HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Analisis Ekspor: Ekspor Madu Indonesia ke Negara Importir Utama

Judul Tesis : Analisis Ekspor Madu Indonesia ke Negara Importir  Utama : Singapura dan Malaysia

 

A. Latar Belakang

Kontribusi sektor kehutanan terhadap perolehan Produk Domestik Bruto  (PDB) nasional masih sangat sedikit, bahkan di tahun 2007  kontribusi sektor  kehutanan terhadap perolehan PDB hanya sebesar 0,2 % saja. Salah   satu   langkah   yang   dapat   dilakukan  Kementerian  Kehutanan  untuk    meningkatkan  kontribusi  sektor  kehutanan  terhadap  perolehan  PDB  adalah  dengan  cara  meningkatkan  ekspor  produk- produk  hasil  hutan  salah  satunya  adalah  madu.  Hal  tersebut  diperkuat  oleh pendapat  Salvatore (2007) yang menyatakan bahwa ekspor merupakan suatu  mesin  pertumbuhan  di  mana  ekspor  merupakan  komponen  utama   yang  mengembangkan   perekonomian   Inggris,   Amerika   Serikat,   Australia   dan  negara-negara yang kini menjadi negara maju.

Potensi  madu  di  Indonesia  cukup  besar  bahkan  diperkirakan  rata-rata  produksi   seluruh   Indonesia   sekitar   4000   ton   setiap   tahunnya,   dan   dari  produksi  tersebut  sekitar  75  %  dihasilkan  dari  perburuan  madu  liar  di  hutan  (Kuntadi,  2008).  Selain  mempunyai  potensi  yang  cukup  besar,    madu  juga  menjadi   salah   satu   komoditas   unggulan   dan   menjadi   produk   prioritas  pengembangan  Kementerian  Kehutanan  yang  ditetapkan  melalui  Peraturan  Menteri Kehutanan Nomor P.19/Menhut-II/2009.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana tingkat   keunggulan   komparatif   produk   madu   Indonesia  dibanding kan dengan negara kompetitor
  2. Faktor – faktor  apakah  yang  menentukan  ekspor  madu  Indonesia  ke  Singapura dan Malaysia.

 

C. Tinjauan Literatur

Teori Perdagangan International

Pada dasarnya perdagangan internasional terjadi karena dua alasan utama  (Krugman  dan  Obstfeld,  2003).  Pertama,  negara-negara  berdagang  karena  mereka berbeda satu dengan yang lain dalam banyak hal. Setiap negara dapat  memperoleh   keuntungan   dengan   melakukan   sesuatu   yang   baik.   Kedua,  negara-negara   melakukan   perdagangan   dengan   tujuan   mencapai   skala  ekonomis    dalam    produksi.    Maksudnya,    jika    setiap    negara    hanya  memproduksi sejumlah barang tertentu,  mereka dapat menghasilkan barang- barang  tersebut  dengan  skala  yang  lebih  besar  dan  akan  lebih  efisien  jika  negara tersebut memproduksi segala jenis barang. Kenyataannya perdagangan  dunia yang terjadi mencerminkan perpaduan dari kedua alasan ini.

Hubungan Nilai Tukar dengan Ekspor

Nilai tukar mata uang suatu negara dibedakan atas nilai tukar nominal dan  nilai  tukar  riil.  Nilai  tukar  nominal  merupakan  harga  relatif  mata  uang  dua  negara (Mankiew, 2007). Misalnya, 1 US$ untuk 9.000 rupiah di pasar uang.  Sedangkan  nilai  tukar  riil  menggambarkan  perbandingan  harga  relatif  dari  barang-barang  di  antara  dua  negara.  Nilai  tukar  riil  menyatakan  tingkat  di  mana  pelaku  ekonomi  dapat  memperdagangkan  barang-barang  dari  suatu  negara untuk barang-barang dari negara lain.

Tingkat Daya Saing

Konsep  daya  saing  adalah  sebuah  konsep  ekonomi  yang  menjelaskan  tentang upaya suatu negara terhadap suatu produk atau komoditi agar mampu  diunggu lkan dalam perdagangan internasional. Upaya tersebut dilakukan agar  produk  atau  komoditi  mampu  sejajar  dengan  produk  lain  yang  sejenis  atau  bahkan  dapat  melebihi  produk  sejenis  dari  negara  lain  (Griffin  dan  Ebert,  2008).  Tingkat  daya  saing  suatu  negara  dalam  perdagangan  internasional,  pada dasarnya ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor keunggulan komparatif dan  faktor  keunggulan  kompetitif.

