HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif Pemasaran Siswa Kelas XII SMKN 1 Ngawi

 

A. Latar Belakang Masalah

Sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang disempurnakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP), guru mempunyai kebebasan dalam metode pembelajaran yang akan diterapkan. Dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bervarisi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran. Dari sini maka harus dirancang dan dibangun suasana kelas sedemikian rupa, sehingga siswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi satu dengan yang lain. Seringkali para guru untuk mengaktifkan siswa adalah dengan diskusi kelas. Namun dalam kenyataannya, stategi ini tidak efektif karena meskipun guru sudah mendorong siswa untuk aktif dalam berdiskusi, kebanyakan siswa hanya diam menjadi penonton sementara arena kelas dikuasai oleh beberapa siswa saja.

Salah satu metode pembelajaran yang berkembang saat ini adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran ini menggunakan kelompok-kelompok kecil sehingga siswa-siswa saling bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa dalam kelompok kooperatif belajar berdiskusi, saling membantu, dan mengajak satu sama lain untuk mengatasi masalah belajar. Pembelajaran kooperatif mengkondisikan siswa untuk aktif dan saling memberi dukungan dalam kerja kelompok untuk menuntaskan materi masalah dalam belajar.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada mata diklat Membuka Usaha Ritel di kelas XII PM 1 SMKN 1 Ngawi?
  2. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti mata diklat Membuka Usaha Ritel?
  3. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mengikuti/mempelajari mata diklat Membuka Usaha Ritel?

 

C. Kajian Teori

Group Investigation

Tipe Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok kecil dimana siswa bekerja menggunakan inquiri kooperatif, perencanaan, proyek, diskusi kelompok, dan kemudian mempresentasikan penemuan mereka kepada kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok.  Tipe ini paling kompleks dan sulit diterapkan dibandingkan tipe model kooperatif yang lain. Tipe ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang kompleks karena memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip belajar demokrasi.

Pengertian Motivasi

Purwanto (1990:73) menyatakan bahwa motivasi adalah usaha yang didasari untuk menggerakkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Senada dengan itu, Drever dalam Slameto (1991:60) mengatakan motive is an affective-conative factor which operates in determining the directionof an individual’s behavior towards an end or goal counsiustly apprehended or unconsiustly. Dari definisi ini dapat dipahami bahwa motif erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai. Di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat.

 

Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1990) yang dimaksud dengan Prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru”. Menurut Winkel, W.S. (1996:102) bahwa prestasi belajar adalah setiap kegiatan belajar yang menghasilkan suatu perubahan, yaitu prestasi belajar.

 

D. Metodelogi Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, observasi, dan tes.

Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan.

Untuk menjamin validitas data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.

 

E. Kesimpulan

1. Pada model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) siswa akan menjadi terbiasa dalam mengeluarkan pendapat atau bertanya sehingga hal ini akan menjadikan suasana kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif. Peningkatan keaktifan atau perilaku belajar siswa dapat dibuktikan dengan data non tes yang dilakukan oleh observer pada siklus I dan siklus II, dengan perolehan skor pengamatan terhadap kondisi keaktifan/perilaku siswa dalam mengikuti KBM yaitu siswa bersemangat dalam KBM dengan kategori baik sekali sebesar 31,3%, siswa dengan kategori baik 53,1%, siswa dengan kategori cukup sebesar 15,6%.

2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran Membuka Usaha Ritel efektif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari temuan dikelas, baik yang ditunjukkan dalam proses kegiatan belajar mengajar maupun hasil angket motivasi. Dari segi proses kegiatan belajar mengajar ditunjukkan oleh keaktifan siswa yang semakin baik dan meningkat selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, hal ini terlihat dari data non tes yang berupa perolehan skor pengamatan terhadap kondisi perilaku siswa dalam KBM yang meliputi semangat dalam KBM, mengajukan pertanyaan, kerjasama kelompok, dan mengeluarkan pendapat. Sedangkan dari hasil angket motivasi terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan antar motivasi belajar siswa pada kondisi awal dengan motivasi belajar siswa pada kondisi akhir. Pada siklus I motivasi belajar rata-rata kelas sebesar 118,06, dan pada siklus II sebesar 126,84 dari keseluruhan siswa dengan indikator kinerja minimal 113, yang sebelum tindakan sebesar 96.

3. Penerapan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti dari data hasil Ulangan harian pada tiap siklus yang selalu meningkat, perolehan nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 7,75, dan siklus II sebesar 8,36. Ada peningkatan prestasi belajar siswa dari kondisi awal sampai dengan siklus II dengan ketuntasn belajar klasikal sebesar 75% pada siklus I dan sebesar 93,75% pada siklus II, dari keseluruhan siswa dengan mendapat nilai minimal 76. Peningkatan ini disebabkan siswa tertarik dengan adanya model ini, sehingga siswa dapat dengan mudah menguasai materi yang disajikan.

Incoming search terms:

Leave a Reply