintegrasi yang mengelola data dan informasi publik (Pemerintah, masyarakat dan swasta) di seluruh tingkat pemerintahan secara sistematis untuk mendukung pembangunan kesehatan. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama wajib melaksanakan sistem informasi kesehatan. Observasi awal di peroleh gambaran Sistem Informasi Kesehatan belum berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas di Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen melalui triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling sebanyak 9 orang. Analisis data menggunakan content analysis yang membandingkan hasil dan teori. Data disajikan dalam bentuk narasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengumpulan data dilakukan oleh setia petugas program dan petugas pembina desa/ bidan desa. Pengolahan data SIK sebagian sudah menggunakan komputer offline namun ada juga yang masih manual. Penyimpanan data dan informasi serta keamanan dan kerahasiaan informasi sudah berjalan baik dan rutin dilakukan setiap bulan. Perangkat dan infrastruktur masih belum menunjang dalam pelaksanaan SIK. Sumber daya manusia petugas SIK ada di masing-masing Puskesmas namun memiliki tugas ganda, petugas SIK memiliki surat penugasan oleh Kepala Puskesmas dan rutin diberikan pendidikan dan pelatihan, dana untuk SIK dibiayai dengan dana BOK, tidak ada pedoman dalam penyelenggaraan SIK. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan SIK Puskesmas di kabupaten Minahasa Utara sudah berjalan namun belum optimal. Disarankan pengadaan perangkat/ infrastuktur SIK, penyusunan pedoman penyelenggaraan SIK, serta peningkatan kerjasama lintas program untuk memperoleh informasi yang cepat, tepat dan akurat.

 

Contoh Tesis 5 : Pengembangan Sistem Informasi Sarana Kesehatan untuk Pemantauan Perijinan di Seksi Perijinan Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan KOTA SEMARANG

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menerapkan metodologi pengembangan FAST (Framework for the Application of System Techniques), sedangkan rancangan penelitiannya adalah pra eksperimental one group pretest – postest. Subyek penelitian kepala sub dinas perencanaan, perijinan dan informasi dan petugas pengelola perijinan sarana kesehatan. Data hasil wawancara dan observasi dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis diskriptif untuk melakukan penghitungan rata – rata tertimbang terhadap uji coba aksesibilitas, kelengkapan dan ketepatan waktu.

Sistem informasi sarana kesehatan untuk pemantauan perijinan dalam hasil penelitian secara kualitatif terhadap uji coba aksesibilitas, kelengkapan dan ketepatan waktu menghasilkan informasi yang mudah diakses, lebih lengkap tentang perijinan sarana kesehatan dan lebih tepat waktu dalam menyajikan informasi tentang perijinan sarana kesehatan setelah dikembangkan, daripada sistem yang lama yang akhirnya dapat disimpulkan bahwa sistem layak diimplementasikan. Karena berdasarkan hasil evaluasi kualitas informasi sistem lama skor keseluruhan rata – rata tertimbangnya 1,81, sedang evaluasi kualitas informasi sistem baru skor keseluruhan rata – rata tertimbangnya 3,5. Saran yang dapat diberikan untuk Seksi Perijinan Sarana Kesehatan, sistem informasi sarana kesehatan untuk pemantauan perijinan agar terus dimanfaatkan dan diimplementasikan serta disarankan agar puskesmas diberi umpan balik dari data perijinan yang ada di Seksi Perijinan Sarana Kesehatan.

 

Contoh Tesis 6 : Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (Sikda) Generik di Upt. Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar

Puskesmas sebagai pelaksana kesehatan terendah, mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan, dengan banyaknya laporan yang harus dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai program di Kementrian Kesehatan, sedangkan aplikasi untuk membuat berbagai laporan tersebut berbeda-beda, sehingga menimbulkan tumpang tindih dalam pengerjaannya, yang menghabiskan banyak sumberdaya dan waktu dari petugas puskesmas. Puskesmas Gambut membutuhkan suatu Sistem Informasi Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan di puskesmas, yaitu dengan mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah Generik (SIKDA Generik). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif rancangan studi kasus metode kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengisian kuisioner, observasi, telaah dokumen. Subyek penelitian berjumlah 16 orang dipilih secara purposive sampling, Analisis data menggunakan metode constant comparative method. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kompetensi dan jumlah SDM masih kurang, software aplikasi sering bermasalah, Tidak ada SK penugasan, tidak ada koordinasi sosialisasi pengimplementasian aplikasi, Tidak ada pelatihan dan bimbingan, Kualitas data belum lengkap namun akurat dan tepat waktu. Sehingga Jumlah SDM dan kompetensi SDM perlu ditambah, faktor organisasi harus lebih diperbaiki; input dan proses implementasi aplikasi masih kurang menyebabkan output aplikasi juga kurang.

