HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Universitas Unika Soegijapranata, Semarang

Program Studi Pascasarjana (S-2) Manajemen Unika SOEGIJAPRANATA, memberikan pengetahuan manajerial, baik secara praktis maupun teoritis yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis. Peserta program dapat menerapkan berbagai konsep manajemen yang telah dipelajari ke dalam aplikasi bisnis. Program ini memberikan peluang kepada para peserta untuk mendiskusikan isue-isue bisnis saat ini dengan para kolega dan dosen-dosen akademisi maupun praktisi yang ahli dibidangnya.

 

Daftar Isi

  1. Sejarah Magister Manajemen Universitas Unika Soegijapranata, Semarang
  2. Visi
  3. Misi

 

Sejarah Magister Manajemen Universitas Unika Soegijapranata, Semarang

Di awal berdirinya, Universitas Katolik Soegijapranata yang berlokasi di Jl. Pandanaran 100 Semarang terdiri dari tiga Fakultas yakni Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi. Seiring dengan perkembangan Universitas, sejak pertengahan dekade 1990 seluruh aktivitas UNIKA Soegijapranata dipusatkan di Kampus Bendan Dhuwur dan hingga saat ini Kampus Bendhan Dhuwur menjadi pusat kegiatan akademis perguruan tinggi ini.

 

Nama “Soegijapranata” diambil dari nama Mgr. Alb. Soegijapranata, SJ, seorang imam dan Uskup Agung pribumi pertama yang menjadi tokoh dan pahlawan nasional. Soegijapranata lahir di Surakarta, 25 November 1896. Masuk sebagai novis Serikat Yesus di Mariendaal, Grave, Belanda pada tanggal 27 September 1920. Ditabiskan sebagai Imam pada tanggal 15 Agustus 1931 dan pada tanggal 20 September 1940 sebagai Uskup Agung Semarang.

 

Perjuangan dan perhatian dia dalam dunia pendidikan merupakan kelanjutan dari sikap gurunya, Romo Frans Van Lith, SJ. Salah satunya adalah perjuangannya dalam mengangkat dua perguruan tinggi Katolik tertua. Universitas Parahyangan Bandung dan IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (sekarang Universitas Sanata Dharma) hingga memperoleh status disamakan dengan perguruan tinggi negeri. Melalui nama “Soegijapranata” inilah, Unika Soegijapranata berkehendak untuk meneruskan semangat perjuangan Mgr. Alb. Soegijapranata, SJ sebagai pelindung universitas. Adapun film yang mengangkat kisah hidup Mgr. Albertus Soegijapranata yang merupakan pelindung dari Universitas Katolik Seogijapranata sendiri telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2012 lalu. Film berjudul “Soegija” tersebut disutradarai oleh Garin Nugroho dan mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh pecinta film di negeri ini dimana tercatat lebih dari 500.000 penonton telah menyaksikan film ini secara langsung di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

 

Visi

Untuk menjadi komunitas akademik yang unggul dalam pendidikan, penelitian dan pelayanan sesuai dengan nilai-nilai Kristen tentang cinta, keadilan dan kejujuran.

 

Misi

Memberikan pendidikan akademis yang berkualitas dan dukungan untuk pengembangan kepribadian dan kepemimpinan secara penuh.

Melakukan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan manusia.

Terapkan perkembangan ini dalam penelitian sains dan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan manusia melalui layanan kepada masyarakat.

Fokuskan perhatian pada masalah sosial-budaya di masyarakat dan temukan solusinya melalui komunitas akademik.

Mengembangkan jaringan kerja sama dengan lembaga pendidikan, penelitian dan layanan pada skala lokal, nasional dan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Terus meningkatkan dan mengembangkan universitas sedemikian rupa sehingga dapat mendukung semua upaya menuju pencapaian keunggulan.

 

Contoh Tesis Manajemen Universitas Unika Soegijapranata, Semarang

  1. Inovasi Pemanfaatan Media Sosial dan Penawaran Home Service Perawatan Kecantikan pada Perusahaan Eirys

Perusahaan Eirys adalah perusahaan yang bergerak di bidang salon kecantikan dan tubuh spa perawatan kulit wajah untuk wanita. Persaingan di dunia bisnis salon kecantikan, spa, dan klinik kecantikan di Semarang yang semakin bertambah jumlahnya, membuat Eirys mau mengembangkan bisnis mereka, yang saat ini hanya terbatas pada toko layanan salon kecantikan spa di showroom studio yang dikelola secara konvensional, dengan melakukan beberapa inovasi. Pola konsumsi saat ini menekankan akses pada berbagai social media dengan menggunakan berbagai gadget yang terhubung langsung ke Internet. Ini memperkuat fakta bahwa penggunaan teknologi informasi komunikasi internet bisa menjadi alternatif bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka. Inovasi pertama adalah yang dilakukan oleh Eirys adalah penggunaan inovatif media sosial.

Banyak pelanggan Eirys mempertanyakan apakah perawatan dapat dilakukan dan dilakukan di rumah. Pelanggan yang meminta Eirys dikenal sebagai pekerja aktif dan aktif dalam perawatan rumah tangga yang beralasan bahwa mereka tidak punya banyak waktu untuk melakukan perawatan di salon spa I klinik kecantikan. Pelanggan Eirys punya alasan untuk itu sering mengalami kesulitan untuk pergi ke klinik dan beberapa lainnya tidak ingin pergi ke salon spa I klinik kecantikan yang diinginkan yang memiliki lalu lintas padat di jalan. Ini yang mendasari inovasi kedua yang akan dilakukan yaitu dengan menambahkan tawaran kecantikan layanan rumah perawatan.

Penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan bagi perusahaan Eirys di Indonesia inovasi dengan menggunakan media sosial dan menawarkan layanan perawatan kecantikan di rumah yang dapat diterima dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Inovasi adalah dilakukan agar nantinya bisa dijadikan dasar apakah layak atau tidak untuk benar-benar menerapkan inovasi untuk mengembangkan bisnis dan dijalankan oleh Eirys dan seterusnya bisnis.

  1. Strategi Bisnis Dealer Yamaha Hidup Batu dengan Alisis TOWS Dealer Yamaha merupakan bisnis yang menjanjikan dan penuh persaingan

Dealer Yamaha Hidup Baru berdiri sejak Mei 2008 dan beralamat di Jalan Raya Kudus Jepara No 422, Kudus. Dealer Yamaha Hidup Baru merupakan dealer keempat di Kota Kudus dan ini merupakan dealer paling muda dibandingkan dealer lain seperti Harpindo, Mataram Sakti, dan Murah Motor. Analisa TOWS dapat membantu memudahkan dalam mengukur posisi perusahaan dan perusahaan lawan secara komperehensif serta detail. Analisa TOWS juga dapat membantu perusahaan dalam menganalisa kekuatan dan kelemahan perusahaan, serta peluang yang dapat diambil perusahaan, dan ancaman yang bisa dihadapi. Keempat hal itu sangatlah penting untuk diketahui perusahaan agar perusahaan dapat membuat suatu strategi yang tepat di dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat . Alasan dipilihnya TOWS karena dibandingkan dengan strategi lain, TOWS memiliki keunggulan yaitu memperhatikan analisa dari segi internal perusahaan (kekuatan dan kelemahan) serta dari segi eksternal perusahaan (ancaman dan peluang). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “STRATEGI BISNIS DEALER YAMAHA HIDUP BARU DENGAN  ANALISIS TOWS”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan strategi alternatif bisnis Dealer “Yamaha Hidup Baru” dengan menggunakan analisis TOWS.   Responden  pada penelitian ini adalah 1 orang pimpinan Dealer Yamaha Hidup

Baru, 10 konsumen, 3 karyawan, dan 1 pesaing dari Dealer Yamaha Hidup Baru. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer. Dalam setiap penelitian dibutuhkan alat pengumpulan data untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan guna untuk menyelesaikan dan menjawab perumusan masalah yang muncul. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan interview atau wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kualitatif

Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan pada bagian sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi alternatif bisnis Dealer “Yamaha Hidup Baru” adalah sebagai berikut: (1) SO Strategies: Mempertahankan kualitas barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing dan fasilitas pembayaran yang lengkap untuk memenuhi permintaan konsumen, Menggunakan harga yang lebih murah dan diskon untuk memenuhi permintaan konsumen, Menggunakan kelebihan 3S untuk membuka cabang baru, Tetap menanggapi komplain dengan baik untuk menambah keramaian dealer. (2) ST Strategies: Menggunakan keunggulan kualitas barang dan jasa pelayanan untuk menghadapi pesaing, Menggunakan kelebihan harga lebih murah dan diskon untuk menghadapi persaingan yang ada. (3) WO Strategies: Menggunakan jasa pengiriman untuk memenuhi permintaan konsumen, Membuka cabang baru dan melakukan promosi dengan lebih efektif (4) WT Strategies: Menghadapi persaingan dengan lebih gencar melakukan promosi   dan Mengikat konsumen dengan cara free delivery.

Saran yang dapat dikemukakan berdasarkan pada kesimpulan yang ada antara lain adalah sebagai berikut: (1) Sebaiknya pihak    Dealer “Yamaha Hidup Baru” dapat menerapkan kombinasi dari analisis strategi TOWS dalam rangka meningkatkan kinerjanya dalam menghadapi persaingan. (2) Pada penelitian mendatang dengan topik serupa dapat dilakukan perbandingan Dealer “Yamaha” di beberapa daerah.

  1. Employee Engagement: Antecedents & Pengaruhnya pada Kinerja Karyawan UNIKA Soegijapranata Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support, perceived supervisor support, reward and recognition, dan karakteristik pekerjaan terhadap employee engagement, serta pengaruh employee engagement pada kinerja karyawan. Objek penelitian ini adalah karyawan administratif Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada 115 responden dengan penentuan sampel karyawan yang telah bekerja minimal 2 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi, dan jalur.

Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa perceived organizational support, perceived supervisor support, reward and recognition, dan karakteristik pekerjaan berpengaruh positif terhadap employee engagement, employee engagement berpengaruh positif pada kinerja karyawan, dan employee engagement memediasi perceived organizational support, perceived supervisor support, reward and recognition, dan karakteristik pekerjaan pada kinerja karyawan .

 

  1. Analisis Pengembangan Kompetensi Global Guru Studi Kasus di Dua Sekolah Nasional Plus di Semarang

Era  globalisasi  telah  mendorong  terjadinya  persaingan  yang  semakin  ketat  diberbagai bidang,   tidak   terkecuali   pendidikan.   Penulis   mencermati   bahwa   dalam   kerangka persaingan  ketat  di  era  global  tersebut,  lembaga  sekolah  di  dalam  negeri,  baik  negeri maupun swasta, semakin berbenah untuk dapat mewujudkan diri menjadi sekolah global. Dalam  kerangka  inilah,  sangat  penting  untuk  melakukan  analisis  bahwa  ketika  sebuah sekolah  mempersepsikan  diri  sebagai  sekolah  global,  apakah  benar  memang  merupakan sekolah  global  ditinjau  dari  berbagai  indikator,  seperti:  kurikulum,  orientasi  budaya, sarana,  persepsi  dan  kompetensi  guru  serta  strategi  pengembangnnya.  Terkait  dengan fenomena  perkembangan  sekolah  global  ini,  dua  sekolah  yaitu  MRS  dan  DCS  menarik untuk  diteliti.  Kedua  sekolah  yang  berlokasi  di  Semarang  tersebut  sama-sama  memiliki misi  untuk  menyelenggarakan  sekolah  bertaraf  internasional  dan  global  yang  relatif cukup pesat berkembang.  Fokus  studi  dalam  penelitian  ini  adalah  melakukan  analisis  tentang  indikator  sekolah global   pada   kedua   sekolah,   MRS   dan   DCS,   menganalisis   persepsi   guru   terhadap globalisasi  pendidikan  maupun  sekolah  global,  kompetensi  global  guru  dan  strategi pengembangannya.  Melalui  survei,  observasi  dan in-depth  interview  data  dikumpulkan, kemudian dilakukan analisis dengan pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil  menunjukkan  bahwa  MRS  dan  DCS  adalah  sekolah  global  sesuai  indikator  yang ada, guru di kedua sekolah memiliki persepsi yang cukup terhadap globalisasi pendidikan dan  sekolah  global,  mereka  memiliki  kompetensi  global  yang  cukup,  meskipun  masih relatif  masih  kurang  dalam  hal  pengembangan  aspek open  minded,  holistic  thinking  dan being explorer anak melalui  pembelajaran interdisipliner dan kolaborasi. Guru-guru juga masih kurang dalam international experience. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwastrategi  pengembangan  kompetensi  global  belum  diformulasikan  dengan  terstruktur, operasional  dan  sistematik,  karena  itu  penulis  mengajukan  strategy  mapping  dalam kerangka Balanced  Scorecard  sebagai  alternatif  strategi  pengembangan  kompetensi global guru MRS dan DCS.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by