HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Latihan Interval Anaerob dan Power Otot Tungkai terhadap Kecepatan Renang

Judul Skripsi : Pengaruh Latihan Interval Anaerob dan Power Otot Tungkai terhadap Kecepatan Renang Gaya Dada 50 Meter

 

A. Latar Belakang Masalah

Renang yang terangkum dalam pendidikan jasmani merupakan fondasi dari perkembangan dan pembinaan olahraga renang nasional. Untuk itu, baik dan tidaknya pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan jasmani di sekolah sangat menentukan prestasi olahraga renang yang akan dicapai oleh suatu negara. Sebagai langkah konkrit untuk membenahi sistem pembinaan olahraga nasional adalah dengan memperbaiki pendidikan dengan cara menata kondisi minimal di sekolah-sekolah. Sehingga, pendidikan jasmani dan olahraga di dunia pendidikan dapat berjalan lebih efektif. Perbaikan mutu pendidikan, selama ini khususnya sekolah-sekolah lebih banyak pada penataan infrastruktur dan birokrasi. Artinya, dalam konteks pendidikan jasmani, harus lebih berorientasi pada guru pendidikan jasmani yang kompeten dan profesional agar kegiatan pelajaran pendidikan jasmani tak lagi menjadi mata pelajaran yang gersang.

Pendidikan jasmani harus muncul sebagai proses pendidikan yang bersamasama mata pelajaran lainnya dapat mengantarkan anak untuk menjadi peserta didik yang cerdas, terampil, dan sehat, seperti juga kecerdasan emosi, kecakapan sosialnya, di samping lebih peduli dengan lingkungan hidup (Lutan, 2002) karena melalui pendidikan jasmani dapat membentuk karakter peserta didik untuk lebih bermoral. Sebagai salah satu cabang olahraga utama yang wajib diperlombakan, cabang renang memiliki beberapa keuntungan apabila dipakai sebagai strategi untuk perolehan medali pada penyelenggaraan pesta olahraga, dimana predikat juara umum ditentukan berdasarkan banyaknya perolehan medali emas, perak dan perunggu. Keuntungan tersebut antara lain pada banyaknya nomor perlombaan dari empat gaya berbeda, yaitu gaya bebas (front crawl stroke), gaya kupu-kupu (butterfly), gaya punggung (back crawl stroke), gaya dada (breaststroke) dengan berbagai nomor jarak renang : 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, serta 1.500 m baik putra maupun putri yang bila ditotal mencapai 31 nomor perlombaan. Jumlah tersebut merupakan kedua terbanyak setelah cabang olahraga atletik yang memperlombakan 41 nomor. Kelebihan lainnya ialah seorang perenang bisa ikut berlomba lebih dari satu nomor perlombaan.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Adakah perbedaan pengaruh latihan interval anaerob dengan rasio kerjaistirahat 1:2 dan 1:3 terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter?
  2. Adakah perbedaan hasil kecepatan renang gaya dada 50 meter antara perenang yang memiliki power otot tungkai tinggi dan rendah?
  3. Adakah pengaruh interaksi antara latihan interval anaerob dan power otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter?

 

C. Kajian Teori

Kecepatan Renang Gaya Dada 50 Meter

Kemampuan untuk mencapai prestasi renang khususnya jarak pendek atau renang cepat 50 meter adalah terletak pada kecepatan renang atau renang secepat-cepatnya. Upaya meningkatkan prestasi renang gaya dada 50 meter faktor kecepatan tidak dapat dipisahkan. Renang gaya dada 50 meter ialah kecepatan sebagai kernampuan untuk bergerak dengan kemungkinan kecepatan yang paling cepat. Kecepatan ini secara meyakinkan menyumbang dalam prestasi renang cepat (sprints).

 

Sistem Energi Renang Gaya Dada 50 Meter

Program latihan untuk mengembangkan sistem energi utama dalam kegiatan renang harus disesuaikan dengan metode latihan. Sistem energi utama renang gaya dada 50 meter adalah sistem energi ATP-PC dan sedikit LA sehingga untuk mengembangkan sistem energi tersebut digunakan metode latihan interval. Latihan interval sebagai metode latihan dapat bervariasi dan diatur untuk meningkatkan sistem energi anaerob atau aerob. Latihan interval anaerob merupakan salah satu sistem latihan yang telah diselidiki secara sistematis dan ilmiah, seri latihan berat yang diulang-ulang diselingi oleh waktu istirahat dan diselingi latihan ringan. Menurut Janssen (1987:130) pengukuran laktat sudah menjadi elemen penting dalam latihan olahraga. Penentuan laktat, metode dan intensitas latihan dapat ditentukan dengan akurat. Berikut beberapa metode latihan dengan presentase sistem energi yang dominan dapat dikembangkan.

