HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Program Bantuan Pangan Non Tunai

CONTOH TESIS NO.1 IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DINAS SOSIAL DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI KELURAHAN SISIR KECAMATAN BATU KOTA BATU

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran Umum Bantuan Pangan Non Tunai (2) Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai Dinas Sosial Di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu (3) Faktor Pendukung dan penghambat Program Bantuan Pangan Non Tunai. Metode Penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gambaran Umum Program Bantuan Pangan Non Tunai terdapat empat proses yaitu Registrasi atau Pembukaan Rekening, Edukasi dan Sosialisasi, Penyaluran, Pembelian Barang. (2) Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu dirasa sudah baik dengan menggunakan E-warong sebagai tempat pembelian bahan pangan. (3) Program Bantuan Pangan Non Tunai memiliki faktor pendukung yaitu dengan pemerintah atau pelaksanan kegiatan cukup tanggap akan kendala-kendala yang terjadi pada Keluarga Penerima Manfaat itu.

BAB I

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan program yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tentang kemiskinan. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin  di Indonesia. Program pemerintah yang berorientasi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat   adalah   Program   Bantuan   Pangan Non Tunai yang selanjutnya disebut BPNT.

Teknik Analisis

Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.2 Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang implementasi program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Kajarharjo Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposivedan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa implementasi program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi adalah Implementasi program BPNT sudah sesuai dengan buku panduan program BPNT tahun 2018. Meskipun dalam proses penyaluran program masih memiliki beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi kepada masyarakat maupun KPM, Kurangnya E-warong. Akan tetapi program BPNT memberikan dampak dan manfaat yang baik untuk kesejahteraan masyarakat khususnya KPM. Akan tetapi bagi sebagian KPM juga memberikan dampak ketergantungan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, secara umum dapat disimpulkan bahwa Implementasi Program BPNT di Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi, yaitu:Program BPNT merupakan program pelayanan sosial dari pemerintah untuk masyarakat miskin. Implementasi dari program BPNT sudah sesuai dengan buku panduan program BPNT tahun 2018. Meskipun dalam proses penyaluran program masih memiliki beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi kepada KPM, kurangnya E-warong dan kurangnya koordinasi antar pendamping BPNT. Selain itu program BPNT memberikan dampak dan manfaat yang baik untuk kesejahteraan masyarakat khususnya KPM.

BAB I

Bantuan Pangan Non Tunai merupakan program baru pengganti dari program Rastra. Tujuan Program BPNT sebenarnya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan digunakan untuk memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada Keluarga Penerima Manfaat atau yang biasa disingkat dengan KPM, meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan Bantuan Pangan bagi KPM,memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan, dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan.Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sudah melakukan dan menjalankan program pemerintah yang baru yaitu BPNT. Jumlah yang menerima program BPNT di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 101.626 KPM, dengan jumlah murni BPNT adalah 63.371 KPM. Jumlah KPM tersebut adalah penerima Rastra pada program sebelumnya. Kemudian 38.255 KPM yang merupakan penerima program keluarga harapan (PKH) yang telah diverifikasi dan dinilai berhak memperoleh BPNT.

Teknik Analisis

Adapun penelitian yang dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.3 ANALISIS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan)

Abstrak

Hasil dalam penelitian ini adalah program BPNT di Desa Merak Batin ini belum terlaksana dengan baik, berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Bahwa program BPNT di Desa Merak Batin ini hanya dapat memenuhi 3 indikator saja yaitu tepat jumlah, tepat harga, dan tepat kualitas. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, karena dari ketiga indikator kesejahteraan masyarakat yaitu kebutuhan dasar, tingkat kehidupan, dan memperluas skala ekonomi dan ketersediaan pilihan sosial bagi individu dan bangsa belum ada yang terpenuhi, karena program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin ini hanya berfungsi sebagai penekan biaya pengeluaran rumah tangga miskin saja. Implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin dilihat dari nilai-nilai dasar Ekonomi Islam hanya mampu memenuhi nilai dasar tafakul (Jaminan Sosial) dan tanggung jawab pemerintah untuk masyarakat dalam mendorong terciptanya hubungan yang baik di antara pemerintah dan masyarakatnya.