 

D. Metode Penelitian

Secara  umum  model  ekonometri  untuk  menjawab  tujuan  dari  penelitian  ini  terbagi  ke  dalam  dua  model,  yaitu  model  jangka  panjang  dan  model  jangka pendek.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu  data yang diperoleh dari hasil publikasi pihak lain, menurut runtut waktu tiga  bulanan   ( time  series )  periode  kuartal  I    2001 –  kuartal  IV  2011.

Dalam   penelitian   ini   untuk   menjelaskan   permintaan   ekspor   madu  Indonesia  dari  negara  Singapura  dan  Malaysia  belum  memasukan  preferensi  konsumen  dan  juga  kualitas  dari  produk  madu  Indonesia.

 

E. Kesimpulan Tesis

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan  sebagai berikut :

  1. Tingkat daya  saing  produk  madu  Indonesia  dilihat  dari  sisi  keunggulan  komparatif    yang    dianalisis    dengan    menggunakan    indeks    RCA  me nunjukan  nilai  indeks  sebesar  0,4  hal  ini  mennjukan  bahwa  madu  Indonesia  kurang  memiliki  keunggulan  komparatif,  sedangkan  indeks  RCA negara ekaportir lainnya khususnya dari negara China sebesar 1,9.
  2. Dalam jangka panjang kenaikan GDP riil negara importir dan nilai tukar riil efektif China akan meningkatkan ekspor madu Indonesia ke Singapura  dan Malaysia, ekspor madu ke Singapura dan Malaysia menunjukan nilai  yang  lebih  tinggi  ketika  pemberlakukan  AFTA  dibandingkan  sebelum  pemberlakuan   AFTA,   sedangkan   kenaikan   harga   madu   China   dapat  menurunkan   ekspor   madu   Indonesia   ke   Singapura   dan    Sementara  itu  variabel  harga  madu  Indonesia  dan  nilai  tukar  riil  efektif  Indonesia   tidak   berpengaruh   terhadap   ekspor   madu   Indonesia   ke Singapura dan Malaysia.
  3. Dalam jangka  pendek  kenaikan  harga  madu  China  akan  menurunkan  ekspor  madu  Indonesia  ke  Singapura  dan  Malaysia,  kemudian  kenaikan  nilai  tukar  riil  efektif  China  akan  meningkatkan  ekspor  madu  Indonesia,  sedangkan GDP riil negara importir, harga madu Indonesia, nilai tukar riil  efektif   Indonesia   dan   kebijakan   perdagangan   bebas   AFTA   tidak  berpengaruh terhadap ekspor madu Indonesia ke Singapura dan Malaysia.

 

Contoh Tesis Analisis Ekspor

  1. Analisis Kinerja Ekspor CPO Indonesia di Pasar Internasional (Suatu Studi Pendekatan Constant Market Share)
  2. Analisis Keunggulan Komparatif Komoditas Ekspor Non Migas Kabupaten Tangerang
  3. Analisis Hukum Mengenai Penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Sebagai Dokumen dalam Perdagangan Eksport
  4. Analisis Kinerja dan Faktor Potensial pada Ekspor Produk Industri Barang Kayu di Propinsi Jambi
  5. Analisis Kinerja Ekspor dan Daya Saing Industri Elektronika Indonesia
  6. Analisis Kinerja Ekspor dan Nilai Tambah Hasil Industri Tekstil dan Produk Tekstil
  7. Analisis Kinerja Ekspor Perikanan Indonesia ke Jepang dan Amerika Serikat Tahun 1984-2003
  8. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Minyak Sawit Indonesia (Studi Kasus Ekspor Ke Belanda)
  9. Analisis Leverage Operasi dan Faktor–Faktor yang Berhubungan Terhadap Struktur Modal (Studi Kasus pada Perusahaan-Perusahaan yang Go Publik di BEJ untuk yang Berorientasi Ekspor pada Masa Sebelum dan Selama Krisis Ekonomi)
  10. Analisis Ekspor Madu Indonesia ke Negara Importir Utama – Singapura dan Malaysia
  11. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Batubara Indonesia Ke Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Taiwan, Thailand, Philipina, dan Malaysia Periode 2002-2010
Incoming search terms:

Leave a Reply