HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Jakarta

ABSTRAKSI

Manajemen laba merupakan tindakan manajemen yang berupa campur tangan dalam proses penyusunan laporan keuangan dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraannya secara personal maupun untuk meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini merupakan hasil replikasi dari penelitian Widyaningdyah A (2001) yang menguji faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan go publik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali secara empiris atas faktor-faktor yang digunakan pada penelitian Widyaningdyah (2001) masih berpengaruh terhadap manajemen laba pada tahun 2000-2003. metode analisis statistik yang digunakan adalah metode regresi.

Hasil penelitian ini menunjukkan hanya Reputasi Auditor yang berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti manajemen laba berkaitan dengan auditor independen yang mengaudit perusahaan.

Kata kunci: manajemen laba, discretionary accruals, penawaran saham perdana (IPO), leverage.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi akuntansi lengkap / tesis akuntansi lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu sumber informasi dari pihak eksternal dalam menilai kinerja perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksitransaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Disamping itu laporan keuangan juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak diluar perusahaan. Kinerja manajemen perusahaan tersebut tercermin pada laba yang terkandung dalam laporan laba rugi. Oleh karena itu proses penyusunan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang dapat menentukan kualitas laporan keuangan. Manajemen perusahaan dapat memberikan kebijakan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut untuk mencapai tujuan tertentu. Scott (2000:296) didalam bukunya yang berjudul “Financial Accounting Theory” mengatakan bahwa pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajer untuk tujuan spesifik itulah disebut dengan manajemen laba.

Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No 1. informasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Selain itu informasi laba juga membantu pemilik atau pihak lain dalam menaksir earnings power perusahaan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dapat membuat laporan keuangan menjadi baik. Tindakan manajer ini kadang bertentangan dengan tujuan perusahaan. Tindakan yang menyimpang tersebut salah satu bentuknya adalah manajemen laba. Manajemen laba adalah campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri (manajer). Manajemen laba diukur dengan menggunakan proxy Discretionary Accrual (DA). Sedangkan yang dimaksud dengan Discretionary Accrual adalah komponen akrual yang berada dalam kebijakan manajer, artinya manajer memberi intervensinya dalam proses pelaporan akuntansi. Manajemen laba berbeda dengan perataan laba (income smooting) karena perataan laba (income smooting) adalah tindakan untuk meratakan laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan tujuan pelaporan eksternal, terutama bagi investor, karena umumnya investor menyukai laba yang relatif stabil. Oleh karena itu perataan laba (income smooting) merupakan bagian dari manajemen laba.

Manajemen laba akan menambah bias dalam laporan keuangan dan dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba pada laporan keuangan dari hasil rekayasa tersebut. Maksud dari menambah bias laporan keuangan adalah bahwa laporan tersebut menggunakan metode-metode akuntansi tertentu sehingga timbul laporan-laporan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan investor atau keinginan manajer, sehingga dapat dikatakan bahwa laporan keuangan tersebut dapat tergantung kepada pemakai laporan keuangan tersebut. Menurut Surifah (1999) manajemen laba dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan apabila digunakan untuk mengambil keputusan, karena manajemen laba merupakan suatu bentuk manipulasi atas laporan keuangan yang menjadi sasaran komuniksi antara manajer dan pihak eksternal perusahaan.

Sedangkan pengertian laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dengan biaya. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap manajemen laba yang terdapat pada penelitian terdahulu seperti yang dikemukakan oleh Watt dan Zimmerman sebagaimana dikutip oleh Sugiri (1998) bahwa manajemen laba dilakukan karena dimotivasi oleh tiga hal yaitu bonus hypothesis plan, rasio debt to equity, dan juga political cost hypothesis. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap manajemen laba juga dikemukakan oleh Widyaningdyah. Bahwa dalam penelitian Widyaningdyah.A.U. (2001) yang mengacu pada Decow et. al dengan variable Reputasi Auditor, Dewan direksi, Leverage dan menambahkan faktor IPO, menemukan bahwa hanya leverage yang paling signifikan berpengaruh terhadap manajemen laba.

Dari uraian diatas dapat dilihat banyaknya pendapat dari berbagai penelitian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya tindakan manajemen laba maka penulis tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Widyaningdyah.A.U. (2001) dengan mengganti tahun yang lebih baru, menggunakan data yang berbeda dan juga mengganti alat yang digunakan untuk mencari discretionary accruals, dan juga penentuan variabel dummy atas jumlah dewan direksi. Dengan penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah faktor-faktor tersebut masih berpengaruh terhadap manajemen laba, dengan menggunakan data yang berbeda dan juga tahun yang lebih baru yaitu tahun 2000-2003 dan dengan alat untuk mencari discretionary accruals yang berbeda, dan penentuan variabel dummy atas jumlah dewan direksi yang berbeda. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul “ANALISIS FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA”

Incoming search terms:

Leave a Reply