HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tingkatan Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua

Contoh Tesis– Analisis Tingkat Pendidikan Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia 48 – 60 Bulan  Di Desa Mudal Boyolali Tahun 2009

Pola Asuh Orang Tua Tingkatan Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua

 

A.  Latar Belakang

Diperkirakan 1-3 % penduduk Indonesia menderita retardasi mental. Kelainan ini dipengaruhi oleh dua faktor diantaranya faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap otak bayi saat masih dalam kandungan atau saat anak-anak (Gazali,2007).

Perkembangan masa anak meliputi kemampuan berbahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi akan berjalan sangat cepat (Soetjiningsih, 1995). Dalam perkembangan ini, otak anak lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya serta lebih peka terhadap lingkungan, terutama lingkungan yang tidak mendukung, termasuk kemiskinan dan stimulasi yang kurang. Sehingga masa  ini disebut  juga  sebagai ”Masa Keemasan”  (Golden Age Period) atau ”Jendela Keemasan”  (Window Of Opportunity) atau “Masa Kritis”  (Critical Period).  Berhubung masa ini tidak berlangsung lama, anak harus mendapat perhatian yang serius pada awal kehidupannya. Mengingat pentingnya perkembangan pada masa anak maka stimulasi dan deteksi dini perlu dilakukan. Proses identifikasi anak dengan keterlambatan maupun kelainan perkembangan meliputi skrining pemeriksaan dan pemeriksaan ulang keterlambatan (Nonim1, 2007).  Jika ditemukan penyimpangan, maka tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi dini yang tentu saja hasilnya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan intervensi yang dilakukan (Depkes RI, 2005).

B.  Perumusan Masalah

  1. Adakah  hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan perkembangan anak  usia 48 – 60 bulan di Desa Mudal Boyolali Tahun 2009?
  2. Adakah  perbedaan mengenai  perkembangan anak usia 48  –  60 bulan  antara anak yang diasuh dengan pola otoriter,  liberal dan demokrasi di Desa Mudal Boyolali Tahun 2009?
  3. Adakah perbedaan tentang perkembangan anak usia 48 – 60 bulan antara anak yang diasuh dengan pola  otoriter,  liberal dan demokrasi jika dikontrol oleh tingkat pendidikan ibu di Desa Mudal  Boyolali Tahun 2009 ?

C.Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dengan  menggunakan taraf signifikasi 5% diperoleh :

  1. Ada hubungan yang signifikan antara  pendidikan  dengan  perkembangan anak.
  2. Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perkembangan anak
  3. Ada hubungan yang signifikan antara  pola asuh orang tua  dengan perkembangan anak  jika dikontrol dengan pendidikan.
  4. Antara pola asuh dengan pendidikan didapatkan nilai sig 0,759  berarti terdapat kesamaan regresi atau tidak ada interaksi antara pola asuh dengan pendidikan, dan hasil  output menunjukkan variabel covariat ternyata signifikan.

C.  Saran

1. Bagi ibu

Bagi ibu walaupun pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan, yang harus dimiliki setiap orang dan digunakan dalam mengasuh dan membina keturunanya maka ibu baik dengan pendidikan yang rendah ataupun tinggi diharapkan dapat selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam pengasuhan anak yang baik yaitu pola asuh demokratis sehingga keterlambatan perkembangan anak dapat diketahui sedini mungkin dan dapat segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan sehingga menjadikan perkembangan anak menjadi optimal. Karena dengan pola pengasuhan yang baik akan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

2. Bagi tenaga kesehatan

Bagi tenaga kesehatan supaya dapat mensosialisasikan Denver II dalam mendeteksi keterlambatan perkembangan dan selalu menilai rutin perkembangan anak yang menjadi lingkup pengawasanya sehingga hal –hal yang kurang dapat segera terdeteksi dan meningkatkan generasi penerus yang baik dan selalu menginformasikan bagaimana pengasuhan yang baik untuk orang tua dalam mendidik anaknya.

3.  Bagi Peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pijakan awal untuk melaksanakan penelitian dengan melibatkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi perkembangan anak.

Leave a Reply