HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap E-Budgeting menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Budgeting

Gambaran dari  E-Budgeting

1. Informasi Elektronik

Informasi elektronik adalah salah satu dari sumber daya informasi dalam format elektronik. Hasugian (2008:12) dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa, “Dewasa ini terjadi perubahan dalam pengelolaan sumber daya informasi di perpustakaan. Berbagai sumber daya informasi berbasis kertas (paper-based) yang selama ini menjadi primadona perpustakaan tradisional sekarang telah banyak tersedia dalam format elektronik”. Sumber daya informasi elektronik ini menawarkan cara yang berbeda dalam penyimpanan dan menemubalikkan informasi dibandingkan dengan sumber daya informasi berbasis kertas (paper-based).

Brophy dkk (2000:5) menyatakan sumber daya informasi elektronik adalah “every document in electronic form which needs special equipment to be used. Electronic resources include digital documents, electronic serials, databases, patents in electronic form and networked audiovisual documents”. Pendapat di atas dapat diartikan bahwa sumber daya informasi elektronik adalah setiap dokumen dalam bentuk elektronik yang membutuhkan peralatan khusus untuk menggunakannya yang meliputi dokumen digital, terbitan berseri elektronik, database (pangkalan data), hak paten dalam format elektronik dan dokumen jaringan kerja audiovisual.Dalam Pasal 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dicantumkan di antaranya definisi informasi elektronik. Berikut kutipannya : Informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Teori Lengkap E-Budgeting menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Budgeting

 

 

Dari kutipan di atas sangat jelas dikatakan bahwa informasi elektronik tidak terbatas hanya pada tulisan tetapi juga termasuk suara, gambar, peta, rancangan, foto, Electronic Data Interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti.

Dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 4 menyebutkan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:

  1. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;
  2. mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;
  3. membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab;
  4. dan memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan

penyelenggara Teknologi Informasi.

 

2. Anggaran (Budget)

Budget adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Budget merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dengan satuan uang untuk jangka waktu tertentu (Nafarin, 2004:12).

Pada dasarnya budget merupakan alat yang dipergunakan dalam suatu organisasi perusahaan atau bisnis untuk mengungkapkan rencana kegiatan dalam satuan kuantitatif, koordinasi dan implementasi serta mengendalikan kegiatan operasional maupun menilai kinerja manajerial dalam suatu organisasi perusahaan (Suharman, 2006:76).

Menurut Harahap (2001:15), budget adalah adalah konsep yang membantu manajemen, ia larut dalam fungsi manajemen, membantu, dan mempermudah manajemen dalam mencapai tujuan. budget terdiri dari serangkaian taksiran-taksiran yang dapat dipakai sebagai suatu program untuk menjalankan kegiatan perusahaan pada suatu periode, khususnya pada masa yang akan datang.

 

3. Karakteristik Budget

Menurut Anthony dan Govindarajan (1995) dalam Nooraini (2004) karakteristik anggaran adalah sebagai berikut:

  • Perkiraan anggaran laba yang potensial berada dalam unit bisnis.
  • Anggaran dinyatakan dalam satuan moneter, meskipun jumlah moneter mungkin disokong oleh jumlah bukan moenter (seperti unit-unit terjual atau produksi).
  • Anggaran umumnya komitmen manajemen, manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai tujuan anggaran.
  • Anggaran umumnya mencakup periode satu tahun.
  • Usulan anggaran harus direview dan disetujui oleh pihak yang lebih tinggi dari penyusun anggaran.
  • Dalam kondisi khusus anggaran dapat berubah dengan persetujuan manajer.
  • Secara periodik, pelaksanaan keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dengan penyimpangan harus dianalisis dan dijelaskan.

Sedang menurut Mulyadi (1997) karakteristik anggaran yang baik adalah:

  • Anggaran disusun berdasarkan program.

