HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Studi Pengaruh Kadar Kromium Terhadap Lapisan Hasil Hot Dip Galvanizing

ABSTRAK

Hot Dip Galvanizing merupakan salah satu jenis proses pelapisan baja dengan logam lain yaitu seng cair. Proses ini dilakukan dengan cara mencelupkan baja kedalam bak yang berisi seng cair. Tahapan proses galvanizing terdiri dari degreasing, pickling, fluxing, dipping dan quenching. Pembentukan fasa Fe-Zn akan terjadi selama proses galvanizing. Mekanisme pelekatan seng pada baja merupakan proses difusi. Pembentukan fasa Fe-Zn tergantung pada komposisi baja dan logam cair serta waktu pencelupan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pencelupan dan kadar kromium yang terkandung didalam baja terhadap lapisan yang terbentuk. Baja dengan kadar kromium yang berbeda, digalvanisasi pada temperature 470oC dengan komposisi seng cair 1,5% Fe, 0,90% Pb, 0,35% Al and 97,25% Zn. Waktu pencelupan yang digunakan adalah 3, 15 dan 50 detik. Penelitian mengenai pengaruh kromium pada baja dilakukan dengan pengujian kekerasan lapisan, ketebalan lapisan dan analisa struktur mikro. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa kromium akan mempengaruhi kekerasan tetapi tidak berpengaruh terhadap ketebalan. Nilai kekerasan paling tinggi didapatkan pada baja dengan kadar 0,32 % Cr. Mekanisme kekerasan kromium pada lapisan galvanisasi adalah solid solution dengan substitusi. Ketebalan lapisan yang terbentuk tidak tergantung pada lamanya waktu pencelupan tetapi tergantung pada ketebalan sampel dan konsentrasi silikon (Si).

Penambahan 0,35% Al pada bak galvanizing, akan menghasilkan lapisan intermetalik Fe2Al5. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada mikroskop optic menunjukkan bahwa hanya pada waktu pencelupan yang sangat singkat yaitu 3 detik, fasa intermetalik terdapat pada semua sampel. Fasa ini akan mempengaruhi kekerasan lapisan dimana dihasilkan kekerasan lapisan tertinggi pada waktu celup 3 detik.

Kata kunci : Hot-dip Galvanizing, Kromium, Aluminium, Fasa Intermetalik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Logam seng (Zn) mempunyai sifat ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan besi atau baja, terutama dilingkungan atmosfer. Hal ini disebabkan karena di lingkungan atmosfer, pada permukaan logam seng akan terbentuk lapisan film yang dapat melindungi struktur dari serangan korosi dimana lapisan film yang terbentuk dapat berupa seng oksida, seng hidroksida, seng karbonat ataupun garam seng. Dewasa ini, logam seng banyak digunakan untuk melapisi logam baik besi maupun baja dari serangan korosi. Hal ini disebabkan lapisan logam seng selain berfungsi sebagai lapisan barrier (pelindung), juga dapat berfungsi sebagai anoda korban pada lingkungan yang korosif.

Salah satu cara untuk melapisi logam besi maupun baja dengan logam seng adalah dengan menggunakan metode celup panas atau galvanizing. Metode ini sangat efektif digunakan untuk material dengan ukuran yang besar. Selain itu, waktu prosesnya relatif singkat. Selain itu, lapisan yang terbentuk merupakan paduan Fe-Zn, dimana hasil lapisannya mempunyai nilai kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan logam seng maupun logam besinya. Tujuan proses celup panas atau Hot Dip Galvanizing adalah untuk melindungi baja terhadap serangan korosi dengan metode proteksi katodik yaitu anoda korban dimana seng akan bertindak sebagai anoda korban [1].

Kualitas lapisan yang dihasilkan dipengaruhi beberapa faktor antara lain kondisi permukaan baja sebelum proses pencelupan, preparasi sampel sebelum pencelupan, waktu pencelupan, temperatur pencelupan dan juga kecepatan pengangkatan. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi ketebalan, kekerasan dan struktur mikro lapisan yang terbentuk dimana pada struktur lapisan akan terbentuk fasa-fasa yang memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. Selain itu, komposisi kimia yang terkandung didalam baja maupun bak logam seng cair akan mempengaruhi lapisan galvanisasi yang terbentuk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ke Zhang, Nai-Yong Tang dan Frank E. Goodwin, bahwa pada baja tahan karat 316 yang digalvanisasi, unsur Fe dan elemen paduan seperti Ni dan Cr akan berdifusi keluar dan keberadaan Ni dan Cr memiliki efek terhadap lapisan yang terbentuk [2].

Seperti diketahui bahwa selama ini spons bijih besi yang digunakan dalam pembuatan baja masih diimpor dari beberapa negara antara lain Swedia, India, Brazil dan lain-lain. Pada penelitian ini digunakan baja lembaran dan baja tahan karat cuaca yang terbuat dari spons bijih besi laterit yang berasal dari Kalimantan yang merupakan produk yang sedang dikembangkan oleh PT. Krakatau Steel. Jenis baja tersebut memiliki komposisi kromium (Cr) yang berbeda. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas lapisan yang dihasilkan bila dilakukan proses galvanisasi.

Incoming search terms:

Leave a Reply