HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Ekstrak Kulit Apel Rome Beauty Terhadap Peningkatan Kadar Alanine Aminotransferase Mencit Yang Dipapar CCL4

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Penyakit hati adalah permasalahan dunia dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Meskipun manajemen kedokteran sudah bagus, tetapi belum ada pemberian terapi yang sukses hingga saat ini. Bahkan perkembangan pengobatan yang terbaru untuk mengatasinya sering menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan (Madani et al., 2008). Maka dari itu di era perkembangan industri yang maju saat ini sikap selektif dalam memilih komoditas yang memiliki nilai kesehatan yang tinggi cenderung untuk kembali ke alam (back to nature) (Handajani, 2007) dan lebih memilih untuk memakai substansi bioaktif alami untuk agen terapeutik (Son et al., 2004).

Metabolisme di dalam hati mempunyai fungsi untuk melindungi jaringan-jaringan lain dari senyawa kimia yang berpotensi berbahaya yang terlarut dalam darah. Tetapi ironisnya hasil dari detoksifikasi itu justru membuat kerusakan kronis hati itu sendiri (Yu et al., 2002). Sehingga hati menjadi organ yang potensial untuk terjadinya jejas mematikan oleh senyawa-senyawa kimia termasuk CCl4 (Karbon Tetraklorida) (Middleton et al., 2000). CCl4 menginduksi terjadinya kerusakan hati seperti yang diakibatkan oleh radikal bebas. CCl4 bukan hanya menginduksi terjadinya nekrosis tetapi juga apoptosis (Lee et al., 2004).

Salah satu penyebab yang mempunyai hubungan penting dengan terjadinya kerusakan jaringan pada keadaan-keadaan patologi termasuk penyakit hati adalah oleh adanya radikal bebas (Dalgic et al., 2005). Radikal bebas akan menginduksi terjadinya kerusakan sel yang akan berdampak pada banyak munculnya patobiologi, keganasan, proses penuaan, timbulnya penyakit degeneratif dan lain-lain (Chitra and Devi, 2008). Pertahanan terhadap radikal bebas di dalam tubuh manusia tidak sempurna sehingga stres oksidatif masih bisa terjadi (Boyer and Liu, 2004). Komponen yang bisa menetralisir bahaya radikal bebas adalah antioksidan (Marcovitch, 2005). Buah-buahan dan sayuran mengandung antioksidan yang tinggi (Wolfe and Liu, 2003; Jones and Kubow, 2006). Mengkonsumsi tinggi buah-buahan dan sayuran bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit kronik, kanker (Ding et al., 2003; Boyer and Liu, 2004), diabetes (Boyer and Liu, 2004; Noyan, 2005), asma (Boyer and Liu, 2004), penyakit hati yang disebabkan alkohol (Kono, 2000; Arteel, 2002) dan penyakit kardiovaskuler (Boyer and Liu, 2004; Jones and Kubow, 2006).

Apel memiliki aktivitas antioksidan dan kemopreventif terhadap kanker (Ding et al., 2003). Dalam penelitian epidemiologi didapatkan hubungan antara mengkonsumsi apel dengan penurunan risiko terjadinya kanker, penyakit kardiovaskuler, dan diabetes (Boyer and Liu, 2004). Ape  merupakan sumber senyawa phenol yang baik ( Wolfe and Liu, 2003; Lotito and Frei, 2003). Senyawa phenol dapat berfungsi sebagai antioksidan (Grassi et al., 2005). Senyawa phenol pada apel lebih banyak terdapat pada kulitnya dibandingkan daging buahnya (Wolfe and Liu, 2003; Boyer and Liu, 2004). Ini berarti konsentrasi fitokimia dan antioksidan pada kulit lebih tinggi daripada daging buahnya (Wolfe and Liu, 2003). Ekstraksi merupakan salah satu cara untuk mengungkap potensi senyawa antioksidan dalam tumbuhan seperti phenol (Savitri, 2008). Ekstraksi kulit apel dengan menggunakan pelarut etanol dapat menarik komponen/zat aktif yang terkandung di dalamnya sehingga akan didapatkan senyawa-senyawa kimia yang diinginkan (Harborne, 1987).

Leave a Reply