BAB I

Latar belakang dalam penelitian ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita bangsa dan negara perlu adanya program yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat bahwa kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu program penanggulangan kemiskinan adalah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan. Di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah Desa yang menerima bantuan tersebut sejak tahun 2002. Dan sudah berkali-kali melakukan perubahan yaitu yang pertama raskin lalu diperbarui menjadi rastra dan yang terakhir atau saat ini yaitu BPNT. Pada melakukan prasurvey terdapat beberapa masalah yaitu di kualitas berasnya yang kurang baik, penyalurannya yang tidak tepat yaitu tidak sebulan sekali dan tidak tepat sasaran karena masih ditemukan masyarakat yang komplen tentang hal itu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dan Bagaimana implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dalam perspektof Ekonomi Islam.

Teknik Analisis

Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana peneliti turun langsung kelapangan, data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner (Angket) dan data sekunder diperoleh dari data dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dengan total penerima 864. Dalam menentukan sampel menggunakan rumus Slovin. Data di peroleh dengan cara menyebar kuesioner (Angket) sebanyak 90 kepada penerima program BPNT.

CONTOH TESIS NO.4 Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru

Abstrak

Secara umum hasil penelitian yang penulis lakukan dapat dikatakan bahwa dengan uji t hitung = 14,000> ttabel = 0,2319, dan signifikansi = 0,000

BAB I

Tesis ini diusulkan untuk memenuhi syarat untuk gelar Sarjana Sosiologi. Dengan judul “Efektivitas Program BPNT dalam Peningkatan Kesejahteraan di Kabupaten Tampan Pekanbaru”. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana efektifitas program BPNT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tampan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 72 orang. Teori yang digunakan adalah teori efektivitas, teori pemberdayaan masyarakat dan teori kemiskinan.

Teknik Analisis

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap elemen populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif karena metode ini lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Instrumen penyaringan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumen.

CONTOH TESIS NO.5 ANALISIS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Abstrak

Hasil dalam penelitian ini adalah program BPNT di Desa Merak Batin ini belum terlaksana dengan baik, berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Bahwa program BPNT di Desa Merak Batin ini hanya dapat memenuhi 3 indikator saja yaitu tepat jumlah, tepat harga, dan tepat kualitas. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, karena dari ketiga indikator kesejahteraan masyarakat yaitu kebutuhan dasar, tingkat kehidupan, dan memperluas skala ekonomi dan ketersediaan pilihan sosial bagi individu dan bangsa belum ada yang terpenuhi, karena program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin ini hanya berfungsi sebagai penekan biaya pengeluaran rumah tangga miskin saja. Implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin  dilihat dari nilai-nilai dasar Ekonomi Islam hanya mampu memenuhi nilai dasar tafakul (Jaminan Sosial) dan tanggung jawab pemerintah untuk masyarakat dalam mendorong terciptanya hubungan yang baik di antara pemerintah dan masyarakatnya.

BAB I

Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita bangsa dan negara perlu adanya program yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat bahwa kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu program penanggulangan kemiskinan adalah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan. Di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah Desa yang menerima bantuan tersebut sejak tahun 2002. Dan sudah berkali-kali melakukan perubahan yaitu yang pertama raskin lalu diperbarui menjadi rastra dan yang terakhir atau saat ini yaitu BPNT. Pada melakukan prasurvey terdapat beberapa masalah yaitu di kualitas berasnya yang kurang baik, penyalurannya yang tidak tepat yaitu tidak sebulan sekali dan tidak tepat sasaran karena masih ditemukan masyarakat yang komplen tentang hal itu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dan Bagaimana implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dalam perspektof Ekonomi Islam.

Teknik Analisis

Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana peneliti turun langsung kelapangan, data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner (Angket) dan data sekunder diperoleh dari data dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dengan total penerima 864. Dalam menentukan sampel menggunakan rumus Slovin. Data di peroleh dengan cara menyebar kuesioner (Angket) sebanyak 90 kepada penerima program BPNT.

