HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen Ditinjau dari Sikap Ilmiah

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen Bebas Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Mempelajari materi listrik dasar kurang berhasil bila tidak ditunjang dengan kegiatan laboratorium. Metode eksperimen merupakan metode yang digunakan untuk proses pembelajaran dan biasa dilaksanakan di laboratorium. Fungsi dari metode eksperimen merupakan penunjang kegiatan proses belajar untuk menemukan prinsip tertentu atau menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang dikembangkan. Penggunaan kegiatan laboratorium memiliki banyak manfaat dalam pembelajaran sains sebagaimana yang disarankan oleh para guru sains. Kegiatan laboratorium merupakan pengalaman belajar yang direncanakan agar murid berinteraksi dengan bahan-bahan pelajaran dengan pengamatan gejala. Kegiatan laboratorium tidak dapat dipisahkan dengan pengajaran IPA, sehingga sering dikatakan bahwa sains bukanlah sains yang sebenarnya jika tidak disertai dengan kegiatan laboratorium. Dewasa ini minat terhadap kegiatan laboratorium sebagai pusat pembelajaran sains telah muncul kembali di sekolah-sekolah dipertegas lagi menuntut guru untuk memberikan nilai kognitif, afektif dan psikomotor Keberhasilan dalam tujuan pembelajaran, juga tergantung pada strategi pembelajaran yang digunakan. Salah satu fasilitas yang dapat diusahakan adalah dengan membuat suatu lingkungan pembelajaran yang mendukung siswa untuk dapat mengembangkan sikap ilmiah.Setiap siswa mempunyai sikap yang berbeda-beda terhadap stimulasi atau rangsangan. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang berbeda-beda pada masing-masing siswa.

Dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan perlu didukung oleh sikap ilmiah dalam diri siswa. Sikap ilmiah yang berkaitan dengan kelompok keterampilan dalam bidang ilmiah menjadi persyaratan bagi proses belajar. Jadi pada intinya sikap ilmiah adalah suatu kecenderungan atau dorongan untuk berperilaku dan pemikiran ilmiah sesuai dengan metode ilmiah yang diharpakan.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif ?
  2. Apakah ada pengaruh pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa pada aspek psikomotorik ?
  3. Apakah ada pengaruh sikap ilmiah kategori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif ?

C. Kajian Teori

Metode Inkuiri Terbimbing

Metode inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Metode Eksperimen

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang guru dituntut untuk mampu menggunakan berbagai metode mengajar. Metode mengajar merupakan cara-cara yang dapat ditempuh guru untuk menciptakan suasana pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Salah satu dari metode mengajar yang dapat digunakan guru adalah metode eksperimen bebas

Pengertian Sikap Ilmiah

Sikap merupakan keadaan diri manusia yang menggerakan untuk bertindak menyertai manusia dengan perasaan – perasaan tertentu dalam menanggapi obyek dan berbentuk atas dasar pengalaman – pengalaman Setiap orang mempunyai sikap yang berbeda-beda terhadap sesuatu perangsang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang ada, pada individu masing masing seperti adanva perbedaan dalam bakat, minat, pengalaman, intensitas perasaan, dan juga situasi lingkungan. Demikian pula sikap seseorang terhadap sesuatu perangsang yang sama mungkin juga tidak selalu sama.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh kelas IX SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 5 kelas.

Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 2 kelas.

Teknik pengumpulan data untuk variabel tes prestasi belajar Fisika aspek kognitif digunakan metode tes, sikap ilmiah siswa dalam belajar Fisika digunakan metode angket, prestasi belajar Fisika aspek psikomotorik digunakan metode observasi.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa variansi dengan sel tidak sama untuk efek utama A (metode pembelajaran) diperoleh FA = 16,909 > F(0,05;1;224) = 3,98. Ini berarti terdapat perbedaan prestasi belajar pokok bahasan listrik dinamis antara siswa yang menggunakan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing terhadap siswa yang menggunakan metode eksperimen bebas. Rerata nilai prestasi belajar pada kelompok eksperimen adalah 7,36 dan kelompok kontrol adalah 6,42. Bila dibandingkan antara rerata nilai prestasi belajar kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol ternyata rerata nilai prestasi belajar kelompok eksperimen lebih tinggi.

Berdasarkan hasil analisa variansi dengan sel tidak sama untuk efek utama B (sikap ilmiah siswa) diperoleh FB = 34,042 > Ftabel = 3,13. Ini berarti terdapat perbedaan prestasi belajar pada siswa sebagai akibat perbedaan tingkat sikap ilmiah siswa, yaitu sikap ilmiah siswa tinggi, sedang, dan rendah. Dari hasil uji komparasi ganda dengan pendekatan Scheffe diperoleh Fhitung = 10,4377 > 2F(0,05;2;78) = 6,25, Fhitung = 60,2137 > F(0,05;2;78) = 6,25, Fhitung = 31,0947 > 2F(0,05;2;78) = 6,25, yang berarti pula bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata prestasi belajar sebagai akibat sikap ilmiah yang tinggi, sedang dan rendah.

Berdasarkan hasil analisa variansi dengan sel tidak sama untuk efek utama AB (metode pembelajaran dan sikap ilmiah siswa) diperoleh FAB = 1,166 < F(0,05;1;224) = 3,13, sehingga H0 diterima. Ini berarti perbedaan prestasi belajar siswa sebagai akibat interaksi metode pembelajaran dengan tingkat sikap ilmiah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar pada pokok bahasan listrik dinamis, sehingga prestasi belajar fisika siswa dengan sikap ilmiah tinggi yang menggunakan metode inkuiri terbimbing maupun eksperimen bebas tetap lebih baik dari prestasi belajar fisika siswa dengan sikap ilmiah sedang maupun rendah.

Leave a Reply