HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan: Kekuatan Otot Tungkai dgn Start Renang Gaya Kupu-Kupu pd Atlet Renang

Judul Skripsi : Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Start Renang Gaya Kupu-Kupu pada Atlet Perkumpulan Renang Spectrum Semarang

 

A. Latar Belakang

Ada beberapa hal berkaitan dengan teknik yang perlu dikuasai oleh perenang saat mengikuti suatu perlombaan, yaitu: start, pembalikan, finish dan gaya renang itu sendiri. Menurut Thayer & Hay (1984) yang dikutip oleh Tri Tunggal (2004 : 2) pembalikan menyokong waktu antara 20–38% pada jarak 50-100m, start menyokong waktu sekitar 25% dari total waktu renang gaya crawl pada jarak 25 m, 10% pada jarak 50 m dan 5% pada jarak 100 m. Data yang dikumpulkan tahun 1990-an, diperkirakan bahwa start menyumbangkan waktu 0,10 detik, pembalikan 0,20 detik dan finish 0,10 detik pada beberapa jarak renang Maglischo (1993) yang dikutip oleh Tri Tunggal (2004 : 2). Dengan demikian walaupun sumbangan yang diberikan oleh start sangat kecil tetapi tetap diperlukan karena juga ikut menentukan keberhasilan perenang untuk memenangkan perlombaan. Agar pemakaian tenaga menjadi efisien dan dapat mengurangi hambatan, teknik gaya membutuhkan fleksibilitas sendi yang lebih baik.

Adapun alasan lain pemilihan judul dalam penelitian ini adalah, pentingnya penguasaan start (grab start) sangat mendukung dan menentukan keberhasilan prestasi perenang atau atlet terutama pada saat menghadapi kejuaraan renang baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan start renang gaya kupu-kupu ?
  2. Berapa sumbangan kekuatan otot tungkai terhadap start renang gaya kupu-kupu?

 

C. Landasan Teori

Teknik Renang

Dalam renang ada empat gaya, yaitu: gaya crawl / gaya bebas (The Crawl Style), gaya dada (The Breast Stroke), gaya punggung (The Back Crawl), dan gaya kupu-kupu (The Dolphin Butterfley Stroke). Gaya dada dan gaya crawl adalah gaya dasar, sedangkan gaya punggung dan gaya kupu-kupu adalah gaya lanjutan, artinya sebelum mempelajari gaya punggung dan gaya kupu-kupu harus sudah menguasai gaya dada maupun gaya crawl terlebih dahulu.

Gaya Kupu-kupu (The Butterfly Dolphin Kick)

Renang gaya kupu-kupu adalah sebagai gaya lanjutan, artinya para perenang untuk merenangkan gaya ini telah dapat melakukan gaya yang lain (gaya crawl atau gaya dada). Renang gaya kupu-kupu yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya kupu-kupu dolphin, yaitu gaya kupu-kupu yang menggunakan gerakan tungkai menirukan lecutan ekor ikan dolphin. Gaya ini biasa disebut gaya dolphin kick atau The Dolphin Butterfly Stroke (Kasiyo, 1980 : 15).

Gerakan tungkai

Gerakan tungkai pada gaya kupu-kupu dilakukan naik turun secara terus menerus dengan sumber tenaga pada pangkal paha, fase istirahat pada gerakan tungkai dilakukan pada saat tungkai naik ke atas dan fase bekerja saat tungkai menekan ke bawah dan diakhiri dengan lecutan punggung kaki. Pada dasarnya gerakan kaki terdiri dari dua tekanan, yaitu tekanan kuat dan tekanan lemah, kedua gerakan itu dilakukan secara berangkai, naik turunnya kaki berada pada satu bidang datar. Kelentukan tungkai sangat diperlukan terutama pada pergelangan kaki. Pada saat melipat tungkai hendaknya tidak menarik lutut ke bawah, melainkan menarik betis atau tungkai bawah agak ke atas.

 

D. Metode Penelitian

Data yang diperoleh dianalisa dengan korelasi product moment tunggal pada taraf signifikansi 0,05.

Data / penelitian ini menggunakan prediktor tunggal yaitu prediktor kekuatan otot tungkai (X) dan sebagai kriterium adalah lompatan start (Y).

Hasil dari analisa data statistik diperoleh nilai r hitung sebesar 0,723 dan nilai signifikansi 0,05 (r tabel) sebesar 0,632. Jadi hipotesis yang menyatakan, bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel kekuatan otot tungkai dengan start renang gaya kupu-kupu (grab start) pada atlet Perkumpulan Renang Spectrum Semarang, tahun 2005.

 

E. Kesimpulan

Penelitian ini adalah survei untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan start renang gaya kupu-kupu (grab start) pada 10 atlet laki-laki Perkumpulan Renang Spectrum Semarang. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan korelasi product moment, setelah diuji keberartiannya dengan korelasi dan uji signifikansi 5% maka disimpulkan sebagai berikut: ada hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap start renang gaya kupu-kupu pada atlet Perkumpulan Renang Spectrum Semarang dan sumbangan yang diberikan oleh kekuatan otot tungkai terhadap start renang gaya kupu-kupu adalah 72,3%.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Hubungan Antara Kekuatan Otot Perut Dan Keterampilan Timang -Timang Bola Terhadap Ketepatan Tendangan
  2. Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelentukan Pergelangan Kaki Dengan Keterampilan Menggiring
  3. Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelincahan Dengan Kecepatan Menggiring
  4. Hubungan Antara Tingkat Persepsi Kinestetik Dengan Keberhasilan Smash Bola Voli
  5. Hubungan Fleksibilitas Dan Kelincahan Dengan Kemampuan Melakukan Groundstroke Dalam Tenis Pada Pemain Usia 14-16 Tahun Di Kota Semarang Tahun 2007

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply