HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kemoterapi Neoadjuvant terhadap Ekspresi Nf?b dan C-Myc dan Hubungan Antara Ekspresi Nf?b

Judul Skripsi : Pengaruh Kemoterapi Neoadjuvant terhadap Ekspresi Nf?b dan C-Myc dan Hubungan Antara Ekspresi Nf?b dan C-Myc pada 5-Fluorourasil ( 5-FU )

A. Latar Belakang Penelitian

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring. Berdasarkan prevalensinya tumor ganas nasofaring sendiri berada di peringkat ke lima dari semua keganasan pada tubuh manusia. Di Indonesia pernah dilaporkan angka prevalensi KNF 6 diantara 100.000 penduduk pertahun (Roezin, 2003; Tan, 2010).

Penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berperan pada karsinogenesis masih terus berlangsung hingga saat ini. Secara umum telah disepakati proses tersebut telah berlangsung secara bertahap. Berbagai penelitian akhir-akhir ini telah membuktikan Epstein Barr Virus (EBV) selalu ditemukan pada biopsi KNF. Gambaran histopatologi terbanyak adalah jenis Undifferentiated sebesar 86 % dan karsinoma sel skuamosa berkeratin 14 % (Huang,1999). KNF Undifferentiated di Amerika Utara sebesar 63% dan di Cina Selatan 95% (Wei, 2006). Di RSUD Moewardi selama tahun 2008-2009 KNF Undifferentiated sebesar 89,1% ( Sari, 2010).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perubahan tingkat ekspresi NF?B dan c-myc akibat pemberian kemoterapi neoadjuvant pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated?
  2. Apakah ada hubungan antara tingkat ekspresi NF?B dan c-myc pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Karsinoma Nasofaring

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah suatu tumor ganas yang berasal dari epitel mukosa atau jaringan limfoepitelial pada nasofaring. KNF merupakan keganasan yang sulit didiagnosa secara dini karena lokasinya yang tersembunyi, sehingga kebanyakan penderita datang berobat dalam stadium lanjut. Kelainan yang dapat dijumpai pada KNF seperti penonjolan mukosa (creeping tumor), tumor eksofitik, infiltratif dan ulseratif. Adanya hubungan infeksi EBV dengan karsinoma nasofaring pernah diteliti Lin (2003) dan Wei (2006), terutama terdapat pada jenis Undifferentiated.

 

Epidemiologi

KNF merupakan keganasan yang relatif sedikit di banyak negara, dengan insidensi 1 / 100.000. Insidensi KNF lebih banyak di Alaska dan etnis Cina di bagian Selatan, terutama di propinsi Guang Dong. Baru baru ini dilaporkan insidensi KNF pada orang Hongkong yang tinggal di propinsi Guang Dong, dimana laki laki adalah 20 – 30 / 100.000 penduduk dan perempuan 15 – 20 / 100.000 penduduk.

 

Kemoterapi

Kemoterapi adalah segolongan obat-obatan yang dapat menghambat pertumbuhan kanker atau bahkan membunuh sel kanker. Obat-obat anti kanker ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal (active single agents), tetapi kebanyakan berupa kombinasi karena dapat lebih meningkatkan potensi sitotoksik terhadap sel kanker. Selain itu sel-sel yang resisten terhadap salah satu obat mungkin sensitif terhadap obat lainnya. Pemberian secara kombinasi juga dapat mengurangi dosis obat sitostatika sehingga efek samping menurun (Kentjono, 2002).

 

Cisplatin

Cisplatin atau Cisplatinum atau cis diamminedichloroplatinum (II) adalah obat kemoterapi kanker yang berbasis logam platinum. Pada dasarnya senyawa turunan platinum yang menunjukkan antitumor/antikanker telah ribuan yang disintesis. Tetapi hanya 28 dari mereka yang telah diujicoba secara klinis dan hanya 2 yang sangat aktif yaitu Cisplatin itu sendiri dan Carboplatin (Brockstein and Vokes, 2006).

 

5-Fluorourasil ( 5-FU )

5-Flourourasil adalah 5 fase dari urasil spesifik analog yang dapat diaktivasi dengan dua jalur intraseluler utama yaitu : a. fosforilasi sekuensila dan penggabungan dengan RNA atau (b) aktivasi pada 5-fluorodeoksiuridin monofosfat, yang menghambat enzim timidilat sintase dan konversi dari uridin menjadi senyawa timidin. Sel kehabisan timidin dan tidak dapat mensintesis DNA (Brockstein and Vokes, 2006).

 

Sensitivitas Kemoterapi Terhadap Karsinoma Nasofaring

Kemoterapi memiliki peran yang penting dalam pengobatan terhadap kanker nasofaring. Saat ini, kemoterapi pada umumnya dipertimbangkan sebagai terapi standar untuk hampir segala jenis kasus karsinoma pada stadium awal. Waktu pemberian dan peran yang optimal dari kemoterapi saat ini masih dalam tahap pencarian. Pada metastasis, karsinoma berdiferensiasi buruk (Undiferentiated), atau limfoepitelioma pada nasofaring sangat sensitif terhadap kemoterapi (Brockstein and Vokes, 2006).

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan One group before and after intervention. Sebanyak 10 sampel dari jaringan biopsi karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated, masing-masing dilakukan pemeriksaan penentuan ekspresi NF?B dan c-myc sebelum dan sesudah pengobatan menggunakan pemeriksan imunohistokimia dengan sistem Avidin Biotin Complex ( ABC ). Antibodi yang digunakan mouse anti NF?B (Santa Cruz) dan mouse anti c-myc (Santa Cruz). Substrat enzim yang digunakan adalah Diaminobenzidin tetrahidrochloride (DAB). Analisa dengan Uji statistk Wilcoxon signed Ranks test dan Spearman’s menggunakan SPSS 15.0 program underwindow.

 

E. Kesimpulan

1. Terdapat peningkatan ekspresi NF?B yang signifikan akibat kemoterapi neoadjuvant ( p = 0,005 ). Hal ini bisa disebabkan karena proses keganasan pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated memang masih terjadi atau karena reaksi inflamasi sesudah radioterapi.

2.Terdapat peningkatan ekspresi c-myc yang signifikan akibat kemoterapi neoadjuvant ( p = 0,025). Peningkatan ekspresi c-myc menyebabkan proses proliferasi yang berlebihan ini bisa disebabkan karena proses keganasan pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated yang masih terjadi dan bersifat progresif maupun proliferasi sel untuk regenerasi akibat nekrosis sesudah radioterapi.

3. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara ekspresi NF?B dan c- myc pada karsinoma Nasofaring jenis Undifferentiated ( p=0,001). Hal ini membuk tikan bahwa pada karsinoma nasofaring jenis Undifferentiated, peningkatan ekspresi c-myc yang menyebabkan terjadinya proliferasi sel yang berlebihan adalah akibat adanya peningkatan ekspresi NF?B.

Leave a Reply