CONTOH TESIS NO.6 EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KELURAHAN GULAK GALIK KECAMATAN TELUK BETUNG UTARA KOTA BANDAR LAMPUNG

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kelurahan Gulak Galik Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung tahun berdasarkan persepsi masyarakat penerima manfaat program BPNT sudah berjalan efektif hanya perlu ditingkatkan pada indikator ukuran efektivitas program yang masih termasuk kategori cukup efektif agar program dapat berjalan lebih efektif secara keseluruhan. Dengan persentase sebagai berikut: Ketepatan sasaran program 62% atau 21 responden masuk ke dalam kategori efektif, Sosialisasi program 44% atau 15 responden termasuk ke dalam kategori cukup efektif, tujuan program 79% atau 27 responden ada pada kategori efektif, dan pemantauan program 56% atau 19 responden ada pada kategori cukup efektif. Untuk itu agar lebih ditingkatkan lagi efektivitas pelaksanaan program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kelurahan Gulak Galik dengan seringnya melakukan pembaharuan data penerima manfaat program serta pemberian pelayanan dan penginformasian program lebih maksimal.

BAB I

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelaksanaan program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kelurahan Gulak Galik Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung.

Teknik Analisis

Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian yaitu penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kelurahan Gulak Galik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 336 kepala keluarga dengan sampel yang diambil sebanyak (10%) dari populasi yaitu 34 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket sebagai teknik pokok sedangkan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik penunjang.

CONTOH TESIS NO.7 EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) PENERIMA MANFAAT TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN GLUGUR KOTA KECAMATAN MEDAN BARAT

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Penerima Manfaat Terhadap Kesejahteraan Keluarga Miskin di Kelurahan Glugur Kota Kecamatan Medan Barat dapat dikatakan berjalan efektif. Hal ini didasari dengan adanya pendataan dan survey yang merupakan bagian dari strategi program sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga masyarakat mendapatkan bantuan untuk terwujudnya kesejahteraan keluarga miskin dalam aspek tingkat pendapatan dan ketahanan pangan.

BAB I

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal secara bersamaan disuatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dengan demikian sangatlah penting adanya program-program pembangunan masyarakat yang berfokus kepada mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat khususnya masalah keluarga miskin. Kemiskinan merupakan masalah sosial yang menarik untuk kajian taraf kesejahteraan. Keluarga miskin adalah kondisi ketidakberdayaan yang dialami masyarakat akibat ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan hidup maupun akibat ketidakmampuan negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada keluarga miskin di perkotaan. Dengan demikian pemerintah membentuk dan menyelenggarakan program yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan memenuhi kesejahteraan rakyat dalam sektor ketahanan pangan yang dinamakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan rumusan masalah Bagaimana efektivitas pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) penerima manfaat terhadap kesejahteraan keluarga miskin di Kelurahan Glugur Kota Kecamatan Medan Barat ? dan memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai terhadap kesejahteraan keluarga miskin di Kelurahan Glugur Kota Kecamatan Medan Barat.

Teknik Analisis

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif, dan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Bapak Reynold Sianturi SE selaku pelaksana program di bidang pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin, Bapak Budiono SH selaku tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, Ibu Darmitri, Nur Masitah, Hermita Fanti, Veni Ivanty dan Nuraini selaku masyarakat penerima manfaat Program Bantuan Pangan Non Tunai.

CONTOH TESIS NO.8 Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Surakarta

Abstrak

Berdasarkan   hasil   penelitian   diperoleh   bahwa   berdasarkan   aspek efektivitas program dari Nakamura dan Smallwoods (1980) yaitu pencapaian tujuan,   kepuasan   kelompok   sasaran,   daya   tanggap   client,   dan   sistem pemeliharaan, Program Bantuan Pangan Non Tunai dikatakan belum berjalan efektif. Dilihat dari aspek pencapaian tujuan, masih ada kendala yang menyebabkan bantuan pangan tidak diterima secara tepat waktu oleh KPM, dilihat dari aspek kepuasan kelompok sasaran dapat dikatakan respon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah cukup puas dengan adanya bantuan pangan non tunai ini. Melalui program Bantuan Pangan Non Tunai ini   masyarakat menjadi terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Disisi lain Program Bantuan Pangan Non Tunai ini dapat memberdayakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui e- warong. Dari aspek daya tanggap client, tidak semua Keluarga Penerima Manfaat dapat secara langsung menerima dan memahami penyesuaian dalam Program Bantuan  Pangan Non Tunai, sehingga masih perlu dampingan dari pendamping Bantuan Pangan Non Tunai ketika pencairan bantuan.   pemeliharaan dari pihak pelaksana sudah cukup baik, dibuktikan dengan adanya pelatihan-pelatihan untuk e-warong agar tetap berlanjut dan berkembang.

