HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Unika Soegijapranata, Semarang

  1. Pengaruh Stres Kerja Dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi (Studi Kasus Pada CV. Aneka Ilmu Semarang )
  2. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Bawahan (Studi Empiris Pada Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Semarang)
  3. Pengaruh Motivasi Dan Komitmen Organisasional Terhadap Keefektifan Anggaran Partisipatif Dalam Peningkatan Kinerja Manajerial (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Di Wilayah Eks Karesidenan Surakarta)
  4. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Batik Brotoseno Sragen
  5. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Di PT. Nina Album Semarang
  6. Tantangan Kompetisi Global Dan Dampaknya Terhadap Tuntutan Pengembangan Kualitas
  7. Kepemimpinan Inovatif Dalam Implementasi Kebijakan Strategis Pemerintah Kota Makassar
  8. Pengaruh Keadilan Distributif Dan Keadilan Prosedural Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Tetap Non Edukatif Universitas Katolik Soegijapranata Semarang)
  9. Analisis Pengaruh Tanggung Jawab, Kemampuan Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Administrasi Universitas Katolik Soegijapranata
  10. Persepsi Mahasiswa Terhadap Kedisiplinan Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Unika Soegijapranata Semarang
  11. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Karyawan PT. SHANGLIEM, SEMARANG
  12. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Balai Kesehatan Paru Masyarakat Wilayah Semarang
  13. Produktivitas Kerja Ditinjau Dari Profesionalisme Dan Kepuasan Kerja Pada Sales CV. “X”
  14. Komitmen Organisasi Anggota Gratia Choir Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Manajemen
  15. Hubungan Stress, Motivasi Dengan Kinerja Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
  16. Identifikasi Faktor-Faktor Pengembangan Karir Yang Dilakukan Karyawan (Studi Pada PT. Dipa Puspa Labsains Semarang)
  17. Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat), Kedisiplinan Pegawai, Dan Pengembangan Karier Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng
  18. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan Di Pt Raja Besi
  19. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Jenjang Karier Terhadap Loyalitas Pegawai Bpmpd Kalimantan Timur Di Samarinda
  20. Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

Pengaruh Stres Kerja Dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi (Studi Kasus Pada CV. Aneka Ilmu Semarang )

Intisari

Stres kerja dan antusiasme kerja adalah faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Kinerja tinggi dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Di sisi lain, kinerja yang rendah dapat menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Karena itu, kinerja karyawan harus mendapat perhatian lebih dengan melakukan hubungan pengetahuan dengan variabel stres kerja dan antusiasme kerja. CV. Aneka Ilmu Semarang sebagai perusahaan penerbit dan percetakan juga distributor buku, harus lebih memperhatikan faktor karyawan. Masalah yang harus dihadapi oleh karyawan adalah stres kerja, discent antusiasme kerja dan kinerja karyawan yang lebih rendah. Karyawan bagian produksi CV. Aneka Ilmu Semarang telah diidentifikasi dengan memiliki stres kerja. Menurut Yerkes Podson, stres kerja bisa positif atau merusak penampilan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan meneliti pengaruh stres kerja dan antusiasme kerja terhadap kinerja departemen produksi karyawan (studi kasus di CV. Aneka Ilmu Semarang).

