HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Perkembangan Sosial Emosional menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis tentang Tesis Perkembangan Sosial Emosional

Gambaran dari Perkembangan Sosial Emosional                  

Definisi Perkembangan Sosial Emosional

Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma ini dalam kehidupan sehari-hari. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerjasama. (Susanto, 2011:40).

Perkembangan Fisik-Motorik. Perkembangan Sosial Emosional. Perkembangan Bahasa. Perkembangan Kognitif. Menurut Masitoh dkk (2009:2.14). perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturanaturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan social diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya.

Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perkembangan bukan sekedar penambahan berat badan atau tinggi badan seorang atau peningkatan kemampuan seorang, melainkan suatu proses. Dapat dikatakan bahwa perkembangan ( development), merupakan bertambahnya kemempuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang aturan dan diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan, berkaitan dengan aspek kemampuan gerak, intelektual, sosial dan emosional. Maka perlu diingat bahwa usia bukanlah suatu penyebab dari perubahan tingkah laku, melainkan suatu indeks, dimana suatu proses psikologi tertentu dapat terjadi (Tadjuddin, 2014).

 

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak Usia Dini

Hereditas atau keturunan merupakan aspek individu yang bersifat bawaan dan memiliki potensi untuk berkembang. Seberapa jauh perkembangan individu itu terjadi dan bagaimana kualitas perkembangannya, bergantung pada kualitas hereditas dan lingkungan yang memengaruhinya. Lingkungan merupakan faktor penting di samping hereditas yang menentukan perkembangan individu, yang meliputi fisik, psikis, sosial, dan religius. Lingkungan perkembangan merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar organisme yang diduga memengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu (Dahlan, 2014).

Faktor yang dapat mengganggu proses sosialisasi anak TK Soetarno (dalam Khairani 2013:129-130). Berpendapat bahwa ada 2 faktor utama yang mempengaruhi perkembangan sosial anak, yaitu factor lingkungan keluarga dan faktor dari luar rumah atau luar keluarga.

Faktor Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan sosial anak. Diantara faktor yang terkait dengan keluarga dan yang banyak berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak adalah hal – hal yang berkaitan dengan :

  • Status sosial ekonomi keluarga.
  • Keutuhan keluarga.
  • Sikap dan kebiasaan orang tua

Faktor Dari Luar Rumah

Pengalaman sosial awal diluar rumah melengkapi pengalaman didalam rumah dan merupakan penentu yang penting bagi sikap sosial dan pola perilaku anak.

 

Contoh Tesis Perkembangan Sosial Emosional

Contoh Tesis No.1 Peningkatan Perkembangan Sosial dan Emosional Melalui Kegiatan Outbound pada Anak Kelompok B di TK Asy-Syafa’ah Jember Tahun Pelajaran 2015/2016

Penelitian ini dilaksanakan karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru kurang bervariasi, sehingga berdampak pada rendahnya perkembangan sosial dan emosional anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan perkembangan sosial dan emosional anakmelalui kegiatan outbound . Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitiannya anak kelompok B TK Asy-Syafa’ah Jember dengan jumlah 31 anak, terdiri atas 16 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Metode pengumpulan datanya wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis datanya berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial dan emosional anak kelompok B melalui kegiatan outbound (Permainan halang rintang, estafet tongkat dan moving water) mengalami peningkatan dengan kualifikasi sangat baik. Nilai rata-rata kelas pada pra siklus 51, siklus I 67 dan pada siklus II meningkat menjadi 81.

 

Contoh Tesis No.2 ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI PADA PERMAINAN TRADISIONAL

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui permainan tradisional. Indikator inti pembelajaran sosial emosional dari Collaborative for Academic Social and Emotional Learning (CASEL) digunakan untuk menganalisis perkembangan sosial emosional, yaitu pengenalan diri (self-awareness), manajemen diri (self-management), pengenalan sosial (self-awareness), keterampilan membangun hubungan (relationship skill) dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab (responsible decition-making). Pendekatan kualitatif jenis studi kasus (case study) tunggal instrumental dipilih peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian dilakukan dalam setting alamiah di KB/RA Syihabuddin Malang. Penggalian data dilakukan tanpa memberikan intervensi menggunakan tiga metode utama, yaitu observasi mendalam, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator inti peembelajaran sosial emosional terlihat dalam aktivitas kelima permainan tradisional yang diterapkan di lokasi penelitian, yaitu permainan meong-meongan, dolip, cina buta, ular naga dan balap karung. Pemberian supervisi dan pembangunan komitmen sebelum permainan merupakan kata kunci munculnya perilaku yang mencerminkan aspek pembelajaran sosial emosional pada anak usia dini.

