HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Inflasi

Judul Skripsi : Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 1990.1 – 2005.4

 

A. Latar Belakang

Bank Indonnesia sebagai otoritas moneter memegang kendali yang sangat strategis dalam menciptakan kebijakan moneter yang stabil dalam perekonomian nasional, Namun dalam perjalanannya kebijakan Bank Indonesia yang dibuat atau kebijakan yang diambil Bank Indonesia menjadi tidak efektif dan bahkan tidak efisien sebagaimana yang dinginkan oleh bank Indonesia terhadap kebijakan tersebut untuk perekonomian.

Bank Indonesia harus dapat mengukur peredaran uang, antara lain dengan menentukan tingkat suku bunga SBI, selain itu pemerintah juga memegang peranan penting dalam mengendalikan laju inlasi untuk itu salah satu kebijakannya adalah mengatur pengeluaran untuk pengeluaran rutinnya (government expenditure). Dilain pihak sektor luar negeri juga cukup memegang peranan dalam mengendalikan inflasi diantaranya yaitu penerimaan export. Dengan demikian laju pertumbuhan inflasi dapat dikendalikan ditekan atau bahkan kemunculannya dapat dicegah.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah Jumlah uang beredar (M2) berpengaruh terhadap inflasi?
  2. Apakah produk domestik bruto berpengaruh terhadap inflasi?
  3. Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap inflasi?

 

C. Landasan Teori

Inflasi

Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan terus menerus. Akan tetapi bila kenaikan harga hanya dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas atau menyebabkan kenaikan sebagian besar dari harga barang-barang lain. (Boediono, 1985:161).

Jenis Inflasi

Inflasi dapat digolongkan menurut sifatnya, menurut sebabnya, parah dan tidaknya inflasi tersebut dan menurut asal terjadinya (Nopirin, 1987).

  • Menurut Sifatnya

Inflasi menurut sifatnya digolongkan dalam tiga kategori(Nopirin, 1987 : 27-31), yaitu :

Inflasi Merayap

Kenaikan harga terjadi secara lambat, dengan persentase yang kecil dan dalam jangka waktu yang relatif lama (di bawah 10% per tahun).

Inflasi Menengah

Kenaikan harga yang cukup besar dan kadang-kadang berjalan dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselerasi

Inflasi Tinggi

Kenaikan harga yang besar bisa sampai 5 atau 6 kali. Masyarakat tidak lagi berkeinginan menyimpan uang. Nilai uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukar dengan barang. Perputaran uang makin cepat, sehingga harga naik secara akselerasi.

  • Menurut Sebabnya

Demand Pull Inflasion.

Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total (agregat demand). Sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hampir mendekati kesempatan kerja penuh. Apabila kesempatan kerja penuh(full employment) telah tercapai, penambahan permintaan selanjutnya hanyalah akan menaikkan harga saja (sering disebut dengan Inflasi murni). Apabila kenaikan permintaan ini menyebabkan keseimbangan GNP berada di atas/melebihi GNP pada kesempatan kerja penuh maka akan terdapat adanya inflationary gap.

 

Tingkat Suku Bunga

Menurut Noprin (1996) suku bunga adalah biaya yang harus di bayar oleh pemimjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pembari pinjaman atas investasinya. Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan. Suku bunga juga merupakan sebuah harga yang menghubungkan masa kini dengan masa depan, sebagaimana harga lainnya maka tingkat suku bunga ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran (suhedi, 2000).

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu mendiskripsikan suatu permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan angka-angka atau rumus-rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti.

Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan metode Mackinnon, white dan Davidson (uji MWD).

 

E. Kesimpulan

  1. Variabel penjelas yang terdiri Jumlah uang beredar, Tingkat suku bunga, Kurs US terhadap rupiah, menunjukkan hubungan yang signifikan dengan variable dependen dan cukup mampu untuk menjelaskan pengaruh yang terjadi pada tingkat inflasi antara tahun 1990.1 sampai tahun 2005.4. Sedangkan produk domestic bruto tidak berpengaruh signifikan dengan variabel dependen.
  2. Variabel PDB tidak berpengaruh signifikan karena dalam periode 1998 – 1999 ekspektasi masyarakat sangat tinggi dan mengakibatkan kenaikan jumlah uang Besarnya produk domestik bruto dinyatakan dalam satuan uang namun nilai satuan berubah sepanjang waktu. Perubahan nilai produksi total dipengaruhi kuantitas output yang diproduksi maupun tingkat harga. Nilai produk domestic bruto tidak dipengaruhi oleh harga barang-barang.
  3. Variabel jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap Inflasi. Artinya terdapat korelasi positif antara pertumbuhan uang (JUB) dan inflasi, yang dapat dijadikan prediksi teori kuantitas bahwa pertumbuhan uang yang tinggi mengarah pada inflasi yang tinggi sehingga pertumbuhan dalam money supply menentukan tingkat inflasi.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisa Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia (Metode Stochastic Frontier Approach Sfa)
  2. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 1990.1 – 2005
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan Pada Bank
  4. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alokasi Kuk pada Bank-Bank Umum di Indonesia
  5. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Indonesia (Tahun 1988-2005)

 

Incoming search terms:

Leave a Reply