Pendekatan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan antusiasme kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial atau simultan juga stres kerja, antusiasme kerja dan kinerja deskripsi karyawan pada CV. Aneka Ilmu Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksplanatori, sedangkan metode penelitian menggunakan metode stratified random sampling proporsional untuk menentukan jumlah sampel 68 orang dari 210 total populasi. Data dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara, observasi dan literatur. Untuk menganalisis data digunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Khusus untuk analisis statistik inferensial menggunakan analisis regresi berganda dengan program SPSS for windows.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis stres kerja dan antusiasme kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan, diperoleh hasil variabel stres kerja adalah t hitung <t tabel yaitu 1,968 <1,996. Variabel antusiasme kerja thitung> ttabel adalah 3,568> 1,996. Sedangkan, untuk melihat, ada atau tidaknya pengaruh stres kerja dan antusiasme kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan menggunakan uji F, hasil F hitung> F tabel memiliki 17,026> 3. 13814. Kesimpulannya adalah karyawan bagian produksi memiliki stres kerja dengan sengaja. Untuk mendapatkan kinerja dan antusiasme kerja diperlukan dalam pencapaian kinerja, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, antusiasme kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan juga ada pengaruh yang signifikan antara stres kerja dan antusiasme kerja terhadap kinerja karyawan. Saran yang diberikan oleh peneliti, perusahaan harus memberikan program olahraga latihan (pesenam / aerobik) kepada karyawan sebagai pengerahan tenaga dan mengatasi stres, pekerjaan dan pembagian tugas yang dilakukan dengan lebih menyebar dan merata juga para pakar harus mempelajari dan mencari informasi tentang stres kerja sebagai penilaian untuk mengambil keputusan di perusahaan.

Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Bawahan (Studi Empiris Pada Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Semarang)

Intisari

Cara kerja dari pekerja yang lebih rendah dipengaruhi oleh kepemimpinan atas. Gaya kepemimpinan telah berdampak yang signifikan terhadap sikap pekerja yang lebih rendah. Efektivitas seorang pemimpin akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang lebih rendah. Sedangkan kepuasan kerja pada cara kerja menunjukkan rendahnya hubungan antara kepuasan kerja dan cara kerja, itu akan terlihat tingkat organisasi, kepuasan kerja yang memengaruhi produktivitas dan profitabilitas dengan pekerja lebih rendah yang kurang puas.

Pengaruh Motivasi Dan Komitmen Organisasional Terhadap Keefektifan Anggaran Partisipatif Dalam Peningkatan Kinerja Manajerial (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Di Wilayah Eks Karesidenan Surakarta)

Intisari

Studi ini meneliti pengaruh motivasi dan komitmen organisasional terhadap keefektifan anggaran partisipatif dalam peningkatan kinerja manajerial. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menemukan bukti empiris partisipasi anggaran mempunyai pengaruh terhadap kinerja manajerial, (2) untuk menemukan bukti empiris motivasi mempunyai pengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial, dan (3) untuk menemukan bukti empiris komitmen organisasional mempunyai pengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah manajer menengah Rumah Sakit Umum Daerah yang ada diwilayah eks Karesidenan Surakarta dengan total kuesioner yang diterima kembali dan diisi secara lengkap sebanyak 51 kuesioner (82%). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data diolah menggunakan model analisis regresi berganda.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi anggaran mempunyai pengaruh terhadap kinerja manajerial, hal ini ditunjukkan oleh p-value sebesar 0,001 yang berarti (p < 0,05). (2) Motivasi mempunyai pengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial, hal ini ditunjukkan oleh p-value sebesar 0,040 yang berarti (p < 0,05). (3) Komitmen organisasional mempunyai pengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial, hal ini ditunjukkan oleh p-value sebesar 0,009 yang berarti (p < 0,05).

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Batik Brotoseno Sragen

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan dari stres kerja, stres kerja organisasi dan stres kerja individu terhadap kinerja karyawan dan menentukan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan Batik Brotoseno Sragen.

Pendekatan Penelitian

Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 75 responden. Variabel bebas penelitian ini yaitu stres kerja, stres organisasi kerja, dan stres kerja individu, sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja karyawan. Analisis data yang digunakan meliputi validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis linier berganda, koefisien determinasi (R2), uji t dan uji F koefisien determinasi (R2) sebesar 0,317 dapat dikatakan bahwa 31,7% variabel stres kerja lingkungan (X1), stres organisasi kerja (X2), dan stres kerja individu (X3) berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan Batik Brotoseno Sragen, sedangkan sisanya 68,3% disebabkan oleh pengaruh variabel lain di luar model yang tidak tercakup dalam penelitian ini.

