HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Hubungan Kedalaman Intrusi Air Terhadap Kekerasan Semen Ionomer Kaca (SIK)

ABSTRAK

Latar Belakang: Semen Ionomer Kaca (SIK) adalah bahan restorasi yang terdiri dari bubuk kaca kalsium fluoroaluminosilikat dan asam poliakrilik. Pada tahap awal reaksi setelah dilakukan pencampuran, SIK sensitif terhadap udara dan air yang dapat menghambat reaksi pengerasan, sehingga perlu diberikan perlindungan dengan material yang kedap air dan salah satu material tersebut adalah bonding agent. Tujuan: Menganalisis hubungan kedalaman intrusi air terhadap kekerasan SIK. Metode: 12 spesimen SIK dengan diameter 5 mm dan tebal 2 mm, dibagi menjadi 3 kelompok: kelompok 1 tanpa bahan pelindung, kelompok 2 diaplikasikan varnis, dan kelompok 3 diaplikasikan bonding agent.

Seluruh spesimen direndam dalam methylene blue 0,1% selama 24 jam dan di masukkan ke dalam inkubator dalam suhu 370C. Selanjutnya setiap sampel dibelah menjadi 2 bagian, pada satu bagian dilakukan pengukuran terhadap kedalaman intrusi air menggunakan measuring microscope sedangkan pada satu sisi lainnya dilakukan pengukuran terhadap kekerasan menggunakan Knoop Microhardness Tester. Kemudian hasilnya dianalisis secara statistik. Hasil: Pada tiap kelompok terdapat hubungan korelasi yang kuat antara kedalaman intrusi air dan kekerasan SIK dengan nilai korelasi -0,868 dan nilai p < 0,05 .

Kesimpulan:
Semakin dalam intrusi air pada SIK, semakin rendah kekerasan SIK.
Kata kunci:
Semen Ionomer Kaca (SIK), kedalaman intrusi air, kekerasan

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi kesehatan lengkap / tesis kesehatan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Semen Ionomer Kaca (SIK) merupakan salah satu bahan restorasi yang banyak digunakan oleh dokter gigi karena mempunyai beberapa keunggulan yaitu preparasinya dapat minimal, ikatan dengan jaringan gigi secara khemis, melepas fluor dalam jangka panjang, estetis, biokompatibel, daya larut rendah, translusen, dan bersifat anti bakteri (Mount, 1995).1

Komposisi SIK terdiri atas bubuk dan cairan. Bubuk terdiri atas kaca kalsium fluoroaluminosilikat yang larut asam dan cairannya merupakan larutan asam poliakrilik. Reaksi pengerasan dimulai ketika bubuk kaca fluoroaluminosilikat dan larutan asam poliakrilik dicampur, kemudian menghasilkan reaksi asam-basa dimana bubuk kaca fluoroaluminosilikat sebagai basanya.2

Air memegang peranan penting selama proses pengerasan dan apabila terjadi penyerapan air maka akan mengubah sifat fisik SIK. Saliva merupakan cairan di dalam rongga mulut yang dapat mengkontaminasi SIK selama proses pengerasan dimana dalam periode 24 jam ini SIK sensitif terhadap cairan saliva sehingga perlu dilakukan perlindungan agar tidak terkontaminasi. Kontaminasi dengan
saliva akan menyebabkan SIK mengalami pelarutan dan daya adhesinya terhadap gigi akan menurun. SIK juga rentan terhadap kehilangan air beberapa waktu setelah penumpatan.3 Jika tidak dilindungi dan terekspos oleh udara, maka permukaannya akan retak akibat desikasi.3 Baik desikasi maupun kontaminasi air dapat merubah struktur SIK selama beberapa minggu setelah penumpatan.3

Salah satu sifat fisik terpenting dari suatu material restoratif adalah kekerasan permukaan.4 Kekerasan permukaan dapat didefinisikan sebagai ketahanan suatu material terhadap indentasi dan dapat digunakan untuk merefleksikan ketahanan permukaan terhadap abrasi.5 Definisi tersebut menjadikan kekerasan permukaan sebagai suatu parameter penting dalam mengevaluasi material-material restoratif, terutama material yang digunakan untuk merestorasi kavitas kelas V yang rentan terhadap tekanan abrasif.5 Kekerasan permukaan SIK antara lain dipengaruhi oleh reaksi pengerasan yang diperpanjang, dehidrasi atau hidrasi dari SIK.5 Cattani-Lorente, dkk, menemukan bahwa rusaknya sifat-sifat fisik semen setelah penyimpanan jangka panjang dalam suatu lingkungan aqueos dapat berhubungan dengan absorpsi dari material tersebut.6 Salah satu diantara sifat-sifat fisik semen tersebut adalah kekerasan permukaan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka selama proses pengerasan SIK perlu dilakukan perlindungan agar tidak terjadi kontaminasi dengan saliva dan udara, yaitu dengan cara mengunakan bahan isolasi yang efektif dan kedap air. Bahan pelindung yang biasa digunakan adalah varnis yang terbuat dari isopropil asetat, aseton, kopolimer dari vinil klorida, dan vinil asetat7 yang akan larut dengan mudah dalam beberapa jam atau pada proses pengunyahan. Beberapa peneliti seperti Earl dkk menggunakan bonding agent sebagai pelindung. Mereka mengungkapkan bahwa perlindungan yang dilakukan segera saat SIK belum mengeras dengan menggunakan bonding agent merupakan metode yang paling efektif untuk membatasi pergerakan air pada SIK. Selain itu, Hotta dkk juga meneliti efek berbagai bahan pelindung yang berbeda terhadap stabilitas warna dari SIK. Mereka menyimpulkan bahwa bonding agent merupakan pelindung yang terbaik dalam menjaga stabilitas warna SIK.

Leave a Reply