HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Media Opaque Proyektor dan Digital Proyektor terhadap Kompetensi Pelajaran Kimia

Judul Skripsi : Pengaruh Penggunaan Media Opaque Proyektor dan Digital Proyektor terhadap Kompetensi Pelajaran Kimia Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa (Studi Eksperimen Terhadap Pembelajaran Kimia di SMA Negeri Kota Kabupaten Wonogiri)

 

A. Latar Belakang

Kemampuan awal siswa penting untuk diketahui guru sebelum ia memulai dengan pembelajarannya, karena dengan demikian dapat di ketahui apakah siswa telah mempunyai pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pembelajaran. Sejauh mana siswa telah mengetahui materi apa yang akan di sajikan. Dengan mengetahui hal tersebut, guru akan dapat merancang pembelajaran dengan lebih baik.

Salah satu media pembelajaran yang menggunakan perangkat teknologi penayangan teks dan gambar adalah media pembelajaran berbasis proyektor. Melalui media proyektor, siswa akan diajak untuk menikmati pembelajaran melalui berbagai tayangan yang bersifat edukatif, misalnya dengan tampilan animasi, grafik, diagram dan bahkan film, tentu ini akan menjadi salah satu media yang inovatif yang bisa digunakan untuk meningkatkan ketrampilan. Maka harapan penulis, melalui pembelajaran ini, kompetensi siswa akan meningkat.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Berdasarkan latar belakang uraian di atas, penulis mengemukakan permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media Opaque Proyektor dan Digital Proyektor terhadap kompetensi pelajaran kimia?
  2. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang memiliki kemampuan awal rendah dan siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi terhadap kompetensi pelajaran kimia?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan media pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap kompetensi pelajaran kimia?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Media

Kata media yang merupakan bentuk jamak dari kata medium adalah alat komunikasi. Diperoleh dari bahasa Latin medium (“antara”) yang secara harfiah berarti sesuatu yang dapat membawa informasi antara sumber informasi dengan penerima informasi. Enam macam yang termasuk kategori dasar media adalah teks, suara, gambar, video, manipulasi obyek, dan orang. Tujuan dari media adalah untuk memfasilitasi komunikasi dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran Kimia di SMA

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Depdiknas, 2006), Kimia merupakan ilmu yang termasuk rumpun IPA, oleh karenanya kimia mempunyai karakteristik sama dengan IPA. Karakteristik tersebut adalah objek ilmu kimia, cara memperoleh, serta kegunaannya. Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat.

Opaque Proyektor

Nama proyektor ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Opaque artinya tidak tembus cahaya. Dengan opaque proyektor dapat diproyeksikan benda-benda atau gambar-gambar yang tidak tembus cahaya (non transparan) di atas layar. Gambar-gambar dalam buku, majalah, mata uang, perangko, dapat ditunjukkan dengan alat ini.

Digital Proyektor

Hingga saat ini peran OHP termasuk opaque proyektor mulai tergantikan oleh adanya proyektor digital. Menurut Yudhi Munadi (2008: 182) digital proyektor lebih menjanjikan efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatannya dibanding OHP. Karena dalam penyiapan atau pembuatan bahan presentasi pada digital proyektor dibantu oleh perangkat lunak (software), seperti PowerPoint yang memiliki beberapa kelebihan.

Kemampuan Awal Siswa

Kemampuan awal menurut Winkel (1996: 46) diartikan dengan 2 cara, yaitu dalam arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, yaitu keadaan siswa, guru, jaringan sosial di sekolah dan di kelas, sekolah sebagai institusi pendidikan, dan faktor-faktor situasional. Sedangkan dalam arti sempit adalah kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan instruksional.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri di Kota Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2010/2011.

Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik multistage purposive cluster random sampling, sebanyak 70 siswa yang terdiri dari 36 siswa sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan media Opaque Proyektor dan 34 siswa sebagai kelompok eksperimen dengan menggunakan media Digital Proyektor.

Teknik pengumpulan data menggunakan data dokumen untuk variabel kemampuan awal siswa dan tes untuk mengetahui kompetensi pelajaran Kimia.

Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan.

 

E. Kesimpulan

Hasil dari penelitian dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan terhadap siswa SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Wonogiri. dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media Opaque Proyektor dan Digital Proyektor terhadap kompetensi pelajaran Kimia.

2. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah terhadap kompetensi pelajaran Kimia.

3. Tidak terdapat interaksi pengaruh antara media pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap kompetensi pelajaran Kimia.

Leave a Reply