BAB I

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Surakarta. Program Bantuan Pangan Non Tunai merupakan program bantuan sosial dari Pemerintah sebagai pengganti program Rastra/Raskin yang disalurkan secara non-tunai atau menggunakan kartu elektronik yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya, yang digunakan hanya untuk membeli bahan kebutuhan pokok di agen atau warung yang telah bekerja sama dengan Bank Himbara.

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Penentuan sumber data menggunakan purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan snowball sampling. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Penelitian ini menganalisis efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai dengan aspek efektivitas dari Nakamura dan Smallwood yaitu pencapaian tujuan atau hasil, kepuasan kelompok sasaran, daya tanggap klien, dan sistem pemeliharaan.

CONTOH TESIS NO.9 ANALISIS DAMPAK PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DAERAH (BPNT-D) TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI GORONTALO

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari program bantuan pangan non tunai daerah (BPNT-D) terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terlihat bahwa di wilayah pedesaan program BPNT-D tidak memberikan dampak yang berarti bagi peningkatan konsumsi rumah tangga sasaran (masyarakat yang termasuk pada kelompok berpendapatan 20% kebawah).Sedangkan di wilayah perkotaan program BPNT-D menunjukkan keefektifan yang cukup baik.

BAB I

Kemiskinan merupakan masalah yang selalu menjadi persoalan di beberapa Negara berkembang. Di Indonesia sendiri, kemiskinan telah lama menjadi persoalan dan sampai dengan saat ini belum menunjukkan tandatanda akan berakhir. Kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang ataupun kelompok mengalami kekurangan atau ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang berhubungan dengan hal-hal pemenuhan kualitas hidupnya, seperti makanan, pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan pendidikan.

Teknik Analisis

Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Sosial kabupaten/kota Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.

CONTOH TESIS NO.10 Inovasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan (Studi pada Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang)

Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian diapangan menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan pada program bantuan pangan non tunai dalam bentuk voucher tersebut lebih efektif dan efisien serta memiliki nilai yang lebih. Inovasi program bantuan pangan non tunai tersebut berdasarkan dengan berbagai kekurangan pada program sebelumnya. Selain itu inovasi tersebut termasuk kedalam inovasi terusan. Implementasi program bantuan pangan terdapat perubahan pada struktur pelaksana program yaitu adanya keterlibatan Bank BNI dan Pengelola Rumah Pangan Kita. Pelaksanaan program bantuan pangan non tunai dilaksanakan berdasarkan buku pedoman pelaksanaan bantuan pangan non tunai 2017. Pelaksanaan program secara teknis dilakukan dengan menyesuaikan keadaan pada lokasi penyaluran.

BAB I

Program Bantuan Pangan Non Tunai merupakan bentuk inovasi dari program raskin. Inovasi pada program raskin tersebut dilakukan berdasarkan dengan melihat berbagai kekurangan pada pelaksanaan program. Bentuk Inovasi yang dilakukan pada program raskin menjadi program bantuan pangan non tunai ialah dengan memberikan terobosan pada produk bantuan, proses, metode pelayanan, strategi dan sistem pelayanan. Inovasi pada program bantuan pangan non tunai ini termasuk dalam kategori sustaining innovation atau inovasi terusan dimana inovasi dilakukan berdasarkan dengan keadaan pada program sebelumnya. Inovasi yang dilakukan termasuk kedalam level inovasi incremental hal tersebut dikarenakan inovasi yang dilakukan pada program raskin menjadi bantuan pangan non tunai tidak membawa perubahan yang besar hanya membawa perubahan pada sebagian kecil pada program. Dalam Implementasinya program bantuan pangan non tunai dilihat dari organisasi, interpretasi dan aplikasi Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dibatasi oleh 2 (dua) fokus penelitian yaitu (1) Bentuk inovasi program bantuan pangan non tunai (2) Pelaksanaan program bantuan pangan non tunai di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang.

