HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Ekonomi: Pengaruh Modal thrdp Peningkatan Perolehan SHU

Judul Tesis : Pengaruh Modal terhadap Peningkatan Perolehan SHU Anggota pada KPRI “AL-IKHLAS” MAN 1 SEMARANG

 

A. Latar Belakang

Pelayanan mempunyai peranan penting dalam koperasi, hal ini sesuai dengan penjelasan pasal 43 ayat (1) UU No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian menunjukkan bagaimana pentingnya pelayanan usaha koperasi terutama yang diarahkan pada bidang usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota baik untuk menunjang anggota maupun kesejahteraan anggota. Dalam hubungan ini, maka pelayanan koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif dan efisien dalam arti koperasi harus mempunyai kemampuan mewujudkan koperasi yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota dengan tetap mempertahankan pendapatan usaha.

Berkaitan dengan hal tersebut,dalam usahanya koperasi harus memberikan layanan semaksimal mungkin melalui usaha-usaha koperasi sehingga kemungkinan terpenuhinya kebutuhan anggota akan tercapai,karena ukuran dari berhasilnya koperasi terutama adalah berapa banyak (dalam jenis dan volume) kebutuhan anggota dapat dilayani. Hal ini mengingat persaingan dalam dunia usaha yang semakin meningkat sehingga koperasi harus berupaya menciptakan sistem pelayanan yang baik. Dengan layanan yang baik dapat mempengaruhi peningkatan loyalitas anggota dalam berpartisipasi menggunakan jasa yang disediakan koperasi, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan perolehan pendapatan koperasi. Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan diharapkan tidak hanya terbatas pada lingkup anggota koperasi saja tetapi juga ditujukan untuk melayani kepentingan masyarakat luas agar ekspansi pasarnya bertambah, sehingga penghasilan koperasi jauh lebih meningkat.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh modal terhadap peningkatan perolehan SHU pada KPRI “AL-IKHLAS” MAN I SEMARANG?
  2. Seberapa besar pengaruh modal terhadap peningkatan perolehan SHU pada KPRI “AL-IKHLAS” MAN I SEMARANG?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Koperasi

Dilihat dari asal katanya, istilah koperasi berasal dari bahasa Inggris Co-Operation yang berarti usaha bersama. Dengan arti seperti itu maka segala bentuk pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama sebenarnya dapat disebut sebagai koperasi. Namun yang dimaksud koperasi dalam hal ini buknlah dalam arti sembarang bentuk kerjasama seperti itu. Yang dimaksud dengan koperasi disini adalah suatu bentuk perusahaan yang didirikan oleh orang-orang tertentu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu berdasarkan aturan-aturan dan tujuan tertentu pula.

 

Pengertian Modal

Modal dalam arti sempit adalah sejumlah dana atau sejumlah nilai uang yang dipergunakan dalam membelanjai semua keperluan usaha. Sedangkan dalam arti luas modal adalah semua peralatan yang berupa uang atau barng yang diperlukan untuk menjalankan usaha lebih lanjut. (U.Purwanto, 1986:28). Sedangkan pengertian modal menurut Wasis (1983:16) adalah jumlah harta baik berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang untuk menjalankan usaha.

Sisa Hasil Usaha

Sisa Hasil Usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan (UU No. 25 Th 1992 pasal 45 ayat 1). Usaha koperasi yang utama diarahkan pada bidang usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraan. Dalam hubungan ini maka pengelolaan usaha koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif, dan efisien dalam arti koperasi harus mempunyai kemampuan mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota dengan tetap mempertimbangkan untuk memperoleh sisa hasil usaha yang wajar.

 

D. Metode Penelitan

Populasi dalam penelitian ini adalah anggota KPRI Al-Ikhlas MAN I Semarang yang berjumlah 79 orang. sampel yang diambil 65 orang dengan teknik puposif smapling yaitu atas dasar anggota memiliki data lengkap tentang modal dari tahun 2002-2004.

Ada dua variabel yang dikaji dalam penelitian ini. (1) modal dan (2) SHU sebagai variabel terikat.

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi untuk memperoleh data modal dan SHU, serta menggunakan angket untuk mengungkap layanan.

Data yang dikumpulkan dianalisis dengan deskriptif persentase dan analisis regresi linier dengan menggunakan program statistik SPSS.

 

E. Kesimpulan

  1. Ada pengaruh positif perkembangan modal terhadap peningkatan perolehan SHU anggota KPRI Al-IKHLAS MAN I Semarang. Semakin tinggi perkembangan modal anggota koperasi maka perputaran koperasi akan semakin lancar dan akan memperoleh pendapatan yang salah satunya dialokasikan ke SHU anggota.
  2. Besarnya pengaruh perkembangan modal terhadap peningkatan perolehan SHU anggota KPRI Al-IKHLAS MAN I Semarang adalah 16,4%, selebihnya 83,6% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini.
  3. Ada perbedaan alokasi SHU antara pelaksanaan dengan penetapan pembagian SHU berdasarkan Anggaran Dasar No.03 /SEK/KOP/MA 01/X/1996.

 

Contoh Tesis Ekonomi

  1. Pengaruh Kredit Bagi Hasil BTM Surya Mentari terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil
  2. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Semangat Kerja Pegawai terhadap Kepuasan Masyarakat yang dilayani
  3. Pengaruh Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Equity pada Perusahaan
  4. Pengaruh Modal Kerja dan Satuan Jam Kerja terhadap Pendapatan pada Industri Kecil Pengrajin Genting
  5. Pengaruh Modal Terhadap Peningkatan Perolehan SHU Anggota pada KPRI ‘Al Ikhlas’ Man 1 Semarang
  6. Pengaruh Motivasi Mengajar terhadap Persepsi Guru Mengenai Implementasi Muatan Lokal Ekonomi
  7. Pengaruh Motivasi, Dukungan Orang Tua dan Asal Sekolah terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran
  8. Pengaruh Partisipasi Anggota Koperasi terhadap Sisa Hasil Usaha di Koperasi
  9. Pengaruh Pemberian Kredit Produksi terhadap Pendapatan Anggota Koperasi
  10. Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Nasabah pada BMT

 

Leave a Reply