Hasil Penelitian

Dimana hasil regresi variabel lingkungan stres kerja diperoleh nilai 0,229 dengan nilai signifikansi 0,036 yang menunjukkan variabel stres kerja lingkungan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel organisasi stres kerja diperoleh nilai 0,231 dengan nilai signifikansi 0,026 yang menunjukkan variabel organisasi stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, variabel stres kerja individu memperoleh nilai 0,209 dengan nilai signifikansi 0,039 yang menunjukkan variabel stres kerja individu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil perhitungan, nilai F hitung menyimpulkan variabel stres kerja lingkungan (X1), stres kerja organisasi (X2), dan stres kerja individu (X3) memiliki pengaruh bersama terhadap kinerja karyawan pada perusahaan Batik Brotoseno Sragen.

Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Di PT. Nina Album Semarang

Intisari

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat membawa perubahan yang mendasar pada kehidupan manusia untuk meningkatkan kinerja dari masing-masing individu dan masyarakat. Masalah sumber daya manusia menjadi masalah intern dalam sebuah organisasi. Kinerja karyawan sangat penting dan merupakan akumulasi asil akhir dari semua proses. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan. Penelitian ini akan memfokuskan pada PT Nina Album Semarang.

Tantangan Kompetisi Global Dan Dampaknya Terhadap Tuntutan Pengembangan Kualitas

Intisari

Saat ini, globalisasi adalah momen yang tidak dapat dihindari dan di setiap negara harus dihadapkan dengan memberikan negara sebagai tantangan untuk maju, karena dihadapkan dengan persaingan, termasuk Indonesia. Realitas globalisasi ini telah mengambil sejumlah implikasi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang mana salah satu permintaan konsekuensi utama adalah perlunya diri untuk menghadirkan sumber daya manusia dengan keunggulan dan kekuatannya menghadapi jenis perubahan seperti tantangan global, tantangan kualitas, tantangan sosial dan tantangan sistem tenaga kerja yang tinggi. Karena itu, dalam kerangka kerja menghadapi persaingan global, kita harus menanggung strategi untuk mengeksplorasi persaingan sumber daya Indonesia. Lebih jauh lagi, dengan kompetisi ini diharapkan, akan mengubah kualitas sumber daya manusia menjadi lebih tinggi dan mampu untuk kompetisi global.

Kepemimpinan Inovatif Dalam Implementasi Kebijakan Strategis Pemerintah Kota Makassar

Intisari

Artikel ini bertujuan untuk mencari dan menganalisis penerapan kepemimpinan inovatif dalam implementasi kebijakan strategis perkotaan Kota Makassar seperti Makassar Bersih (Makassar Tidak Rantasa-MTR) dan Kota Cerdas (Kota Dunia) berdasarkan kearifan lokal menggunakan tagline dari Makassar Sombere. Kepemimpinan yang inovatif harus sarat dengan inovasi sebagai dampak signifikan dari transformasi berkelanjutan menuju kota pintar dengan tiga tujuan utama: untuk merekonstruksi nasib masyarakat sengsara yang ada untuk masa depan yang lebih baik, untuk memulihkan perencanaan kota agar lebih nyaman dan layak huni, dan terakhir untuk reformasi yang mengarah birokrasi untuk memiliki layanan yang diakui secara global dan terstandarisasi. Ini pada gilirannya akan bermanfaat dalam memerangi praktik korupsi dan akan berlaku dalam mencapai standar internasional pelayanan publik sebagaimana dimaksud. Permasalahan mendasar untuk tinjauan umum adalah kondisi nyata kepemimpinan kota Makassar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penerapan kepemimpinan inovatif, dan faktor-faktor penentu kepemimpinan tersebut untuk diterapkan dalam kebijakan publik pemerintah kota Makassar.

