HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Inflasi, Kurs dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan

Judul Skripsi : Pengaruh Inflasi, Kurs dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang Masalah

Dunia industri telah mengalami pasang surut. Perkembangan industri juga diikuti kebutuhan dana yang besar sehingga industri harus mencari sumber dana guna melakukan operasionalisasinya. Kebutuhan sumber dana tersebut dapat dipenuhi dengan melakukan go publik atau menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal. Alternatif ini merupakan altenatif yang lebih mudah dan murah jika dibandingkan sumber pendanaan lain misalnya melakukan peminjaman atau utang pada pihak lain. Pasar modal merupakan tempat bertemunya para pemodal dan pencari modal.

Ada tiga tujuan utama diadakannya pasar modal; Pertama, mempercepat proses perluasan pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan. Kedua, pemerataan pendapatan bagi masyarakat dan Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penghimpunan dana secara produktif. Satu upaya agar masyarakat mau melakukan investasi adalah: investasi tersebut aman dan transparansi. Indikator yang dapat dijadikan pertimbangan bagi investor dalam investasi yaitu informasi tentang keberhasilan perusahaan dalam mengelola kekayaan perusahaan.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah ada pengaruh antara inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010?
  2. Apakah ada pengaruh antara kurs terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010?
  3. Apakah ada pengaruh antara tingkat suku bunga Sertirikat Bank Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010?
  4. Apakah ada pengaruh antara inflasi, kurs dan tingkat suku bunga Sertirikat Bank Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2010 secara simultan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Inflasi

Definisi inflasi menurut Kuncoro (1998:46) adalah: kecenderungan dari harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas atau mengakibatkan kenaikan kepada barang lainnya. Sadli dalam kolom pakar pinter (www.google.com) menyatakan bahwa inflasi adalah gejala kenaikan harga secara umum, artinya semua harga ikut terpengaruh oleh karena terlalu banyak uang mengejar jumlah barang yang terbatas jumlahnya.

Pengertian Nilai Kurs

Kurs merupakan salah satu harga yang terpenting dalam perekonomian terbuka mengingat pengaruh yang demikian besar bagi neraca transaksi berjalan maupun variabel-variabel makro ekonomi yang lain. Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menentukan nilai tukar mata uang yaitu pendekatan moneter dan pendekatan pasar. Dalam pendekatan moneter, nilai tukar mata uang di definisikan sebagai harga dimana mata uang asing diperjual belikan terhadap mata uang domestik dan harga tersebut berhubungan dengan penawaran dan permintaan uang.

 

Pengertian Suku Bunga

Pengertian tingkat suku bunga (interest rate) menurut Samuelson dan Nordhaus (1995:482) adalah sebagai berikut : “The interest rate is the amount of interest paid per unit of time. In other words, people must pay for the opportunity to borrow money. The cost of borrowing money, measured in dollar per year per dollar borrowed, is the interest rate”. Sedangkan menurut Bernstein dan Wild (1998:292): “Interest is composition for use money. It is the excess cah paid or collected beyond the money (peicipal) borrowed or loaned”.

 

Pengertian Saham

Saham merupakan salah satu sekuritas yang diperdagangkan di BEJ selain obligasi dan sertifikat. Saham menurut Zaki Baridwan (1992 : 393) adalah setoran dari pemilik sebagai tanda bukti kepemilikan yang diserahkan pada pihak-pihak yang menyetor modal, dengan kata lain bahwa pengertian saham atau stock adalah merupakan surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2010.

Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan masing-masing perusahaan di Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia. Pengamatan dilakukan selama 60 bulan pengamatan.

Alat analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien determinansi R2.

 

E. Kesimpulan

1. Secara individual pengujian terhadap hipotesis penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Inflasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Artinya jika inflasi naik Indeks haga saham akan mengalami kenaikan, korelasi positif ini didasarkan pada asumsi bahwa inflasi yang terjadi karena demand pull inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena adanya kelebihan permintaan atas penawaran barang yang tersedia. Pada keadaan ini, perusahaan dapat membebankan peningkatan biaya kepada konsumen dengan proporsi yang lebih besar sehingga keuntungan perusahaan meningkat. Dengan demikian, akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk membayar deviden dan akan memberikan penilaian positif pada harga saham
  2. Kurs mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh negatif ini diasumsikan jika perusahaan memproduksi barang dengan kandungan bahan baku impor yang tinggi dan mengutamakan penjualan dalam negeri akan sangat menderita dengan adanya apresiasi mata uang asing. Dengan jumlah bahan baku impor yang sama perusahaan membutuhkan mata uang domestik yang lebih banyak untuk dikonversikan ke dalam mata uang eksportir. Hal ini akan meningkatkan arus kas keluar perusahaan. Apabila arus kas keluar lebih besar daripada arus kas masuk tentu saja perusahaan ini akan mengalami kerugian. Dalam kondisi apresiasi mata uang asing perusahaan jenis ini kurang menarik bagi para investor, bila diikuti dengan tindakan menjual saham oleh para investor maka harga saham perusahaan tersebut akan menurun. Jika hal ini dialami banyak perusahaan maka akan menurunkan indeks harga saham gabungan.

2. Hasil uji Anova atau uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung mempunyai signifikansi < taraf 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Inflasi, Kurs, dan Tingkat Suku bunga secara bersama berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia .

3. Dari Uji R2 didapatkan hasil sebesar 0.889 atau 88,9%. yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 88,9% sedangkan sisanya (11,1%) dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

Incoming search terms:

Leave a Reply