Proses manajemen perusahaan dimulai dengan perencanaan strategik (strategic planning) yang di dalamnya terjadi proses penetapan tujuan perusahaan dan penentuan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah tujuan perusahaan ditetapkan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut dipilih, prose manajemen perusahaan kemudian diikuti dengan penyusunan program-program untuk mencapai tujuan perusahaan yang ditetapkan dalam

perencanaan stratejik.

  • Anggaran disusun berdasarkan karakteristik pusat pertanggungjawaban yang dibentuk dalam perusahaan.

Menurut karakteristik masukan dan keluarannya, pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan dibagi menjadi 4 golongan yaitu pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi.

  • Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian.

Agar proses penyusunan anggaran dapat menghasilkan anggaran yang dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, proses penyusunan anggaran harus mampu menanamkan “sense of commitment” dalam diri penyusunnya. Proses penyusunan anggaran yang tidak berhasil menanamkan “sense of commitment” dalam diri penyusunnya, berakibat anggaran yang disusun tidak lebih hanya sebagai alat perencanaan saja, yang tidak terjadi penyimpangan antara realisasi dari anggarannya, dan tidak satupun manajer yang merasa bertanggung jawab.

 

Teori-teori dari gambar model teori E-budgeting

1. Syarat Anggaran

Untuk menghasilkan anggaran yang dapat berfungsi sebagai alat perencanaan dan sekaligus sebagai alat pengenalian, penyusunan anggaran harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Partisipasi para manajer pusat pertanggungjawaban dalam proses penyusunan anggaran,
  • Organisasi anggaran,
  • Penggunaan informasi pertanggungjawaban sebagai alat pengirim pesan dalam proses penyusunan anggaran dan sebagai pengukur kinerja manajer dalam pelaksanaan anggaran.

 

2. Tujuan Anggaran

Menurut Narafin (2000) dalam Nooraini (2004) tujuan disusunnya anggaran adalah sebagai berikut :

  • Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan penggunaan dana.
  • Untuk mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan.
  • Untuk merinci jenis umber dan ayang dicari maupun jenis penggunaan dana, sehingga dapatmempermudah pengawasan.
  • Untuk merasionalkan sumber dan penggunaan dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
  • Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun, karena dengan anggaran lebih jelas dan nyata terlihat.
  • Untuk menampung dan menganalisa serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.

 

3. Fungsi Anggaran

Menurut Supriyono (1999:343) fungsi anggaran meliputi:

  • Fungsi perencanaan

Anggaran dapat berfungsi sebagai perencanaan karena dapat memilih beberapa alternatif untuk dilaksanakan di masa depan dengan mempertimbangkan tujuan perusahaan serta sumber-sumber ekonomi yang dimiliki dan kendala-kendala yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

  • Fungsi koordinasi

Anggaran berfungsi sebagai alat mengkoordinasikan rencana dan tindakan berbagai unit atau segmen yang ada di dalam perusahaan agar dapat bekerja secara selaras ke arah pencapaian tujuan.

  • Fungsi komunikasi

Dalam penyusunann anggaran, berbagai unit dan tingkatan organisasi berkomunikasi dan berperan serta dalam proses penyusunan anggaran.

  • Fungsi motivasi

Anggaran berfungsi pula sebagai alat untuk memotivasi para pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas atau mencapai tujuan.

  • Fungsi pengendalian dan evaluasi

Anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian kegiatan karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari pelaksana yang ikut berperan serta dalam penyusunan anggaran tersebut.

  • Fungsi pendidik

Anggaran juga berfungsi sebagai alat untuk mendidik para manajer mengenai bagaimana bekerja secara terinci pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpin sekaligus menghubungkan dengan pusat pertanggungjawaban lain di dalam organisasi yang bersangkutan.

 

Contoh Tesis yang membahas tentang E-Budgeting

Adapun contoh tesis mengenai tentang E-Budgeting antara lain:

 

Contoh Tesis 1 : Sistem Informasi E-Budgeting Menggunakan Pendekatan Berorientasi Objek (Studi Kasus: UIN SUSKA Riau)

 

Pada tahun 2017 penelitian ini menyatakan bahwa Setiap tahun fakultas-fakultas dan unit-unit yang ada di UIN SUSKA RIAU mengajukan anggaran kepada Bagian Perencanaan. Kemudian bagian perencanaan akan merapatkannya di level pimpinan, beberapa masalah yang sering muncul adalah banyak kegiatan yang hilang tanpa diketahui oleh prodi dan fakultas, serapan anggaran yang rendah dan pelaporan yang belum maksimal. Bagian Perencanaan akan merapatkan semua usulan yang diajukan Fakultas atau Unit, seringkali disini terjadi salah penafsiran, Bagian Perencanaan menghilangkan beberapa kegiatan yang diusulkan fakultas tanpa konfirmasi terlebih dahulu, sehingga fakultas harus menerima begitu saja anggaran yang disetujui dan telah dimodifikasi oleh Bagian Perencanaan. Hal ini akan berimbas kepada kegiatan di Fakultas dan jurusan, seringkali kegiatan yang diusulkan oleh jurusan dianggap tidak penting oleh Bagian Perencanaan, sehingga dihilangkan dari anggaran. Disamping itu, pemantauan pelaksanaan anggaran juga belum optimal, sehingga bendahara atau Bagian Keuangan merasa kesulitan untuk menghitung berapa anggaran yang sudah terserap dan berapa yang belum. Untuk pelaporan juga mengalami kesulitan karena semuanya dilakukan secara manual.Untuk mengatasi permasalahan diatas, perlu dibuat sebuah Sistem yang akan membantu pihak Fakultas, Bagian Perencanaan dan Bagian Keuangan saling berkomunikasi dan berkordinasi dalam membuat Anggaran, sehingga didapat anggaran yang realistis dan dapat diwujudkan secara nyata, Sistem yang akan dibangun adalah Sistem Informasi E-Budgeting, menggunakan metode Berorientasi Objek, menggunakan Diagram UML untuk menggambarkan proses bisnisnya, seperti UseCase Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram dan Activity Diagram. Diharapkan Sistem ini mampu menyelesaikan semua permasalahan anggaran di UIN SUSKA RIAU.

Contoh Tesis 2 : Penerapan E-Budgeting Pemerintah Kota Surabaya dalam Mencapai Good Governance

 

Pada tahun 2017 penelitian ini menyatakan bahwa Kebijakan penganggaran E-budgeting dengan semangat untuk memerangi berbagai bentuk kecurangan dalam pemerintahan daerah. Tapi perjalanannyatidak mudah diimplementasikan karena berbagai faktor yang menghambat pelaksanaan e-procurement. tujuan dari kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi e-budgeting Surabaya, serta berbagai faktor yang menjadi hambatan dalam implementasi e-budgeting.Sementara itu beberapa indikator keberhasilan pelaksanaan e-budgeting menjadi tolak ukur bagaimana e-budgeting berhasil menciptakan good governance.

 

Contoh Tesis 3 : Analisis Proses Penyusunan E-budgeting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

 

Pada tahun 2016 penelitian ini menyatakan bahwa bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan e-budgeting atas efisiensi realisasi APBD Tahun Anggaran 2015 di Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai efektivitas peran e-budgeting dalam rangka penyusunanan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam proses penyusunan e-budgeting.Metode penelitian yang digunakan di dalam proses penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan analisis deskriptif berdasarkan data yang ada di lapangan. Data-data yang digunakan adalah data resmi yang telah dipublikasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di dalam website resminya.Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penyusunan e-budgeting dalam aktivitas anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membantu mengefisiensikan realisasi APBD yakni membuat proses aktivitas anggaran dari mulai perencanaan, penganggaran, hingga pengendalian anggaran menjadi lebih cepat dan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencapai realisasi anggaran. Seluruh data dari tahap usulan sampai berakhirnya tahun anggaran telah terintegrasi dan tersimpan dengan baik sehingga apabila diperlukan pencarian asal-usul anggaran dan pelaksanaanya dapat dengan cepat didapatkan melalui sistem e-budgeting.

 

Contoh Tesis 4 : Penerapan Sistem E-Budgeting terhadap Transparasi dan Akuntabilitas Keuangan Publik (Studi pada Pemerintah Kota Surabaya)

 

Pada penelitian tahun 2016 menyatakan bahwa Surabaya adalah salah satu kota yang menggunakan teknologi informasi dalam akuntabilitas dan transparansi anggaran melalui pelaksanaan e-budgeting. Surabaya juga salah satu kota yang memiliki transparansi anggaran yang baik dan dilakukan secara online dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi. Penerapan akuntabilitas dan transparansi anggaran pemerintah di kota Surabaya telah terwujud. Realisasi akuntabilitas bisa dilihat dari upaya pemerintah mempublikasikan pelaksanaan proses penganggaran dan program kegiatan Pemerintah Kota secara menyeluruh. Perwujudan transparansi informasi anggaran dalam penelitian ini dapat dilihat melalui informasi anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Implementasi berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur operasional standar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pemerintah kota Surabaya.

 

Contoh Tesis 5 : Penerapan E-Budgeting Pemerintah Kota Surabaya dalam Mencapai Good Governance

 

Penelitian pada tahun 2017 menyatakan bahwa Kebijakan penganggaran E-budgeting dengan semangat untuk memerangi berbagai bentuk kecurangan dalam pemerintahan daerah. Tapi perjalanannyatidak mudah diimplementasikan karena berbagai faktor yang menghambat pelaksanaan e-procurement. tujuan dari kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi e-budgeting Surabaya, serta berbagai faktor yang menjadi hambatan dalam implementasi e-budgeting.Sementara itu beberapa indikator keberhasilan pelaksanaan e-budgeting menjadi tolak ukur bagaimana e-budgeting berhasil menciptakan good governance.

 

Contoh Tesis 6 : Pengaruh Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Penggunaan, dan Kepuasan Pengguna terhadap Kesuksesan Implementasi Evillage Budgeting pada Level Organisasi

 

Pada penelitian tahun 2017 menyatakan bahwa Salah satu penelitian mengenai E-Budgeting adalah The Successful Implementation of E Budgeting In Public University: A Study at Individual Level (Purwohandoko et.al., 2015). Pada paper ini membahas bagaimana proses implementasi E-Budgeting dan dampaknya terhadap individu. Hasilnya adalah proses implementasi E-Budgeting masih belum sepenuh berjalan dengan baik, dimana masih terdapat berbagai kekurangan yaitu kurangnya dukungan organisasi, pelatihan yang kurang terhadap pengguna, sehingga masih diperlukan perbaikan secara berkelanjutan dalam rangka mengoptimalkan implementasi E-Budgeting. Namun penelitian ini hanya sebatas meneliti kesuksesan pada level individu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meneliti kesuksesan sistem E-Village Budgeting ditinjau dari aspek dampak organisasi atau manfaat bersih.

 

Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mencoba untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif. Sebuah konseptual yang dimodifikasi oleh peneliti yang didasarkan pada kajian berbagai referrensi yang ada terkait model Delone dan Mclean berisi komponen-komponen kesuksesan sistem informasi, antara lain: kualitas sistem informasi, kualitas informasi, penggunaan, kepuasan pengguna, dan kesuksesan sistem E-Village Budgeting ditinjau dari aspek dampak organisasi atau manfaat bersih. Dari komponen-komponen tersebut, saling terkait satu sama lain untuk mencapai kesuksesan utama yaitu manfaat bersih yang diperoleh dari penggunaan sistem informasi.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem tidak berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan implementasi E-Village Budgeting, hal ini menjelaskan bahwa masih terdapat kekurangan dalam koneksi jaringan yang tidak stabil. Kalitas informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan implementasi E-Village Budgeting, hal ini menjelaskan bahwa masih kurangnya beberapa item-item dalam kode rekening. Penggunaan sistem berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan implementasi E-Village Budgeting, hal ini menjelaskan penggunaan sistem mampu meningkatkan produktivitas pengguna dan kepuasan pengguna berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan implementasi E-Village Budgeting, hal ini menjelaskan bahwa pengguna merasa puas dalam menggunakan sistem untuk mempercepat proses pembuatan laporan keuangan desa dibanding sebelumnya.

 

Contoh Tesis 7 : Elemen Sukses E – Government: Studi Kasus Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kota Bandung

 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah menjadi fenomena global. Organisasi swasta menjadi yang pertama untuk memanfaatkan ICT dalam bentuk e-commerce. Menyadari potensi ICT, organisasi publik telah mulai mengambil keuntungan dari perkembangan ICT melalui pembentukan egovernment. Penerapan e-government di organisasi publik bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan untuk memastikan kesejahteraan warga negara adalah tujuan akhirnya. E-government bisa ditemukan dalam berbagai bentuk, dari e-budgeting, e-voting, e-procurement dan e-participation. Dalam e-participation, pemerintah meniru organisasi swasta dalam cara mengelola hubungan eksternal dengan pelanggan, melalui pembentukan Program Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat yang disingkat menjadi LAPOR!. Ini adalah sistem manajemen keluhan terbaru yang dibuat oleh pemerintah untuk menampung keluhan dari warga di seluruh Indonesia.

 

LAPOR! bertujuan sebagai forum di mana warga negara dapat berinteraksi dengan pemerintah lebih mudah, serta berpartisipasi aktif dalam mengawasi kerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan semua aspek lain dari pemerintahan yang baik. Pemerintah, di sisi lain dapat memanfaatkan LAPOR! untuk meningkatkan partisipasi warga yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerjanya. Hal ini juga dapat digunakan sebagai ukuran demokratis. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa LAPOR! Bermanfaat bagi Kota Bandung. Hal ini dibuktikan bahwa ada peningkatan substansial respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat melalui LAPOR!. Kota Bandung melalui departemen Komunikasi dan Informasi secara aktif memperkenalkan LAPOR! sebagai sistem pengaduan masyarakat yang baru. Selanjutnya, jelas bahwa peran pemimpin pemerintah daerah (walikota Kota Bandung) secara signifikan memajukan penggunaan LAPOR! oleh warga.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semua faktor yang berkontribusi pada keberhasilan LAPOR! sebagai bagian dari e-government yang merupakan sistem penanganan pengaduan di organisasi publik. Analisis akan didasarkan pada unsur-unsur keberhasilan e-government yang dikembangkan oleh (Mohsen A. Khalil, D. Bruno Lanvin, dan Vivek Chaudry) yang meliputi aspekaspek seperti reformasi proses, kepemimpinan, investasi strategis, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Ini akan mempelajari LAPOR! Kota Bandung. Aplikasi ICT dalam pemerintah akan meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan barang publik dan jasa publik dan meningkatkan hubungan warga negara-pemerintah.

 

Contoh Tesis 8: E-Budgeting: Mengawal Aspirasi Masyarakat dari Politik Kepentingan

Dalam upaya mengawal anggaran yang bersih, terarah, efektif dan efisien sehingga kinerja perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran butuh usaha-usaha yang tidak sekedar biasa-biasa saja. Dewasa ini ada saja banyak cara yang bisa dilakukan oleh berbagai oknum yang tidak bertanggungjawab yang menomorduakan kepentingan dan aspirasi masyarakat hanya untuk kepentingan segelintir orang dan kelompok tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan usaha ekstra, inovasi dan kreatifitas dari pemerintah (pusat dan daerah). Oleh karena itu, saat ini sebagaimana juga sudah banyak diamatkan dalam banyak peraturan perundang-undangan tentang penerapan eGoverment dimana salah satu jenisnya adalah sistim eBudgeting. Pemerintah didorong untuk mengembangkan dan menerapkan sistim ini baik dipusat maupun di daerah.