Pengaruh Keadilan Distributif Dan Keadilan Prosedural Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Tetap Non Edukatif Universitas Katolik Soegijapranata Semarang)

Intisari

Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu pengelolaan, dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (karyawan). Pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dikembangkan secara maksimal dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan pengembangan individu karyawan. Sumber daya manusia perlu dikembangkan secara terus menerus agar diperoleh sumber daya manusia yang bermutu dalam arti yang sebenamya., yaitu pekerjaan yang dilaksanakannya akan menghasilkan sesuatu yang memang dikehendaki. Bermutu, bukan hanya berarti pandai saja, tetapi memenuhi semua syarat kualitatif yang dituntut pekerjaan itu, sehingga pekerjaan itu benar-benar dapat diselesaikan sesual rencana. Reward merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Dalam suat organisasi masalah reward merupakan masalah yang sangat kompleks, namun ti g bagi karyawan maupun organisasi itu sendiri. Pemberian reward ke karyawanarus mempunyai dasar yang rasional, namun demikian . aKtor emosional dan pri emanusiaan tidak boleh diabaikan. Dikatakan nting karena reward merupakarr cerminan atau ukuran nilai terhadap kerja pe~awai itu sendiri. Sebalik:ny,a besar Kecilnya reward dapat mempengaruhi prestasi kerja, motivasi dan kepua an kerja karyawan. Apabila rewrds diberikan secara tepat, maka paraJ kary.awan akan .mem~mleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi oil reward yang diberikan dirasakan urang adil, maka pr.esta~i, motivasi (dan kepuasan kerja akan menurun. Hal ini menunjuJ(an bahwa kary.a~an me}l1persepsik organisasi telah berlaku adil dalam ~mberian reward ~keadilan distributi mak cara langsung peran karyawan dalam beke ja akan meningkat. Begitu pul dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh rganisasi, apakah para karyawan tela6 diberlakukan selZara dil dari prosedur lCebijakan tersebut. Jika karyawan telah Illpersepsikan-pro edur kebijakan tersebut memenuhi rasa keadilan, maka kepuasan Keoa kary,awan akan ercapai dan . ran karyawan dalam organisasi akan meningkat lao Mengingat UniversitaS tolik Soegijagrana € ika) Semarang adalah lembaga pendidikan swasta yang mem15~ri~ n–autput berupa jasa atau pelayanan, tuntutan peningkatan kualitas jasa atau pelayanan itu sendiri sangat diharapkan sekali oleh para konsumennya. Maka karyawan dituntut agar dapat melakukan peran sesuai dengan tugas yang telah ditentukan dalam uraian jabatan atau deskripsi jabatan. Peran yang diberikan karyawan tidak hanya sekedar peran fonnal terhadap organisasi, tetapi juga peran terhadap pelayanan konsumen yang baik dan memuaskan. Semua peran ini dapat muncul jika karyawan sudah merasakan kepuasan kerja. Dan kepuasan kerja ini dapat tercapai selama karyawan mempersepsikan bahwa organisasi telah berlaku adil, baik itu berupa pemberian reward (keadilan distributif) maupun prosedur yang telah dilaksanakan oleh organisasi (keadilan prosedural). Adapun perumusan masalah yang ingin diteliti adalah apakah ada pengaruh keadilan distributif dam keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja karyawan tetap non edukatif Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari keadilan distributif dan keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja karyawan tetap non edukatif Unika Soegijapranata Semarang, baik secara parsial maupun secara simultan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap non edukatif Unika yang didapat dari data tahun 2003 sebesar 155 orang .. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Random Sampling, yaitu suatu teknik mengambil individu untuk untuk sampel dari populasi dengan cara random. 