HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kebijakan Pokok Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH)

Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH) Kebijakan Pokok Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH)

Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH)

Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH) ~ Suatu pendekatan yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita. Kebanyakan ASUH dilaksanakan di propinsi Jawa Timur (Blitar,Kediri, Pasuruan dan Mojokerto) dan Jawa Barat (Cianjur, Cirebon, Karawang dan Ciamis).

Pengalaman dan pelajaran yang didapat dari pelaksanaan ASUH pada kedua propinsi tersebut akan dipakai sebagai acuan dalam menggulirkan (replika) ASUH ke propinsi dan kabupaten/kota lain. Tujuan Umumnya adalah meningkatkan status kesehatan dangizi ibu, bayi, dan balita melalui pemberdayaan keluarga danmasyarakat.

Selain adanya tujuan umum, ASUH juga memiliki tujuan khusus yang diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan status gizi ibu dan anak
  2. Meningkatkan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir
  3. Meningkatkan kesehatan bayi dan anak balita (1-59 bulan)
  4. Meningkatkan kemampuan Bidan di Desa dalam berkomunikasi dan melaksanakan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang bermutu di masyarakat
  5. Meningkatkan kemampuan manajemen Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam pengelolaan ASUH
  6. Meningkatkan kemandirian serta daya dukung keluarga dan masyarakat dalam persiapan persalinan dan perawatan kesehatan ibu nifas, bayi baru lahir, dan anak balita.

Demi tercapainya tujuan umum dan tujuan khusus dari ASUH telah ditetapkan Kebijakan Pokok Awal Sehat Untuk Hidup Sehat (ASUH) antara lainnya :

  1. Peningkatan kemampuan manajemen dan mutu pelayanan. Kemampuan dan ketrampilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan petugas ditingkatkan, khususnya dalam teknis pelayanan dan promosi kesehatan dan gizi, serta pengelolaan/ manajemen program kesehatan yang berbasis masyarakat.
  2. Peningkatan dukungan dan peran serta. Upaya mencapai kesepakatan, komitmen, dan dukungan politis dari penentu kebijakan baik di pusat maupun daerah. Selain itu, juga dioptimalkan peran serta dari sektor terkait, keluarga, masyarakat, organisasi profesi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya, serta swasta dalam seluruh tahapan program.
  3. Penguatan sistem dukungan dan partisipasi masyarakat. Potensi dukungan dan partisipasi yang ada dalam masyarakat dioptimalkan untuk: menumbuhkan upaya pemeliharaan kesehatan dan gizi ibu, bayi, anak balita., mengembangkan dan memperkuat sistem penanganan kedaruratan ibu hamil dan bersalin yang berbasis keluarga dan masyarakat, mengembangkan sistem pencatatan & pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berbasis masyarakat.
  4. Pengembangan model dalam peningkatan peran serta masyarakat. Pendekatan ASUH diupayakan untuk menjadi model yang efektif dan berkesinambungan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam program kesehatan dan gizi, yang juga dapat dilaksanakan pada daerah lain.

Leave a Reply