 

Contoh Tesis No.3 Perkembangan Aspek Sosial-Emosional dan Kegiatan Pembelajaran yang Sesuai untuk Anak Usia 4-6 Tahun

Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi setiap anak karena merupakan salah satu faktor penentu kesuksesannya di masa depan. Masa usia dini merupakan masa keemasan untuk setiap aspek perkembangan, termasuk aspek sosial emosional. Maka dari itu, proses tumbuh kembang anak harus selalu diperhatikan agar berjalan dengan optimal. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka (library research). Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan; 1) teori perkembangan sosial emosional, 2) karakteristik perkembangan sosial emosional anak usia 4-6 tahun, 3) resiliensi pada anak, dan 4) kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia 4-6 tahun dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosionalnya. Penjelasan mengenai empat pokok pembahasan di atas akan sangat mambantu orangtua dan guru dalam memahami dan meningkatkan kemampuan sosial emosional anak.

 

Contoh Tesis No.4 MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN

Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya anak-anak. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusannya anak itu sendiri, dilakukan dengan senang hati, sehingga semua aktivitas yang menyenangkan akan terjadi menghasilkan proses belajar pada anak. Bermain juga bisa merangsang berbagai macam Perkembangan anak seperti fisik-motorik, kognitif, matematis logis, bahasa, moral-religius, sosial-emosional, dan artistik. Melalui bermain, kreativitas anak akan terbangun dan berkembang secara optimal. Anak-anak Perkembangan sosial-emosional pada prinsipnya anak belajar melalui social interaksi, baik dengan orang dewasa maupun dengan teman sebaya. Perkembangan sosial berdampak positif berdampak pada perkembangan anak. Perkembangan sosial mendukung komunikasi keterampilan, keberhasilan akademis, dan adaptasi di sekolah, dan memperkuat teman sebaya hubungan dan menciptakan lingkungan yang positif dalam belajar. Karena itu, ini kompetensi harus dikembangkan sejak dini secara optimal. Salah satu cara untuk berkembang Kompetensi sosial emosional pada anak usia dini adalah melalui permainan. Bermain bisa jadi digunakan sebagai media alternatif dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini.

 

Contoh Tesis No.5 Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah

Perkembangan1 sosial emosi semakin dipahami sebagai sebuah krisis dalam perkembangan anak. Hal ini disebabkan karena anak terbentuk melalui sebuah perkembangan dalam proses belajar. Dari masa perkembangan awal, bayi menunjukkan rasa aman dalam keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan. Bayi akan mengeksplorasi melalui sentuhan, rasa, dll. Dari mengeksplorasi itulah bayi akan belajar. Sebaliknya, apabila bayi merasa tidak aman dalam lingkungan keluarga, bayi akan menghabiskan energinya untuk mengatur dirinya sehingga bayi tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi. Ketika bayi tidak dapat kesempatan untuk bereksplorasi, bayi tidak memiliki kesempatan untuk belajar.

 

Contoh Tesis No.6 Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini

Anak usia dini merupakan individu yang unik dan mengalami perkembangan yang pesat pada setiap aspek perkembangan yang akan membawanya pada perubahan dalam aspek-aspek perkembangan. Perkembangan sosial emosional anak merupakan dua aspek yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan kata lain, membahas perkembangan emosi harus bersinggungan dengan perkembangan sosial anak. Demikian pula sebaliknya, membahas perkembangan sosial anak harus melibatkan perkembangan emosional anak. Perkembangan awal anak diperangaruhi oleh beberapa konteks sosial dan budaya yang termasuk keluarga, pengaturan pendidikan, masyarakat, dan masyarakat yang lebih luas. Perkembangan mencerminkan pengaruh dari sejumlah sistem lingkungan dan keluarga termasuk dalam sistem lingkungan mikrosistem yaitu lingkungan tempat individu hidup. Konteks ini meliputi keluarga, teman sebaya, sekolah, dan lingkungan sekitar yang di dalam mikrosistem inilah terjadi interaksi yang paling langsung dengan agen-agen sosial misalnya dengan orangtua, guru, dan teman sebaya.