155 n=—….,…– 155 (0,1/ + 1 Jadi jumlah sampel yang diambil adalah 60,78 dibulatkan 61 responden dari populasi karyawan non edukatif Unika Soegijapranata Semarang. Tetapi pada teknis penyebaran kuesioner ini ada yang dilakukan secara langsung dan ada yang dititipkan. Keterbatasan waktu yang diberikan oleh pihak administrasi unit kerja yang bersangkutan pada saat mengisi kuesioner yang dilakukan oleh karyawan, mengharuskan kuesioner dititipkan pada pihak administrasi unit kerja yang bersangkutan. Data yang digunakan da a . nelitia mi adal data primer. Data primer diperoleh melal ui kuesione ang b~risi pertanyaan-wa:tanyaan yang berkaitan dengan keadilan distrililutif, keadilan Rrosedural dan kepuasan kerja. Dalam kuesioner terdapat 40 i em, terdir” an 5 item pe anyaan yang berkaitan dengan keadilan distributif, 1 item b rkaitan dengan keaci” an prosedural dan 20 item berkaitan denga kepuasan kerja. Pertanyaan tertutup dimana es,p,onden diberi alternatif jawaba dengan menggugalCan Skala Likert sebagai skala pengukurannya. Data yang diperoleh 11il~lalu i kuesioner ter;seb t terlebih dahulu diuji validitas dan re iabilitilsnya sehingga kuesioner tersebut da at dipercaya dan relevan dengan asalahan dalam penclitian. Pendekatanang digunakan dalam uji validita’s adalah Korelasl roduct Moment dan untuk uj i reJiabilitas digunakan tehnik yba Cronbach. . .. .. . . Metode anal SIS data yar.lg dlgunakarr”‘dalam genehtIan I I adalah Anahsls regresi baik secara pa ial maupun simulta-n. ~ alisis regresi digunakan untuk memprediksi nilai varia depenqen (terikat) oengan menggunakan nilai (data) variabel independen (bebas’ Dalam penelitian, secara 1?Ppuler analisis regresi digunakan untuk menguji ada nJaknya pengaru nt variabel independen terhadap variabel dependen (uji pengar u kausalitas) dengan asumsi data diambil secara random. 1. Perhitungan analisis regresi dikerjakan oleh komputer program SPSS. Menentukan persamaan garis regresi, Y = a + blXI + b2X2. berdasarkan output anaJisis regresi diketahui persamaan garis regresi sebagai berikut : Y = 2,461 + 0,164Xl + 0,1 79X2 2. Pengaruh Keadilan Distributif (X I) dan Keadilan Prosedural (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan secara Parsial (Uji t). – Berdasarkan hasil analisis data diketahui t hitung keadilan distributif (Xl) sebesar 1,489 adalah signifikan pada tarafsignifikansi 14,2 % atau lebih besar dari 5 %. Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan fakta ini menunjukan, bahwa keadilan distributif (XI) secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). – Berdasarkan hasil analisis data diketahui t hitung keadilan prosed ural (X2) sebesar 1,325 adalah signifikan pada taraf signifikansi 19 % atau lebih besar dari 5 %. Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan fakta ini menunjukan, bahwa keadilan prosedural (X2) secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan keIja karyawan (Y). – Besaran pengaruh keadilan distributif (XI) dan keadilan prosedural (X2) secara parsial terhadap kepuasan kerja (Y) karyawan non edukatifUnika (koefisien output Iihat pada halaman lampiran) : – Pengaruh X I secara parsial terhadap Y = 19,2 % – Pengaruh X2 secara parsial terhadap Y = 17, I % 3. Pengaruh Keadilan Distributif(Xd dan Keadilan Prosedural (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) secara Simultan.(Uji t) Berdasarkan hasil analisis data diketahui f hitung sebesar 4,295 adalah signifikan pada taraf signifikansi 1,8 % atau lebih kecil dari 5 %. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan fakta ini menunjukan, bahwa keadilan dis riliuti£ IJ dan keadilan prosedural (X2) secara simultan ada ‘ ngarun yang slgnifika terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). besaran pengaruh XI dan X2 secara simultan terhadap Y adalah lihat out ut Model Summary (R $quare) : R YXIX2 12,9 % … Berdasarkap faKta dia s menunjukan, bahwa k uasa kerja (Y) seorang karyawan Qika diJ*ngaruhi olen lCeaqilan distr;ibu ‘f (XI (fan keadilan prosedural ~2) secara simulta .. se~esar 12,9 % sedangICan selebihnya, yakni 87,1 % aitentukan oleh var:i’abe ain, diluar model elitian kaJi ini.