 

Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen dari pemimpin daerah. Hanya dengan komitmen untuk menjaga pemerintahan yang bersih penerapan sisitim ebudgeting ini bisa berjalan dengan baik. Komitmen untuk sama sekali tidak ada lagi usul-usul diluar perencanaan dan pembahasan resmi dari pihak manapun baik eksekutif maupun legislatif. Dan juga komitmen untuk menempatkan orang-orang yang bersih dan berintegritas sebagai operator yang memegang administrasi e budgeting.

 

Contoh Tesis 9:  Penerapan Sistem E-Budgeting: Langkah Ampuh STOP KORUPSI BIROKRAT

 

Sistem ini merupakan sistem alternatif yang bisa dijadikan strategi antikorupsi dan untuk mewujudkan  good governence (tata kelola pemeriantahan yang baik) sehingga prinsip transparansi maupun akuntabilitas semakin meningkat. Perubahan penyalahgunaan APBD dapat dilacak. Tentunya, diharapkan sistem ini dapat diterapkan diseluruh pemerintah daerah Indonesia. Seperti kita ketahui, banyak terjadi kasus korupsi ynag cenderung sering terjadi pada kasus annggaran siluman. alhasil, sistem ini cukup ampuh untuk menangkal korupsi seperti yang diterapkan pemkot Surabaya (Sby). Sby menerapkan sejak 2014 mealui GRMS/ Sistem info manajemen sumber daya pemerintahan.

 

Mekanismenya sistem selama ini:

RAPBD yang telah dibuat untuk seperiode anggaran, setiap alokasinya harus disesuaikan. hal ini gunanya untuk indikator evaluasi dan monitoring. Rancangan yang sudah dibuat Kemudian diajukan ke DPRD untuk memperoleh persetujuan. apabila ada revisi, maka pemda harus memperbaikinya. Nah, proses manual bin tradisional inilah rawan potensi korupsi proyek siluman bin fiktif. sehingga sulit dilacak bin investigasi setiap ada perubahan anggaran,

 

Oleh karena itu, kehadiran e-budgeting ini memberikan solusinya agar mudah dilacak jika ada yang melanggar. Proses input akan dilakukan SKPD yang diawasi DPRD. Disinilah, aneka item akan mudah dipantau bin monitor. Fitur yang ada dapat diangun sedemikian rupa, seperti daftar harga, rincian anggaran,, etc. dengan demikian, realisasi pengeluaran anggaran dapat di monitor, oknum juga mudah dilacak, dan korupsi dapat di minimalisir serta efisiensi anggaran.

 

Contoh Tesis 10 : Model Pengembangan Sistem E-Budgeting dan E-Reporting pada PT Pengelolaan Keuangan Dana Desa

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan desa dalam melakukan pengelolaan dana desa dan kemudian mengembangkan sistem e-budgeting dan e-reporting untuk efisiensi realisasi alokasi dana desa di Desa Balesari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model penelitian di mana penelitian dilakukan untuk mengembangkan suatu sistem.

 

Metode penelitian Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model studi kasus. Informan penelitian adalah aparat desa dengan 10 petugas. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara mendalam dengan wawancara dan lapangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan e-budgeting dalam kegiatan anggaran Pemerintah Kabupaten Magelang telah membantu merealisasikan realisasi dana desa dengan membuat proses kegiatan anggaran, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengendalian anggaran menjadi lebih cepat dan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Balesari dalam mencapai realisasi anggaran. Semua data dari tahap proposal hingga akhir tahun anggaran telah terintegrasi dan disimpan dengan benar sehingga jika perlu mencari asal dari anggaran dan implementasi dapat cepat diperoleh melalui sistem e-budgeting dan e-reporting.

 

Kesimpulan dari penelitian ini adalah model keuangan desa yang layak digunakan adalah sistem keuangan desa yang telah disediakan oleh pemerintah. Namun, aparat desa belum siap untuk implementasi UU 6/2014

dan belum sepenuhnya memahami pengelolaan dana desa berdasarkan Permendagri 113/2014.

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?