HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Anglizismus dalam Artikel Medien Majalah der Spiegel edisi ke 49 s/d 52 tahun 2008 dan edisi ke 1 tahun 2009: Sebuah Analisis Morfologis dan Semantis

ABSTRAK

Skripsi ini membahas Anglizismus yang merupakan peminjaman kata dari bahasa Inggris di dalam bahasa Jerman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan morfologis dan semantis yang dialami oleh kata yang dipinjam dari bahasa Inggris dalam bahasa Jerman. Kemudian, kata yang telah dianalisis diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis peminjaman bahasa Jerman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif diakronis. Data yang dikumpulkan adalah kosakata bahasa Inggris yang berasal dari lima artikel media berbahasa Jerman dalam majalah der Spiegel. Perubahan makna Anglizismus yang paling dominan terjadi adalah perubahan yang mengikuti pembentukan kata. Hasil akhir yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah Lehnwort sebagai jenis peminjaman yang paling banyak digunakan.

Kata kunci: Anglizismus, perubahan, peminjaman.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Setiap bahasa mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, begitu juga dengan bahasa Jerman. Schippan (2002: 261) menyatakan bahwa perubahan dan perkembangan dalam suatu bahasa wajar terjadi karena adanya kontak bahasa antarpengguna bahasa yang berbeda. Komunikasi langsung antarmanusia, hubungan antarbudaya dan antarnegara juga menimbulkan kontak bahasa sehingga bahasa yang satu dapat mempengaruhi bahasa yang lain. Pengaruh antarbahasa tersebut menurut Hockett (1965: 402) menyebabkan peminjaman bahasa.

Pengaruh antarbahasa dijelaskan oleh Hocket dalam A Course in Modern Linguistics (1965: 402). Dalam buku tersebut, dinyatakan bahwa masuknya pengaruh bahasa ke dalam bahasa lain terjadi ketika dua bahasa mengadakan kontak. Bahasa yang menerima pengaruh dinamakan model, bahasa yang mempengaruhi dinamakan donor. Proses ketika donor mempengaruhi model adalah borrowed atau peminjaman. Ketika peminjaman bahasa terjadi, tidak terjadi timbal-balik pengaruh. Donor tidak mengalami perubahan bahasa, sementara model yang mengalaminya.

Ditilik dari sejarah bahasa Jerman dalam Schippan (2002: 261-262) dan berdasarkan teori Hockett (1965: 402), bahasa Jerman telah menjadi model pada abad ke-5 M sejak masuknya bahasa Latin dan Yunani ke bahasa Jerman. Bahasa Latin dan Yunani yang berlaku sebagai donor dibawa bersamaan dengan agama Kristiani; donor kedua yang menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Jerman adalah bahasa Perancis dimulai pada abad ke-16. Peminjaman bahasa dari bahasa-bahasa asing lain terdapat juga di dalam bahasa Jerman, namun jumlahnya tidak sebanyak peminjaman dari bahasa Latin, Yunani, dan Perancis. Pada pertengahan abad ke-20, pengaruh bahasa asing yang terbesar dalam bahasa Jerman adalah bahasa Inggris. Menurut Stedje (1989: 169), peminjaman kosakata dari bahasa Inggris dalam bahasa Jerman terjadi sejak akhir Perang Dunia II tahun 1945 dan dilatarbelakangi oleh hal-hal berikut:
a. pengaruh politik dari pihak Amerika dan Inggris di Jerman setelah Perang Dunia II berakhir;
b. internasionalisasi di bidang ekonomi, budaya, dan ilmu pengetahuan;
c. penerjemahan teks-teks dari bahasa Inggris dan masuknya informasi-informasi dari kantor-kantor berita;
d. pelajaran bahasa Inggris di sekolah;
e. dan pengaruh terbesar berasal dari media massa dan iklan. Stedje (1989: 161) menekankan bahwa media massa menjadi pintu masuk bagi kata-kata baru dan berdampak pada individu-individu yang membaca atau mendengarkannya. Oleh karena itu, pengaruh bahasa Inggris yang masuk ke dalam bahasa Jerman dapat diteliti dari pemakaian kosakata bahasa Inggris di dalam media massa Jerman.

Pemakaian kata-kata bahasa Inggris di dalam teks yang tidak berbahasa Inggris menurut Ulrich Busse dalam salah satu makalah yang terdapat di Symposium of Lexicography VI, 7-9 May 1992 dinamakan sebagai Anglizismus. Penelitian Anglizismus di Jerman semakin berkembang dari waktu ke waktu. Data yang diteliti tidak hanya koran dan majalah, tetapi juga data dari internet. Dalam sebuah situs yang beralamat www.tu-chemnitz.de, pemakaian Anglizismus dalam perbendaharaan kata dunia maya menjadi topik. Artikel yang berjudul Linguistische Anmerkungen zur populären Anglizismen di dalam situs tersebut menyatakan bahwa Anglizismus adalah kosakata dari bahasa Inggris dan beberapa contoh Anglizismus: download, forwarden, gegoogelt (kata kerja dalam bahasa Jerman yang berasal dari kata benda bahasa Inggris, yaitu Google), dan Instructions.

Berdasarkan dua pengertian Anglizismus tersebut, disimpulkan bahwa Anglizismus adalah kata-kata dalam bahasa Jerman yang berasal dari bahasa Inggris. Ketertarikan untuk meneliti Anglizismus dilandasi oleh pemikiran bahwa salah satu sebab perubahan dan perkembangan bahasa Jerman adalah masuknya bahasa Inggris ke dalam bahasa Jerman. Hal tersebut dibuktikan dengan disusunnya Anglizismen-Wörterbuch, yaitu kamus Anglizismus bersumber dari banyaknya penggunaan kata-kata bahasa Inggris dalam media cetak berbahasa Jerman.

Anglizismus dalam bahasa Jerman biasanya digunakan sesuai dengan bentuk aslinya atau ada juga yang mengalami perubahan bentuk kata atau makna. Teori Fleischer/Barz (1995: 61) menjadi dasar dalam menganalisis Anglizismus secara morfologis karena teori ini mendeskripsikan pembentukan kosakata bahasa asing setelah masuk ke dalam bahasa Jerman dengan lengkap dan jelas. Penggunaan Anglizismus dalam bahasa Jerman memungkinkan terjadinya perubahan makna dan teori perubahan makna menurut Stedje (1989: 28-29) menjadi acuan dalam menganalisis bentuk perubahan makna yang terjadi. Untuk Pengklasifikasian Anglizismus ke dalam bentuk peminjaman bahasa Jerman digunakan juga teori dari Stedje (1989: 25).

Leave a Reply