Analisis Pengaruh Tanggung Jawab, Kemampuan Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Administrasi Universitas Katolik Soegijapranata

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanggung jawab, kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yaitu regresi berganda. Pada pembahasan dikemukakan mengenai hasil penelitian yaitu lebih banyak karyawan Unika Soegijapranata Semarang adalah pria dengan pendidikan S1 dan usia 31-35 tahun sejumlah 18 orang.

Hasil Penelitian

Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata karyawan yang dipekerjakan di Unika Soegijapranata adalah pria. Disamping itu, hasil analisis deskriptif yang berupa skor tanggapan responden menunjukkan bahwa pada variabel tanggung jawab, karyawan mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan pada variabel kemampuan, skor tanggapan menunjukkan bahwa Unika Soegijapranata telah membekali karyawannya dengan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakannya namun masih ditemui kendala yaitu tidak tersalurkannya ide karyawan sehingga perlu mendapatkan perhatian. Di samping itu, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tanggung jawab, kemampuan bekerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan Unika Soegijapranata Semarang baik secara parsial maupun simultan.

Persepsi Mahasiswa Terhadap Kedisiplinan Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Unika Soegijapranata Semarang

Intisari

Tingkat kedisiplinan dosen selama ini telah menjadi sebuah fenomena yang menarik karena banyak sekali dosen yang tidak disiplin. Penelitian yang dilakukan oleh Yurisdwiputra (2009) menyatakan bahwa tingkat indisipliner pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Unika Soegijapranata masih berkategori rendah, ini disebabkan karena faktor dari internal mahasiswa itu sendiri dan eksternal (seperti ajakan teman, tidak adanya teguran saat melakukan kesalahan). Alasan atau penyebabnya juga adalah para dosen yang mungkin belum memberikan contoh kedisiplinan kepada mahasiswanya. Maka ini menjadi fenomena menarik untuk diteliti. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan dosen Fakultas

Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Karyawan PT. SHANGLIEM, SEMARANG

Intisari

Proses Manajemen Sumber Daya Manusia pada dasarnya merupakan proses yang terintegrasi dan berkesinambungan, dimana organisasi dan karyawan belajar untuk saling berintegrasi. Seberapa baik sebuah organisasi memperoleh, memelihara dan mempertahankan anggota organisasinya merupakan faktor utama dari keberhasilan dan kegagalannya. Sumber Daya Manusia haruslah dikelola dan dijaga oleh suatu organisasi, khususnya kepuasan kerja karena jika karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan memperlihatkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya dan juga akan dapat memajukan perusahaan di masa yang akan datang. Kepuasan kerja atau job satisfaction karyawan merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap pekerjaannya yang didasarkan atas aspek-aspek pekerjaannya yang meliputi: upah atau gaji, kondisi kerja, pengawasan, teman kerja, materi pekerjaan, jaminan kerja serta kesempatan untuk maju.

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Balai Kesehatan Paru Masyarakat Wilayah Semarang

Intisari

Kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran dan kelangsungan perusahaan. Kualitas tenaga kerja manusia dalam dunia usaha sangat menentukan tinggi rendahnya kinerja suatu perusahaan. Manusia selalu berperanaktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi/instansi, karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan. Hal tersebut menyatakan bahwa manusialah penentu tinggi rendahnya kinerja.