 

Power Otot Tungkai

Power ini sering disebut kekuatan eksplosif, ditandai dengan adanya gerakan atau perubahan tiba-tiba yang cepat, dimana tubuh terdorong ke atas atau vertikal (melompat = satu kaki menapak atau meloncat = dua kaki menapak) atau kedepan (horisontal, lari cepat, lompat jauh) dengan mengerahkan kekuatan otot maksimal. Power termasuk pula gerakan tiba-tiba dan cepat dari lengan ketika memukul atau menyemes bola serta tungkai tatkala menyepak. Hampir semua cabang olahraga memerlukan komponen fisik berupa ekplosif power. Seperti dikemukakan oleh Harsono, (1988:176) power adalah “kekuatan dan kecepatan” dimana power adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas secara tiba-tiba dan cepat dengan mengerahkan kekuatan yang singkat power adalah kemampuan otot untuk menggerakan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat.

 

Pelaksanaan Latihan Interval Anaerob dengan Rasio 1:2

Latihan interval dengan rasio 1:2 yaitu perbandingan 1 untuk waktu kerja dan 2 untuk waktu istirahat. Misalnya, waktu kerja menempuh jarak 50 meter dengan waktu 30 detik, maka periode istirahatnya adalah 60 detik. Latihan yang akan diterapkan dalam penelitian ini yaitu renang 50 meter gaya dada jarak 20-40 meter, dengan waktu kerja 15-20 detik, dengan demikian periode istirahatnya yaitu 30-40 detik.

 

Kelebihan dan Kekurangan Latihan Interval Anaerob dengan Rasio 1:2

Periode istirahat 30-60 detik, energi ATP-PC perenang baru pulih sebesar ± 50-80%. Untuk melaksanakan kerja berikutnya maka energi yang digunakan tidak 100% ATP-PC, karena ATP-PCnya belum pulih 100%. Belum sempurnanya pemulihan dan pengisian kembali ATP-PC di dalam otot, maka untuk aktivitas berikutnya ATP-PC tidak cukup untuk mensuplai energi ke dalam otot yang bekerja secara maksimal. Hal ini memungkinkan timbulnya akumulasi LA, apabila dilakukan dengan berulangkali.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2. Penelitian ini dilaksanakan di kolam renang Mumbul Singaraja Bali. Besarnya sampel penelitian 40 siswa yang berasal dari jumlah populasi sebesar 60 siswa.

Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel independent yakni : variabel manipulatif : latihan interval anaerob rasio kerjs-istitrahat 1 : 2 dan 1 : 3, variabel atributif yakni : power otot tungkai tinggi dan renadah serta variabel dependent yakni : kecepatan renang gaya dada 50 meter.

Teknik pengumpulan data dengan Tes dan Pengukuran, data kecepatan renang gaya dada 50 meter di tes dengan renag cepat gaya dada 50 meter dimana reliabelitas tesnya dicari dengan teknik analisis varians (ANAVA) dan data power otot tungkai di tes dengan standing broad jump.

Teknik analisis data menggunakan analisi varians (ANAVA) dengan taraf signifikansi ? = 0,05.

 

E. Kesimpulan

1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan interval anaerob dengan rasio kerja-istirahat 1:2 dan rasio 1:3 terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter. Pengaruh latihan interval anaerob rasio 1:3 lebih baik dari pada latihan interval anaerob rasio 1:2 terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter.

2. Ada perbedaan hasil yang signifikan terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter antara power otot tungkai tinggi dengan power otot tungkai rendah. Peningkatan hasil kecepatan renang gaya dada 50 meter pada siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi lebih baik dari pada yang memiliki power otot tungkai rendah.

3. Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara latihan interval anaerob dan power otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya dada 50 meter.

  1. Siswa dengan power otot tungkai tinggi memiliki peningkatan yang lebih baik jika mendapat latihan interval anaerob dengan rasio 1:3
  2. Siswa dengan power otot tungkai rendah memiliki peningkatan yang lebih baik jika mendapat latihan interval anaerob dengan rasio 1:2.
Incoming search terms:

Leave a Reply