HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Sistem Sosial

Sistem Sosial Teori Sistem SosialTeori Sistem Sosial ~ Tahukah Anda ? bahwa sebenarnya kita hidup haruslah saling berdampingan satu sama lainnya. Yah memang mengingat dengan benar bahwa manusia dikodratkan sebagai makhluk sosial.

Dari sini pula makhluk sosial terbentuk kedalam suatu sistem yang disebut dengan sistem sosial. Sistem yang ada pada sistem sosial bukan hanya membentuk suatu usaha yang berbentuk organisasi sosial, kesatuan sosial, atau kolektivitas sosial.

Akan tetapi sistem yang ada pada sistem sosial merupakan perpaduan serta kombinasi yang ada untuk diterapkan pada semua tingkatan organisasi sosial yang berbuntut ada bangsa ini sendiri.

Begitu banyak yang dibicarakan oleh teori sosial sebenarnya sangan berdampak pada kehidupan sosial sendiri. Karena sebuat tatanan yang ada pada sistem sosial akan menjadi tolak ukur terwujudnya proses sosial.

Pada sistem sosial tentu saja sangat berbeda jauh dengan sistem yang ada pada system atomic, system mokuler, atau system galatik. Hal ini dilihat dari pembentukan yang terjadi pada sistem sosial. Sistem sosial terbentuk karena usaha suatu kelompok orang tertentu, saling beriteraksi, serta mempengaruhi satu sama lain.

Pada sistem sosial sendiri dikenal beberapa teori sistem sosial, salah satunya ialah teori sosial  focal system. Teori tersebut pertama kali dikemukakan oleh Arthur Koestler mengemukakakan bahwa setiap kesatuan yang ada dan terjadi secara bersamaan merupakan satu kesatuan yang memilki bagian dari kesatuan yang lebih besar.

Sedangkan orang yang paling giat mengembangkan teori sistem adalah Niklas Luhman dan Kenneth Bailey. Akan tetapi sebelum keduanya Walter Buckley sudah lebih dulu mengungkapkan teorinya.

Menurut Buckley, ada beberapa manfaat menggunakan teori sistem, yakni:

  1. penerapannya bisa dilakukan pada perilaku sosial dan sistem sosial
  2. memilki skala subyektif
  3. keberagaman spek sosial selalu menjadi pembahasan inti
  4. Keseluruhan aspek dipandang dalam konteks proses khususnya terkait dengan jaringan informasi dan komunikasi
  5. Bersifat integratif

Pada teori sistem dikenal dua konsep yang dianggap krusial yaitu entropia dan negentropia. Entropi adalah kecenderungan sistem berhenti bekerja dan negentropi adalah kecenderungan sistem pada struktur yang lebih besar. Sistem dalam suatau masyarakat yang tertutup cenderung entropis, sementara sistem pada masyarakat yang terbuka cenderung negentropis.

Sedangkan Talcott Person mengemukakan bahwa terdapat suatu kesatuan antara bagian-bagian yang berhubungan satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan.

Beliau berpendapat untuk mempelajari suatu tindakan sosial sendiri dibutuhkan suatu sistem yang dapat mempermudah serta menganalisa tindakan sosial tersebut.

Sistem-sistem tersebut dapat disebutkan antara lain sistem budaya, sistem sosial, sistem kepribadan, dan sistem organisme.

Pada sistem organisme kesatuan yang mendasar ialah manusia dengan kata lain biologis dan lingkungan fisik dimana manusia itu hidup.

Demikian Artikel yang membahas mengenai Teori Sistem Sosial. Semoga artikel yang kami tulis ini dapat bermanfaat untuk anda.

Incoming search terms:

Leave a Reply