Hasil Penelitian

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : Tanggapan responden terhadap variabel kepemimpinan transformasional diperoleh diperoleh hasil jawaban responden pada kategori tinggi. Tanggapan responden terhadap variabel lingkungan kerja diperoleh hasil jawaban responden pada kategori baik. Variabel kinerja karyawan diperoleh hasil kinerja dengan kategori tinggi. Ada pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan pegawai, artinya apabila kepemimpinan transformasional ditingkatkan, maka kinerja karyawan akan meningkat. Ada pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pegawai, artinya apabila lingkungan kerja semakin baik, maka kinerja karyawan akan meningkat. Ada pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara kepemimpinan transformasional, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pegawai, artinya apabila kepemimpinan transformasional, dan lingkungan kerja meningkat, maka kinerja karyawan meningkat.

Hubungan Stress, Motivasi Dengan Kinerja Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Intisari

Era sekarang masalah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menjadi hal yang sangat menarik dipelajari karena posisinya yang sangat penting yang berkaitan dengan produktifitas kerja pegawai. Manusia dapat diintegrasikan secara efektif kedalam berbagai organisasi baik organisasi pendidikan, pemerintahan, perusahaan dan lain sebagainya. Keberhasilan suatu pendidikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai pengguna baik dalam bentuk kualitas maupun kuantitas lulusan sebagai calon tenaga kerja maupun hasil-hasil penelitiannya, diantaranya dipengaruhi oleh sumber daya manusia atau kinerja staf pengajarnya. Kinerja adalah suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan aktivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan standard yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak perusahaan.

Identifikasi Faktor-Faktor Pengembangan Karir Yang Dilakukan Karyawan (Studi Pada PT. Dipa Puspa Labsains Semarang)

Intisari

Latar belakang dilakukannya penelitian ini bahwa pada era globalisasi seperti sekarang ini, yang banyak terjadi berbagai perubahan dalam bidang teknologi, politik, sosial budaya, dan juga tidak terkecuali dalam organisasi dan dunia bisnis. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut maka, karyawan atau sumber daya manusia merupakan salah satu aset perusahaan yang sangat dibutuhkan disamping aset-aset yang lain seperti modal dsb.

Pendekatan Penelitian

Perubahan kondisi lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal mendorong organisasi untuk segerah merespon dengan cepat dan beradaptasi dengan lingkungan pasar yang penuh dengan persaingan yang semakin kompetitif. Perubahan-perubahan yang terjadi menunutut organisasi untuk melakukan suatu cara yang baik dalam mengelolah setiap individu atau karyawan yang ada yaitu dengan melakukan pengembangan dterhadapa individu atau karyawan-karyawan tersebut dalam bidang tugas-tugas tertentu. Dalam proses pengembangan secara internal, yang perlu dilakukan adalah memuat sebuah perubahan secara menyeluruh pada pola pengelolaan SDM yang terdapat di dalam perusahaan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan karir setiap karyawan sehingga dapat berkembang ke arah yang lebih baik yang nantinya akan menciptakan suatu prestasi kerja yang baik Dengan latar belakang tersebut, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Faktor-faktor apakah yang dipertimbangkan oleh karyawan dalam melakukan pengembangan karirnya pada PT. Dipa Puspa Labsains Semarang.” Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang dipertimbangkan oleh karyawan dalam melakukan pengembangan karir pada PT. Dipa Puspa Labsains Semarang.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul Dengan jenis penelitian ini, maka pengumpulan data dari responden, peneliti memilih teknik alat pengumpulan data menggunakan kuesioner atau seperangkat pertanyaan yang di tujukan kepada semua karyawan. Setelah data berhasil dikumpulkan lalu diolah dengan menggunakan metode analisis data deskriptif dan dengan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir telah dilakukan oleh karyawan pada PT. Dipa Puspa Labsains Semarang dengan mempertimbangkan faktor-faktor pengembangan karir yang ada.

Hasil Penelitian  

Kemudian dengan hasil tersebut dibuat kesimpulan dan juga masukan-masukan bagi perusahaan untuk dijadikan sebagai dasar atau pegangan dalam upaya pengembangan karir selanjutnya.

Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat), Kedisiplinan Pegawai, Dan Pengembangan Karier Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan (Diklat) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (2) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kedisiplinan pegawai terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (3) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengembangan karier terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (4) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan (Diklat), kedipilinan pegawai, dan pengembangan karier terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng. Sampel menggunakan metode total sampling, yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Semua sampel berjumlah 36 responden pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara langsung kepada pihak – pihak yang terlibat dengan masalah yang sedang dibahas serta memberikan kuesioner kepada pegawai yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linear berganda, Uji T-test, Uji F serta Uji Koefisien Determinasi (R2).

Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukan bahwa (1) pendidikan dan pelatihan (Diklat) berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (2) kediplinan pegawai berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (3) pengembangan karier berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng (4) pendidikan dan pelatihan (Diklat), kediplinan pegawai, dan pengembangan karier berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Jenjang Karier Terhadap Loyalitas Pegawai Bpmpd Kalimantan Timur Di Samarinda

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Loyalitas Karyawan terhadap Karir di BMBPD Di Samarinda, Kalimantan Timur. Teori dasar yang digunakan manajemen sumber daya manusia menggunakan alat analisis Regresi Liner Berganda untuk menggunakan 47 sampel tradisional. Hasil yang diperoleh dengan analisis persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0,331 +0,534 + 0,388 X1 X2. Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat dijelaskan bahwa konstanta sebesar 0,331, artinya jika gaya kepemimpinan dan nilai jalur karier adalah 0, maka nilai loyalitas karyawan adalah 0,534. Koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan (X1) sebesar 0,534, artinya setiap variabel gaya kepemimpinan mengalami penurunan sebesar 1%, maka loyalitas karyawan akan meningkat sebesar 0,534 koefisien positif antara gaya kepemimpinan terhadap loyalitas, gaya kepemimpinan yang lebih baik, semakin baik loyalitas karyawan . Nilai koefisien regresi variabel jalur karier (X2) adalah 0,388, artinya setiap variabel tingkat karier meningkat sebesar 1%, maka loyalitas karyawan akan meningkat sebesar 0,388. Koefisien positif antara jalur karir untuk loyalitas karyawan, meningkatkan jalur karir kemudian meningkatkan loyalitas karyawan. Nilai t test variabel gaya kepemimpinan (X1) sebesar 7,655 hingga 1,960 ttabel thitung> ttabel yaitu7,655> 1,960 dan signifikansi 0,000 <0,05. Ini berarti bahwa Ho diterima berarti gaya kepemimpinan parsial memiliki pengaruh positif dan dampak signifikan terhadap loyalitas karyawan sehingga hipotesis penelitian diterima. Nilai t test variabel jalur karier (X2) adalah 6,283 hingga 1,960 ttabel maka t hitung> t tabel adalah 6,283> 1,960 dan signifikansi 0,000 <0,05. Ini berarti bahwa Ho menerima jalur karier yang berarti secara parsial mengambil ipengaruh dampak positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan sehingga hipotesis penelitian diterima.

Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

Intisari

Tujuan pada penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis persepsi pegawai mengenai motivasi, lingkungan kerja dan kinerja pegawai. (2) Untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. (3) Untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. (4)Untuk menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai negeri sipil pada kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 148 orang dan diambil sampel sebanyak 60 orang yang akan menjadi responden dalam penelitian ini.

Intisari

Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Selain itu dilakukan metode pengujian instrumen dengan validitas dan reliabilitas. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial (regresi linier berganda).

Hasil Penelitian

Dari hasil analisis dan pembahasan pada bagian sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Persepsi responden mengenai motivasi termasuk kategori sangat tinggi, lingkungan kerja termasuk kondusif, dan kinerja pegawai pada kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah termasuk baik. (2) Tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dengan kinerja pegawai pada kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. (3)Tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja pegawai pada kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. (4) Tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan lingkungan kerja dengan kinerja pegawai pada kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by