 

Contoh Tesis 7 : Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Puskesmas Berdasarkan Beban Kerja di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung

Tesis ini membahas tentang pengembangan sistem informasi perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan puskesmas berdasarkan beban kerja di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Metode yang dipergunakan adalah metode perencanaan berdasarkan indikator beban kerja melalui lima langkah pelaksanaan. Sistem informasi ini diharapkan mempermudah pengambil keputusan untuk merencanakan perekrutan, pendistribusian serta mengevaluasi kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas sehingga dapat diambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pengembangan sistem informasi ini dilandasi oleh input, proses,dan output dari sistem perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas. Metode pengembangan sistem informasi mulai dari konsep sampai dengan implementasinya menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), pemodelan dan interface.

 

Contoh Tesis 8 : Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Puskesmas Berdasarkan Beban Kerja di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung

Tesis ini membahas tentang pengembangan sistem informasi perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan puskesmas berdasarkan beban kerja di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Metode yang dipergunakan adalah metode perencanaan berdasarkan indikator beban kerja melalui lima langkah pelaksanaan. Sistem informasi ini diharapkan mempermudah pengambil keputusan untuk merencanakan perekrutan, pendistribusian serta mengevaluasi kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas sehingga dapat diambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pengembangan sistem informasi ini dilandasi oleh input, proses,dan output dari sistem perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas. Metode pengembangan sistem informasi mulai dari konsep sampai dengan implementasinya menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), pemodelan dan interface.

 

Contoh Tesis 9 : Analisis Pelaksanaan Sisteminformasi Kesehatan Daerah (SIKDA) KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2012

Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas pengelola SIK Dinas Kesehatan Kota Bukittingggi, SIKDA manual mulai diterapkan pada Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi sejak tahun 2009, sedangkan untuk SIKDA online baru digunakan pada tahun 2010, namun masih terdapat banyak kendala yang terjadi dalam pengelolaan SIKDA online. Pada tahun 2011 dari tujuh puskesmas yang ada hanya empat puskesmas yang mengupdate data hingga akhir tahun akan tetapi belum mengisi semua format yang ada, sedangkan tiga puskesmas lainnya tidak melakukan pengupdatetan data. Sementara itu, pada tahun 2012 tercatat update data terakhir pada bulan Mei hanya dilakukan oleh tiga puskesmas yaitu Puskesmas Nilam Sari, Puskesmas Gulai Bancah, dan Puskesmas Tigo Baleh dimana hanya satu puskesmas yang mengirimkan data sebelum batas waktu pengumpulan yaiu Puskesmas Gulai Bancah.

Data/informasi yang diperoleh dari SIKDA online Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi belum maksimal penggunaannya dalam penyusunan kebijakan kesehatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan petugas SIKDA Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, disamping harus mengirimkan laporan secara online, petugas SIKDA puskesmas juga diharuskan melaporkan data secara manual kepada Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Sementara itu format data laporan manual berbeda dengan laporan data yang tersedia dalam aplikasi infokes dan lebih banyak format data yang harus diisi. Hal ini menyebabkan duplikasi kegiatan dengan keterbatasan tenaga yang ada sehingga pelaporan data belum berjalan dengan efektif.

Berbagai permasalahan yang ada tersebut tidak dapat dibiarkan terus berlanjut karena dapat mempengaruhi keakuratan data dan informasi yang dihasilkan baik di tingkat puskesmas, di tingkat Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, tingkat Propinsi, bahkan Nasional. Hal ini akan mempengaruhi kualitas keputusan yang akan diambil dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang Analisis Pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Kota Bukittinggi Tahun 2012.

 

Contoh Tesis 10 : Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik Di UPT. Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar

Puskesmas sebagai pelaksana kesehatan terendah mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan karena banyaknya laporan yang harus dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai  program di Kementerian Kesehatan. Aplikasi untuk membuat berbagai laporan yang berbeda-beda menimbulkan tumpang tindih dalam pengerjaannya,  sehingga menghabiskan banyak sumberdaya dan waktu dari petugas puskesmas.

 

Untuk memenuhi kebutuhan  pelaporan tersebut, Puskesmas Gambut mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi  Kesehatan Daerah Generik (SIKDA Generik).

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif rancangan studi kasus menggunakan metode kualitatif, data di kumpulkan dengan wawancara mendalam, pengisian kuisioner oleh responden, observasi, dan telaah dokumen. Subyek penelitian berjumlah 16 orang dipilih secara purposive sampling,  Analisis data menggunakan metode constant comparative method.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa kompetensi dan jumlah SDM masih kurang sehingga kompetensi SDM perlu ditingkatkan dan jumlah SDM perlu di tambah, software aplikasi sering mengalami gangguan dan perlu perbaikan atau update software SIKDA Generik, implementasi aplikasi SIKDA Generik di  Puskesmas Gambut belum memiliki SK penugasan, tidak ada koordinasi sosialisasi sebelum pengimplementasian aplikasi dan tidak ada pelatihan atau bimbingan terkait aplikasi menyebabkan pengetahuan SDM terhadap aplikasi SIKDA Generik kurang. Kualitas data yang di hasilkan aplikasi SIKDA Generik belum lengkap namun data yang di hasilkan sudah akurat dan tepat waktu., input dan proses implementasi aplikasi di Puskesmas Gambut masih kurang menyebabkan output yang dihasilkan aplikasi juga kurang.

Perlu adanya tata kelola yang lebih baik untuk implementasi SIKDA Generik

 

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?