 

Contoh Tesis No.7 Analisis Perkembangan Sosial-Emosional AUD(STPPA Tercapai )Di TK Indriyasana

Tujuan dari penelitian untuk :

(1) Mendeskripsikan bagaimana mengembangan sosial-emosional anak usia dini,

(2) Mendeskripsikan kondisi subjek dengan teori perkembangan sosial-emosional,

(3) Mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dengan perkembangan sosial-emosional.

Itulah sebabnya diperlukan untuk mengetahui dengan menggunakan metode kualitatif mengumpulkan data dan menganalisis data yang digambarkan dengan deskripsi.

Hasil penelitian di PAUD Indriyasana, Desa Mogowu Harjo dapat disimpilkan bahwa perkembangan sosial-emosional anak yang lebih menonjol adalah 2 orang anak yang berkembang sangat baik, sesuai dengan harapan guru dan orangtua. Diantara perkembangan sosial-emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Indriyasana adalah :

1) menunjukkan sikap suka memberi kepada temannya, sopan santun,

2) anak bermain dengan teman sebaya,

3) mentaati aturan yang berlaku dalam permainan.

Sosial emosional anak usia dini merupakan suatu proses belajar anak bagaimana berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan aturan sosial yang ada dan anak lebih mampu untuk mengendalikan perasaan-perasaannya yang sesuai dengan kemampuan mengidentifikasikan dan mengungkapkan perasaan tersebut. Sosial emosional anak berlangsung secara bertahap dan melalui proses penguatan dan modeling. Dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini diperlukan berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengembangkannya Salah satu metode yang dapat digunakan orangtua maupun pendidik PAUD dalam mengembangkan aspek sosial dan emosi pada anak usia dini, yaitu melalui keteladanan. Pembelajaran lainnya, yaitu keteladanan, maksudnya adalah pembelajaran yang ditampilkan melalui contoh-contoh yang baik, dan menggunakan berbagai contoh yang telah diterima oleh masyarakat dan sesuai dengan standar serta sistem nilai tertentu. Pendekatan ini penting karena anak usia dini merupakan peniru hebat dan mudah menyerap dari yang dilihatnya.

 

Contoh Tesis No.8 Pengembangan Permainan Harta Karun Si Bola-Bola dalam Pembelajaran Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak

Penelitian ini menghasilkan produk permainan harta karun si bola-bola yang aman, mudah dan menarik serta sebagai inovasi untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan permainan yang dapat membantu meningkatkan perkembangan aspek social emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Model ini memiliki 10 langkah penelitian, namun karena keterbatasan peneliti, maka menggunakan 7 langkah, penelitian ini dilakukan di 5 TK dengan subjek 76 anak. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan data evaluasi dari para ahli, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari data permainan yaitu aspek keamanan, kemudahan, dan kemenarikan digunakan untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun.

 

Contoh Tesis No.9 PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK BERMAIN MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF MAGIC BOX

Hasil penelitian menjawab rumusan masalah antara lain:

1) siklus pertama sosial emosional sudah mulai terlihat , seperti rasa ingin tahu semangat berani Sedangkan pada siklus kedua menunjukkan antusias, penasaran, sikap berani sikap antrian, empati.

2) Faktor yang mempengaruhi perkembangan social emosional anak di Perumahan Pondok Nauli, yakni

a) kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua, tidak adanya fasilitas umum,

b) fasilitas umum yang kondisinya terbengkalai,

c) belum adanya pengajuan proposal ke pemerintah untuk pengadaan perlengkapan pada taman bermain anak.

3) Peran masyarakat terhadap perkembangan sosial emosional anak yakni,

a) menjaga dan mengawasi, mengingatkan dan memberikan nasehat kepada anak, memfasilitasi kegiatan yang melibatkan anak-anak, mengajak anak untuk bermain dan bercerita, membiarkan anak untuk bermain, memberikan motivasi.

 

Contoh Tesis No.10 PENINGKATAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PERMAINAN MONTASE DI RA DARUL ‘ULUM PGAI PADANG

Penelitian bertujuan mengetahui cara meningkatkan perkembangan sosial emosional anak melalui permainan montase. Jenis penelitian B1 RA Darul „Ulum PGAI Padang 2011/2012, dengan anak 16 orang pada semester 1. Data perkembangan sosial emosional anak dalam pembelajaran diperoleh dari observasi dan dokumentasi yang dianalisis dengan persentase. Penelitian dilakukan dua siklus, pelaksanaan siklus satu dan dua tiga kali pertemuan. Hasil penelitian disimpulkan melalui permainan montase dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak B1 RA Darul „Ulum PGAI Padang.

 

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?