HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai n Kelincahan dgn Kecepatan Menggiring Bola

Tesis Pendidikan : Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan dengan Kecepatan Menggiring Bola pada Siswa Lembaga Pendidikan Sepakbola (LPSB) Undip Semarang Tahun 2005

A. Latar Belakang

Menurut Sukatamsi (1984: 34) bahwa teknik dasar bermain sepakbola terdiri dari: 1) teknik tanpa bola, diantaranya adalah: a) lari, b) melompat, c) gerak tipu tanpa bola , d) gerakan khusus penjaga gawang. 2) teknik dengan bola, diantaranya adalah: a) menendang bola, b) menerima bola, c) menggiring bola, d) menyundul bola, e) melempar bola, f) gerak tipu dengan bola, g) merampas atau merebut bola, dan h) teknik-teknik khusus penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola bila kita amati , menggiring bola merupakan gerakan yang sering dilakukan oleh pemain sepakbola. Menurut A. Sarumpaet (1992: 24) menyatakan bahwa menggiring bola merupakan teknik dalam usaha memindahkan bola dari suatu daerah ke daerah lain pada saat pemainan. Sedangkan tujuan dari menggiring bola adalah: 1) memindahkan permainan, 2) untuk melewati lawan, 3) untuk memancing lawan, 4) untuk memperlambat permainan (A. Sarumpaet, 1992: 24-25).

Seorang pemain sepakbola selain harus menguasai teknik dasar yang benar juga harus mempunyai kondisi fisik yang baik, komponen kondisi fisik yang sangat diperlukan meliputi: kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan, keseimbangan, koordinasi, kelincahan, ketepatan dan reaksi (M. Sajoto, 1988: 56). Jadi menggiring bola tidak hanya membawa bola menyusuri tanah dan lurus ke depan melainkan menghadapi lawan yang jaraknya cukup dekat dan rapat. Hal ini menuntut seorang pemain untuk memiliki kemampuan menggiring bola dengan baik. Menggiring bola adalah membawa bola dengan kaki dengan tujuan melewati lawan, mencari kesempatan memberi umpan kepada kawan, dan untuk menahan bola tetap ada dalam penguasaan. Menggiring bola memerlukan keterampilan yang baik dan didukung dari unsur-unsur kondisi fisik yang baik pula seperti kekuatan yang merupakan daya penggerak bagi setiap aktivitas fisik. Kelincahan dan kecepatan disini memberikan kemampuan garak lebih cepat.

B.Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan menggiring bola?
  2. Apakah ada hubungan antara kelincahan dengan kecepatan menggiring bola?

C. Landasan Teori

Sepak Bola

Sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas (11) orang pemain, yang lazim disebut kesebelasan. Masing-masing regu atau kesebelasan berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya kedalam gawang lawan dan mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan (A. Sarumpaet, 1992: 5).

Teknik Dasar Bermain Sepak Bola

Menurut Sukatamsi (1984: 34) bahwa teknik dasar bermain sepakbola terdiri dari: 1) teknik tanpa bola, diantaranya adalah: a) lari, b) melompat, c) gerak tipu tanpa bola , d) gerakan khusus penjaga gawang. 2) teknik dengan bola, diantaranya adalah: a) menendang bola, b) menerima bola, c) menggiring bola, d) menyundul bola, e) melempar bola, f) gerak tipu dengan bola, g) merampas atau merebut bola, dan h) teknik-teknik khusus penjaga gawang.

Kekuatan Otot Tungkai

Kekuatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam unjuk kerja dan sangat menentukan kualitas kondisi fisik seseorang dan sangat dibutuhkan dihampir semua cabang olahraga, kekuatan adalah kemampuan dari otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitasnya ( Suharno HP, 1985: 24).

D. Metode Penelitian

Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik tes. Hipotesis penilitian adalah: 1) Ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan menggiring bola, 2) Ada hubungan antara kelincahan dengan kecepatan menggiring bola, 3) Ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kecepatan menggiring bola. Variabel penelitian meliputi variabel bebas (prediktor) terdiri dari 1) Kekuatan otot tungkai (X1), 2) Kelincahan (X2) dan variabel terikat (kriterium) atau Y adalah Kecepatan menggiring bola.

E. Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang berarti antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan menggiring bola pada siswa lembaga pendidikan sepakbola (LPSB) UNDIP Semarang Tahun 2005”.
  2. Ada hubungan yang berarti antara kelincahan dengan kecepatan menggiring bola pada siswa lembaga pendidikan sepakbola (LPSB) UNDIP Semarang Tahun 2005”.
  3. Ada hubungan yang berarti antara kekuatan otot tungkai dan kelincahan dengan kecepatan menggiring bola pada siswa lembaga pendidikan sepakbola (LPSB) UNDIP Semarang Tahun 2005”.

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai dan Kelincahan dengan Kecepatan Menggiring Bola pada Siswa Lembaga Pendidikan Sepakbola (lpsb) Undip Semarang Tahun 2005
  2. Hubungan antara Tingkat Persepsi Kinestetik dengan Keberhasilan Smash Bola Voli Siswa SMK Pangudi Luhur Muntilan Tahun 2006/2007
  3. Hubungan Fleksibilitas dan Kelincahan dengan Kemampuan melakukan Groundstroke dalam Tenis pada Pemain usia 14-16 tahunDi kota Semarang tahun 2007
  1. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Kelentukan Pergelangan Tangan dengan Hasil Tembakan Bebas dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SMA 1 Kendal tahun Pelajaran 2004 / 2005
  2. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Start Renang Gaya Kupu-Kupu pada Atlet Perkumpulan Renang Spectrum Semarang
Incoming search terms:

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)