HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Pedagang Pasar Tradisional menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Pedagang Pasar Tradisional

Gambaran dari Pedagang Pasar Tradisional

Pengertian Pasar

Pasar sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.

Pasar dalam pengertian ekonomi adalah situasi seseorang atau lebih pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan transaksi setelah kedua pihak telah mengambil kata sepakat tentang harga terhadap sejumlah (kuantitas) barang dengan kualitas tertentu yang menjadi objek transaksi. Kedua pihak, pembeli dan penjual mendapat manfaat dari adanya transaksi atau pasar. Pihak pembeli mendapat barang yang diinginkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya sedangkan penjual mendapat imbalan pendapatan untuk selanjutnya digunakan untuk membiayai aktivitasnya sebagai pelaku eonomi produksi atau pedagang.

Teori Lengkap Pedagang Pasar Tradisional menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Pedagang Pasar Tradisional

Pengertian Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah sebuah tempat yang terbuka dimana terjadi proses transaksi jual beli yang dimungkinkan proses tawar-menawar. Di pasar tradisional pengunjung tidak selalu menjadi pembeli, namun pengunjung bisa menjadi penjual, bahkan setiap orang bisa menjual dagangannya di pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan sektor perekonomian yang sangat penting bagi mayoritas penduduk di Indonesia. Masyarakat miskin yang bergantung kehidupannya pada pasar tradisional tidak sedikit, menjadi pedagang di pasar tradisional merupakan alternatif pekerjaan di tengah banyaknya pengangguran di Indonesia (Masitoh, 2013).

Menurut Wicaksono dkk. (2011) pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Pasar tradisional cenderung menjual barang-barang lokal dan kurang ditemui barang impor, karena barang yang dijual dalam pasar tradisional cenderung sama dengan pasar modern, maka barang yang dijual pun kualitasnya relatif sama dengan pasar modern.

Fungsi Pasar

Pasar berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk pelayanan bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi atau bidang, diantaranya :

Segi ekonomi

Merupakan tempat transaksi atara produsen dan konsumen yang merupakan komoditas untuk mewadahi kebutuhan sebagai demand dan suplai.

 

Segi sosial budaya

Merupakan kontrak sosial secara langsung yang menjadi tradisi suatu masyarakat yang meruoakan interaksi antara komunitas pada sektor informal dan formal.

 

Arsitektur

Menunjukan ciri khas daerah yang menampilkan bentuk-bentuk fisik bangunan dan artefak yang dimiliki.

Teori-teori dari Gambar Model Teori Pedagang Pasar Tradisional

Permasalahan Utama Pasar

Pasar sebagai suatu infrastruktur publik yang disediakan oleh pemerintah tentunya memiliki berbagai permasalahan yang perlu diselesaikan oleh pengelola. Beberapa permasalahan utama pasar yang berasal dari Zumrotin, 2002:

  1. Pengelolaan : Ketidakmampuan dalam mengelola pasar tradisional untuk menciptakan pasar yang bersih, aman, nyaman, serta tidak adanya upaya untuk melakukan pembinaan kepada para pedagang untuk berpraktek dagang yang sehat dan jujur akan menyebabkan konsumen enggan berbelanja dipasar tradisional. Selain itu pasar yang becek, berbau tidak sedap, tidak aman/ rawan keamanan, dan praktek dagang yang tidak sehat akan menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan konsumen sehingga mereka lebih baik meninggalkan pasar tradisional karena memiliki resiko tinggi
  2. Tata Ruang dan Lokasi : Masalah timbul dari operasional tata ruang, lokasi dan masih tersdianya tempat usaha yang tidak produktif.
  3. Pola Pembangunan dan Pendanaan : Selama ini pemerintah melakukan sistem pengadaan atau penyediaan pasar khususnya pasar tradisional sebagai salah satu infrastruktur, yaitu dengan melakukan pembangunan fisik pasar yang belum ada wujudnya, dimulai dengan penyediaan lahan sampai berdirinya bangunan pasar yang dioperasikan (Thamrin, 2000). Keterbatasan dan tantangan yang dihadapi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengelola pasar tradisional (Undang-undang No. 34 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) saat ini adalah adanya kebijakan regulasi di bidang dunia usaha nasional yang mulai menitikberatkan pada usaha perekonomian rakyat. Situasi pasar yang lebih bebas dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas dan kuantitas menghasilkan produk yang lebih tinggi. Kurang dan terbatasnya modal yang diperlukan oleh perusahaan untuk operasional dan pemeliharaan perusahaan, dan rendahnya hasil usaha, mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan pengembangan investasi, kurangnya profesionalisme, transparansi, dan pengawasan dalam manajemen pengelolaan perusahaan serta banyaknya BUMD yang mengalami kesulitan keuangan (Subowo, 2002).

Manajemen Pasar

 

Teori Lengkap Pedagang Pasar Tradisional menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Pedagang Pasar Tradisional

Manajemen berasal dari kata to manage yang mempunyai arti mengatur. Pada hakikatnya manajemen merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Untuk dapat mengatur kegitan yang berlangsung maka harus terdapat unsur-unsur manajemen yang menunjang proses kegiatan tersebut yaitu : manusia, uang, metode, material, mesin dan pasar. Keenam unsur tersebut perlu diatur agar lebih berdaya guna, berhasil guna, terintegrasi dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang dinginkan (Hasibuan, 1996). Adapun pengertian umum manajemen adalah pendayagunaan sumberdaya manusia dengan cara yang paling baik agar dapat mencapai rencana-rencana dan sasaran perusahaan (Madura, 2001).

Contoh Tesis yang membahas tentang Teori Pedagang Pasar Tradisional

Contoh Tesis 1 : Analisis Dampak Keberadaan Pasar Modern terhadap Keuntungan Usaha Pedagang Pasar Tradisional (Studi Kasus di Pasar Tradisional Kecamatan Banyumanik Kota Semarang)

Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintah, perdagangan, industri, transportasi, pendidikan, pariwisata dan pemukiman. Dengan ini fungsi, Semarang memiliki potensi untuk tumbuh menjadi bisnis pasar modern. Cepat pengembangan pasar modern di kota Semarang khususnya di Kabupaten Banyumanik, menjadi alasan melakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kenyamanan, jarak, produk diversifikasi, dan harga untuk keuntungan pedagang tradisional sebagai akibat dari munculnya modern markets.Variables yang digunakan termasuk Convenience, Distance, Product Diversification and Price.

Analisis yang digunakan adalah Double Linier Regression dalam program SPSS dengan sampel sebanyak 72 responden, menggunakan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam jarak dan diversifikasi produk yang akan berdampak pada keuntungan bagi pedagang tradisional; di samping itu tidak ada perbedaan yang signifikan untuk kenyamanan dan harga untuk keuntungan bisnis dalam tradisional pedagang pasar di kabupaten Banyumanik Semarang.

 

Contoh Tesis 2 : Analisis Pengaruh Citra Pasar Tradisional terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Pada Pasar Projo di Ambarawa)

 

Hasil uji instrument menunjukkan semua valid dan reliabel. Uji regresi linier berganda menunjukkan Y = 0,310 + 0,133 X1 + 0,160 X2 + 0,182 X3 + 0,149 X4 + 0,129 X5 + 0,142 X6. Menunjukkan bahwa variabel harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Variabel yang paling dominan mempengaruhi loyalitas konsumen adalah variabel harga. Hasil uji-t menunjukkan ada pengaruh secara parsial antar variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil uji-F menunjukkan terdapat pengaruh secara bersama-sama antar variabel. Hasil uji koefisien determinasi atau R2 diperoleh sebesar 0,662 ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang dalam menjelaskan variasi loyalitas konsumen sebesar 66,2%. Studi ini dapat memberikan saran yaitu semua variabel independent berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, oleh karena itu pihak manajemen Pasar Projo di Ambarawa sebaiknya memperhatikan faktor-faktor tersebut agar dapat meningkatkan loyalitas konsumen, dan lebih memperhatikan keragaman dan kelengkapan produk yang dijual, sehingga loyalitas konsumen juga akan meningkat. Penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan dengan memperluas responden tidak hanya pada konsumen Pasar Projo di Ambarawa saja.

 

Contoh Tesis 3 : Strategi Pengembangan Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Kepuasan Pedagang (Studi Kasus di Pasar Kliwon Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah)

 

Jenis penelitian dalam penulisan penelitian adalah penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan di lokasi penelitian dengan mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah. Sedangkan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pasar Kliwon Karanglewas Banyumas.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar Kliwon Karanglewas Banyumas dalam meningkatkan kepuasan pedagang dilakukan dengan memahami aspek-aspek yang terdapat pasca revitalisasi dilaksanakan. Aspek tersebut meliputi aspek fisik, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Dari ketiga aspek tersebut para pedagang merasa belum puas, karena sistem penindak lanjutan keluhan dan saran yang lambat, sarana dan prasarana yang belum optimal dan kesejahteraan pedagang dalam hal pendapatan tidak maksimal (menurun).

 

Contoh Tesis 4 : Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kebersihan dan Kenyamanan di Pasar Tradisional terhadap Perpindahan Berbelanja dari Pasar Tradisional Ke Pasar Modern di Kota Semarang

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, kebersihan dan kenyamanan terhadap perpindahan berbelanja dari pasar tradisional ke pasar modern. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen ibu-ibu dan pemudi yang pernah berbelanja di pasar tradisional dan pernah berbelanja di pasar modern di Kota Semarang dan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode Accidental Sampling.

Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Data yang telah memenuhi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,368 X1 + 0,148 X2 + 0,270 X3

Dimana variabel Perpindahan Berbelanja (Y), Kualitas Produk (X1), kebersihan (X2), dan Kenyamanan (X3). Melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel kualitas produk, kebersihan, dan kenyamanan layak untuk menguji variabel perpindahan berbelanja. Angka Adjusted R Square sebesar 0,425 menunjukkan bahwa 42,5% variasi perpindahan berbelanja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam persamaan regresi. Sedangkan sisanya 57,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

 

Contoh Tesis 5 : Mekanisme Survival Pedagang Pasar Tradisional Ditengah Maraknya Pasar Modern (Studi Kasus: Pedagang Pasar Dwikora Pematangsiantar)

Dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, masyarakat tidak bisa lepas dari ketergantungan akan pasar. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan aktivitas jual beli dengan sistem tawarmenawar dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Pasar tradisional yang semakin kalah saing oleh pasar modern dari segi fasilitas pada akhirnya berdampak pada pengurangan pengunjung pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana mekanisme survival atau strategi bertahan yang dilakukan pedagang pasar tradisional yang ada dipasar tradisional dwikora di tengah maraknya pasar modern.

 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sementara teori yang digunakan adalah Teori mekanisme survival yang dipopulerkan oleh James C. Scoot dan Miles dan Snow yang didefenisikan sebagai strategi kemampuan seorang dalam mengatasi berbagai permasalahan yang melingkupi kehidupannya maupun untuk memperbaiki kondisi perekonomiannya. Adapun teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan data kepustakaan.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pedagang tradisional telah melakukan beberapa strategi untuk dapat tetap bertahan dari maraknya pasar modern yang berdiri. Beberapa strategi yang dilakukan oleh para pedagang yaitu melakukan diversifikasi pekerjaan kepada pasangan, menggunakan trust sebagai hubungan mempertahankan pelanggan. Membangun jaringan sosial terutama kepada saudara, serta mengikuti arisan yang dilaksanakan oleh sesama pedagang untuk perputaran modal.

