HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikososial

Contoh Tesis– Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Tipe Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikososial Anak Prasekolah Di Taman Kanak –Kanak Aisyiyah II Nganjuk

Perkembangan psikolosial Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikososial

A.  Latar Belakang

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya, antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin, sejak anak didalam kandungan sampai diluar kandungan.Upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih didalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental emosional maupun sosial serta memiliki intelegensi majemuk sesuai dengan potensi genetiknya (Depkes RI,2005).

Otak balita lebih plastis dari pada otak orang dewasa. Plastisitas otak pada balita mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan penghayatan. Sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan utamanya lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi dan tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.Masa balita, terutama pada masa prasekolahmerupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulang lagi, maka masa prasekolahdisebut masa keemasan (golden period), jendela kesempatan (window of opportunity) dan masa kritis (critical period)(DepKes RI,2005;1).Mengingat jumlah prasekolahdi Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10%dari seluruh populasi, maka       sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang  perlu mendapat perhatian serius, karena perkembangan individu terjadi secara simultan antara dimensi fisik, kognitif, psikososial, moral dan spiritual. Masing –masing dimensi mempunyai peran yang sama pentingnya untuk  membentuk kepribadian yang utuh (Budi Ana K.,2008).

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang dapat dirumuskan permasalahan yang merupakan fokus dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap perkembangan psikososial anak prasekolah di Taman Kanak –kanak Aisyiyah II Nganjuk?
  2. Apakah ada  pengaruh tipe pola asuh orang tua terhadapperkembangan psikososial anak prasekolah di Taman Kanak –kanak Aisyiyah II Nganjuk?
  3. Apakah ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tipe pola asuh orang tua terhada pperkembangan psikososial anak prasekolah di Taman Kanak –kanak Aisyiyah II Nganjuk?

C.  Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukan,ada pengaruh antara tingkat pendidikan responden dengan perkembangan psikososial anak dan begitu juga dengan tipe pola asuh orang tua ada pengaruhnya dengan perkembangan psikososial anak prasekolah. Bila diuji secara bersama –sama antara tingkat pendidikan dan tipe pola asuh orang tua terhadap perkembangan psikososial anak prasekolah, tingkat pendidikan tidak mempengaruhi perkembangan psikososial anak prasekolah, namun tipe pola asuh berpengaruh terhadap perkembangan psikososial anak prasekolah.

D.  Saran

1. Untuk Orang Tua

Dengan memperhatikan hasil penelitian yang ada, maka orang tua diharapkan peka terhadap kebutuhan anak –anak agar dapat berkembangsebagaimana mestinya. Kepekaan orang tua ini salah satu caranya adalah dengan menggunakan polaasuh yang sesuai, sedangkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak adalah pola asuh authoritative. Oleh sebab itu disarankan pada orang tua hendaknya senantiasa meningkatkan pendidikannya guna mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya dalam hal pola asuh melalui kegiatan pendidikan formal maupun non formal.

2. Untuk Guru

Guru diharapkan memberi umpan balik tentang perkembangan psikososial anak prasekolah atau perkembangan lainnya yang terjadi disekolah kepada orang tua secara kontinyu melalui media buku penghubung. Dengan demikian orang tua mengetahui perkembangan anaknya secara kontinyu pula.

3. Untuk Sekolah

Pihak sekolah hendaknya melakukan pembelajaran yang melibatkan orang tua secara langsung pada even –even tertentu, sehinggaorang tua terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak. Selain itu pihak sekolah disarankan melakukan kegiatan preventif dan  kuratif pada orang tua dengan cara memberikan pelatihan semacam pelatihan menjadi orang tua efektif (MOE) dan melakukan konselingsecara berkala kepada orang tua yang ditemukan anaknya mengalami hambatan pada salah satu kematangannya.

4. Untuk Pemerintah

Diharapkan pemerintah berperan aktif dengan memberikan fasilitas kepada guru dan sekolah agar dapat melakukan usaha –usaaha  preventif dan  kuratif terhadap penerapan pola asuh yang kurang sesuai dengan perkembangan anak. Usaha –usaha pemerintah yang harus dilakukan salah satunya adalah melatih guru –guru prasekolah menjadi  trainer bagi orang tua tentang pola asuh yang tepat atau menyediakan tenaga psikolog/konselor dilembaga prasekolah (Taman Kanak –kanak).

5. Untuk Peneliti Selanjutnya

Untuk mendapatkan hasil yang objektif dan menyeluruh hendaknya sampel penelitian dapat ditambah dengan lokasi yang memiliki anak prasekolah dengan jumlah yang lebih banyak dan mengadakan penelitian yang lebih cermat terhadap faktor –faktor yang mempengaruhi perkembangan psikososial anak prasekolah terlepas dari faktor tingkat pendidikan dan tipe pola asuh orang tua.

Leave a Reply