HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Perancangan Ulang Tata Letak Pabrik Sangkar Burung Soudan, Surakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tujuan dari suatu proses manufaktur adalah menghasilkan produk dengan tingkat efisiensi dan kualitas yang tinggi serta biaya minimum dan dapat segera memenuhi kebutuhan dari konsumennya. Perusahaan sangkar burung Soudan, Mojosongo, Surakarta termasuk dalam kategori industri manufaktur karena berfungsi sebagai penghasil produk guna memenuhi kebutuhan masyarakat pecinta seni. Produk yang dihasilkan adalah sangkar burung berbahan baku ‘bambu apus’ dengan beragam bentuk dan ukuran. Pada proses pembuatan sangkar burung, bahan mentah terdiri dari : bambu apus, kayu triplek, pewarna, dan bahan yang digunakan untuk perakitan. Bahan setengah jadi terdiri dari : atas, sepatu, bawah besar, bawah kecil, bawah kecil dengan sepatu, jalen, sikon, templek, plengkung, pegangan, tengahan, kusen pintu, kembangan, sodokan triplek dan sodokan ruji. Bahan jadi berupa sangkar burung hasil rakitan semua komponen dan telah mengalami proses pengecatan serta pengeringan.

Persaingan yang semakin ketat di bidang industri pembuatan sangkar burung menuntut perusahaan untuk berbuat yang terbaik dalam memenuhi kepuasan konsumen. Dengan tetap memperhitungkan para pesaing yang ada dewasa ini, perusahaan diharapkan mampu membuat arah perbaikan mutu produk melalui kelancaran aktivitas produksi. Setiap aktivitas tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya serta membutuhkan tempat (space) guna melaksanakannya. Salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan agar aktivitas tersebut dapat berjalan dengan lancar adalah material handling, yang sangat dipengaruhi oleh tata letak ruang produksi. Aktivitas material handling tersebut ditentukan oleh aliran bahan dalam proses produksi, sehingga dengan dilaksanakannya aktivitas tersebut akan timbul ongkos material handling dan jarak perpindahan bahan yang berperan penting dalam mengevaluasi tata letak (layout) produksi.

Pada objek pengamatan ini, perusahaan sangkar burung Soudan mempekerjakan sebanyak 20 orang karyawan dengan jumlah produksi rata-rata 20 buah sangkar per hari dan penggunaan lantai produksi seluas ± 220 m2. Kondisi tata letak pabrik saat ini tidak sesuai dengan kriteria tata letak yang baik, sehingga mengakibatkan arus bolak-balik pekerja, terjadinya perpotongan aliran bahan yang dapat mempengaruhi tingkat keamanan dan performansi pekerja. Belum adanya pemisahan antara bahan mentah, bahan setengah jadi dan barang jadi juga menyebabkan terganggunya arus lalu lintas material handling. Ketidakteraturan kondisi tata letak yang ada sekarang dapat berimbas pada peningkatan waktu produksi. Ketidakefisienan seperti ini dapat diatasi dengan mengatur ulang letak stasiun kerja dan mengatur ulang jalur lalu lintas barang sesuai dengan fungsi masing-masing stasiun kerja. Perancangan ulang yang diusulkan diharapkan dapat meminimalisasi jarak dan biaya material handling, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih baik dan biaya produksi dapat diminimalisasi.

Incoming search terms:

Leave a Reply