 

Contoh Tesis 6 : Dampak Sosial Ekonomi Keberadaan Pasar Modern Pada Pasar Tradisional (Studi Pada Pasar Kota Boyolali)

 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara kepada pedagang dan pengunjung Pasar Kota Boyolali yang didukung oleh data hasil dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interakif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak sosial ekonomi yang dialami Pasar Kota Boyolali dengan adanya pasar modern adalah

(1) penurunan omset penjualan pedagang Pasar Kota Boyolali akibat turunnya jumlah pembeli

(2) semakin lama jumlah pedagang di Pasar Kota Boyolali semakin berkurang akibat merebaknya pasar modern

(3) persaingan pedagang Pasar Kota Boyolali dengan pasar modern yang memaksa pedagang di Pasar Kota Boyolali harus terhambat kondisinya

(4) meningkatnya persaingan antar penjual di Pasar Kota Boyolali yang menimbulkan konflik dan cara berdagang yang tidak beretika antar pedagang yang satu dengan pedagang yang lain di Pasar Kota Boyolali

(5) sulitnya pedagang di Pasar Kota Boyolali untuk mendapatkan pasokan dari suplier karena suplier lebih memilih memasok barang di pasar modern dibandingkan memasok kepada pedagang Pasar Kota Boyolali.

Faktor-faktor yang membuat konsumen tetap loyal memilih berbelanja di Pasar Kota Boyolali adalah

(1) harga yang ditawarkan Pasar Kota Boyolali lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasar modern

(2) lengkapnya barang yang dijual di Pasar Kota Boyolali dibandingkan dengan pasar modern karena Pasar Kota Boyolali mempunyai bangunan yang luas

(3) kedekatan yang terjalin antara pedagang dan pengunjug Pasar Kota Boyolali

(4) upaya meningkatkan pelayanan kepada para pembeli yang dilakukan oleh pedagang Pasar Kota Boyolali.

 

Contoh Tesis 7 : Efektivitas Kebijakan Revitalisasi Pasar Tradisional Srago Kabupaten Klaten Terhadap Kesejahteraan Pedagang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kebijakan revitalisasi pasar tradisional terhadap kesejahterahan pedagang. Variabel penelitian terdiri atas variabel pendapatan pedagang, jumlah konsumen, harga sewa/retribusi dan keluhan sebagai variabel independen serta efektivitas kebijakan sebagai variabel dependen. Data berupa data primer yang diperoleh melalui kuisioner kepada pedagang pasar dan di olah menggunakan alat olah data SPSS 17.0 serta Eviews 8. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reabilitas kuisioner serta analisis probit dan logit.

Hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel pendapatan pedagang, biaya sewa/retribusi dan keluhan yang dirasakan pedagang berdampak signifikan terhadap capaian efektivitas kebijakan revitalisasi, sedangkan jumlah konsumen tidak berdampak signifikan terhadap efektivitas kebijakan. Hal tersebut dilihat dari probabilitas variabel dimana pendapatan memiliki probabilitas sebesar 0.0839 untuk variabel pendapatan, 0.0924 untuk variabel biaya sewa/retribusi dan 0.0112 untuk variabel keluhan dimana ketiganya memiliki nilai dibawah ?=10% yang artinya berpengaruh, sedangkan jumlah konsumen memiliki probabilitas sebesar 0.4350 > ?=10% yang artinya variabel tersebut tidak berpengaruh.

 

Contoh Tesis 8 : Dampak Keberadaan Pasar Ritel Modern terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional di Kecamatan Limbangan Garut

Tujuan dari Penelitian ini adalah : Menganalisis tingkat jumlah pembeli, pendapatan dan kemudahan dalam mendapatkan pasokan barang para pedagang pasar tradisional di Kecamatan Limbangan sebelum dan sesudah adanya pasar ritel modern : Menganalisis faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi konsumen enggan berbelanja dipasar tradsional dan memilih pasar modern : Mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah setempat dalam melindungi pedagang pasar tradisional dengan adanya pasar ritel modern.