Teknik Analisis

Analisis data yang digunakanadalah analisis data model interaktif Miles, Huberman dan Saldana dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan

CONTOH TESIS NO.11 Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai Di Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat

Abstrak

Kecamatan Gununghalu meliputi : rogram bantuan pangan non tunai masih terjadi kendala yaitu : pemahaman program yang kurang, jarak penukaran agen penyalur yang jauh, kartu nol nominal yang harus di validasi. Sebagai upaya diatas adanya kordinasi dari pihak kordinator pendamping yang mengetahui dilapangan. Kesimpulan : tujuan utama dari program bantuan pangan non tunai adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi yang seimbang , meringankan pengeluaran, meningkatkan ketepatan sasaran, mendorong pencapaian tujuan, memberikan pilihan dan kendali kepada penerima manfaat.

BAB I

Dilihat dari segi pencapaiannya adalah proses pelaksanaan penyaluran sudah merata berkisar di 75 % walaupun masih terjadi beberapa kendala diantaranya sebagai berikut: Bagaimana Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat ? Berdasarkan penelitian hasil penelitian dilapangan yaitu : sudah efektivnya program bantuan pangan non tunai yaitu : adanya tercapainya tujuan program, adanya ketepatan waktu dalam melakukan penukaran, adanya perubahan nyata yang berdampak terhadap kondisi sosial kelompok penerima manfaat.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan penilitian yang bersifat deskriptif. Dengan pendekatan kualitatif, Informan 5 orang meliputi : Kasi Pemberdayaan dan Desa, Kordinator Pendamping, Badan Usaha Milik Desa, dan tokoh masyarakat. teknik pengumpulan data dilakukan melalu observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan uji obyektifitas.

CONTOH TESIS NO.12 PERBANDINGAN IMPLEMENTASI PROGRAM BERAS SEJAHTERA (RASTRA) DENGAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI SUMATERA BARAT

Abstrak

Tesis ini berjudul Perbandingan Implementasi Program Beras Sejahtera (Rastra) dengan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbeandingan peran stakeholder dalam pengelolaan Rastra dan BPNT, mengetahui perbandingan Implementasi Rastra dan BPNT dengan menggunakan teori Eward III dan juga untuk mengetahui tingkat ketepatan pendistribusian program Rastra dan BPNT berdasarkan indicator 6T yang telah ditetapkan dalam pedoman. Selanjutnya untuk perbandingan implementasi menggunakan teori Edward III diketahui bahwa variabel komunikasi dan sumberdaya dalam program BPNT di Kota padang dianggap masih belum optimal karena tingkat persiapan yang belum matang sehingga terkendala dalam pelaksanaan penyaluran. Dan untuk tingkat ketepatan pendistribusian Program Rastra dan BPNT diketahui bahwa tingkat ketepatan sasaran dan tepat waktu Program Rastra lebih tinggi dibandingkan dengan BPNT, sedangkan untuk ketepatan jumlah dan tepat kualitas Program BPNT lebih tinggi dibandingkan Rastra, dan untuk ketepatan harga dan administrasi kedua program ini sudah mencapai 100%.

BAB I

Kemiskinan merupakan fenomena kehidupan yang selalu berkembang dan menjadi masalah yang melibatkan berbagai aspek kehidupan, yang penanganannya menjadi prioritas utama. Berbagai program penanggulangan kemiskinan dilaksanakan oleh Pemerintah. Salah satunya program beras untuk keluarga miskin yang disebut beras sejahtera (Rastra) dan sejak tahun 2017 ditransformasikan ke dalam bentuk bantuan pangan non tunai (BPNT) yang dilaksanakan di 44 kota yang bertujuan untuk membantu beban masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Teknik Analisis

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner yang ditujukan kepada responden penelitian, yang terdiri dari masyarakat penerima bantuan dan pemerintah sebagai pelaksana. Teknik analisa data dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk tujuan penelitian pertama dan kedua sedangkan analisa kuantitatif untuk menjawab tujuan penelitian ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stakeholder yang mengelola berbeda dan juga memiliki peran yang berbeda dalam kedua program tersebut walaupun tujuannya sama.

CONTOH TESIS NO.13 EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) MELALUI E-WARONG (STUDI PADA KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA)

Abstrak

Hasil penelitian mengungkapkan efektivitas implementasi program BPNT di Kecamatan Semampir belum berjalan dengan maksimal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan program BPNT ditunjukkan melalui adanya keluarga yang tidak tepat sasaran menjadi KPM dari Program BPNT, ketepatan waktu dalam penyaluran bantuan juga sering terlambat, serta administrasi yang belum siap secara infrastruktur menyebabkan proses yang menjadi tidak tertata dan cenderung masih belum siap. Namun secara jumlah bantuan yang disalurkan sudah sesuai dengan amanat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Program BPNT dan kualitas bahan pokok yang disediakan, seperti beras dan telur juga baik dan layak untuk dikonsumsi.

BAB I

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Efektivitas Implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui E-Warung di Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Hal ini didasari oleh Peraturan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2017, tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Dalam penelitian ini, masalah yang dijumpai pada pelaksanaan program tersebut yaitu akurasi data yang berkaitan dengan tidak semua masyarakat miskin yang terdaftar menjadi peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masih terdapatnya saldo dari KPM yang kosong dan tidak lancar keluar dalam setiap bulannya. Berdasarkan realita tersebut, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai di Kecamatan Semampir Kota Surabaya dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan secara purposive sampling.

Teknik Analisis

Teknik analisis data yaitu dengan cara data condensation, data display, dan conclusion drawing/verification. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan materi audio dan visual untuk memperkuat data. penelitian ini dilakukan di Dinas Sosial Kota Surabaya, Bank BNI Cab.KH.Mas Mansyur, dan Kecamatan Semampir

CONTOH TESIS NO.14 Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (Bpnt) Melalui E-Warong Di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana implementasi dan kendala-kendala program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui e-warong di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Hasil penelitian Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Rantau Utara ini dilihat dari teori implementasi menurut Merille S. Grindle yaitu dari aspek isi kebijakan dan dari aspek lingkungan kebijakan. Selain itu juga dilihat dari indikator keberhasilan implementasi program BPNT yaitu 6T (6 Tepat), dimana 6T ini sangat menentukan kesuksesaan suatu program BPNT di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Dari Indikator 6T bahwa pada kenyataan dilapangan program BPNT ini ada dua indikator yang tidak memenuhi yaitu tepat sasaran dan tepat waktu. Kendala-Kendala yang dihadapi dalam Implementasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang program BPNT dan rendahnya tingkat kepatuhan implementor yang disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah.

BAB I

Pelaksanaan transformasi Rastra dari subsidi beras ke bantuan sosial dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta untuk mendorong inklusi keuangan. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang bekerjasama dengan pihak bank. Kabupaten Labuhanbatu melakasanakan program Bantuan Pangan Non Tunai ini pada bulan Oktober tahun 2018. Implementasi program bantuan pangan non tunai di Kecamatan Rantau Utara in tentu masih mengalami permasalahan.

Teknik Analisis

Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

CONTOH TESIS NO.15 Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan Teori Sutrisno dalam (Lestari & Murti, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sudah cukup efektif, melihat: (1) Pemahaman masyarakat mengenai program BPNT dapat dikatakan baik; (2) Ketepatan sasaran penerima bantuan program BPNT masih kurang tepat dikarenakan pembaharuan data masyarakat miskin yang belum efisien; (3) Ketepatan waktu pencairan dana program BPNT kepada KPM masih kurang baik karena sering mengalami keterlambatan penyaluran bantuan; (4)Tujuan dari program BPNT telah terlaksana dengan baik dilihat dari kurangnya beban pengeluaran dan membantu memenuhi kebutuhan pangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM); (5) Perubahan nyata yang dialami oleh penerima BPNT telah dirasakan cukup baik karena penerima bantuan telah merasakan manfaat dari adanya program ini.

BAB I

Pada kenyataannya tidak semua masyarakat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri karena disebabkan oleh kemiskinan. Tidak dapat di pungkiri bahwa kemiskinan merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh negara-negara di dunia khususnya Indonesia. Sehingga membuat kemiskinan menjadi masalah sosial yang selalu relevan untuk dikaji hingga saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kemiskinan masih menjadi masalah sosial yang hadir di tengah-tengah kita dan bahkan gejala kemiskinan meningkat sejalan dengan krisis yang masih di hadapi oleh bangsa Indonesia.

Teknik Analisis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?