Penelitian ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden ke pedagang pasar tradisional yang menjual produk yang sama dengan produk yang ada di pasar ritel modern dan kepada konsumen yang berbelanja di pasar modern. Guna mencapai tujuan penelitian, di dalam penelitian ini digunakan alat analisis Uji Beda Berpasangan ( Paired Sample t-test) guna mengetahui apakah terdapat perbedaan akibat dampak adanya pasar ritel modern tersebut dan analisis deskriftif untuk menggambarkan data hasil pengamatan tanpa melakukan uji statistik .

Hasil uji beda berpasangan ( Paired Sample t-test) menunjukan dari 40 responden yang diteliti terlihat bahwa adanya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah pembeli dan pendapatan, tetapi untuk kemudahan mendapatkan pasokan barang tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah adanya pasar ritel modern.

 

Contoh Tesis 9 : Peran Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pelaku Usaha (Studi Kasus Pada Toko Sepatu Amigo Pasar Sentral Medan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan dilihat dari laba bersih yang diperoleh oleh pelaku usaha dagang yang terdapat di pasar tradisional Sentral Medan di Jl. Pusat Pasar dan mengetahui aktivitas dan kondisi serta keadaan Usaha dagang sepatu di pasar tradisional.

Bentuk penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan maksud menggambarkan kejadian atau fakta yang terdapat di suatu objek penelitian dengan cara melakukan wawancara dan observasi dan kemudian menganalisis data – data yang diperoleh dari lokasi penelitian dan kemudian membandingkan dengan teori – teori.

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan usaha dagang sepatu di pasar tradisional Sentral telah melaksanakan manajemen keuangan dengan baik, dan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa peran pasar Tradisional pada pelaku usaha sepatu di Sentral menjadikan pelaku usaha tersebut sejahtera.Dengan aktivitas usaha yang dilakukan dari pukul 5 pagi sampai jam 6 sore dengan persediaan produk atau sepatu yang diperoleh dari pemasok dengan proses jual beli secara langsung kepada konsumen dan pesanan pelanggan tetap.

 

Contoh Tesis 10 : Pemanfaatan Ruang Para Pedagang di Pasar Tradisional Bahu,Manado dan Pengaruhnya terhadap Kondisi Aksesibilitas Kawasan

Pasar Tradisional Bahu berlokasi di Kecamatan Malalayang Kelurahan Bahu di Kota Manado. Sistem tawar menawar merupakan ciri khaspasar tradisional ini. Namun citra pasar tradisional yang indentik dengan semrawut, kotor dan macet menyebabkan situasi yang tidak nyaman bagi para pembeli dan pedagang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan dan prilaku pedagang sehingga menurunnya kualitas lingkungan seperti terjadinya kesemrawutan karenapedagang menggelar dagangannya sembarangan dengan bahan seadanya sehingga mempengaruhi kenyamanan dalam pasar selain masalah kebersihan.

Demikian pula,akses menuju pasar yang tidak memadai; angkutan kota yang sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang; kegiatan proses bongkar muat barang dan tidak tersedia ruang parkir membuat pelanggan memarkir kendaraan dengan sembarangan terutama pada badan jalan pasar dimana keadaan ini membuat kemacetan di kawasan khususnya pada pada jam sibuk di pagi hari. Melihatpermasalahan di atas maka peneliti merasa penting untuk mengkaji Pemanfaatan Ruang Para Pedagang Di Pasar Tradisional Bahu Dan Pegaruhnya Terhadap Kondisi Aksesibilitas Kawasan. Metode Analisis Deskriptif dan Analisis Kuantitatif di pakai dalam penelitian ini. Hasil survey lapangan dipetakan dan dianalisis, selanjutnya dengan program SPSS, data hasil kuesioner diolah. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat korelasi lokasi pedagang, penataan pedagang, mobilitas pedagang dengan kemacatan diPasar Tradisional Bahu. Kemacetan terpanjang di jalan Wolter Wongensidi di saat waktu sibuk pasar yang terjadi di pagi hari pada jam 06.00 – 09.00.

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?