HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Prarancangan Pabrik Hidrogen Peroksida Proses Autooksidasi 2-Ethyl Anthraquinone Kapasitas 40.000 Ton Per Tahun

INTISARI

Pabrik hidrogen peroksida dengan bahan baku hidrogen, udara, dan 2 ethyl anthraquinone direncanakan didirikan di kawasan industri Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 40.000 ton per tahun. Pabrik ini didirikan di atas tanah seluas 20.000 m2. Proses pembuatan hidrogen peroksida dilakukan melalui 3 tahap. Tahap pertama reaksi pengikatan H2 oleh working solution dalam reaktor fixed bed, reaksi berlangsung pada fase gas-cair, irreversibel, adiabatis, non isotermal dan eksotermis. Tahap kedua reaksi pembentukan H2O2 dalam reaktor packed bed, reaksi berlangsung pada fase gas-cair, adiabatis non isotermal dan eksotermis. Tahap pertama dan kedua berlangsung pada suhu 400C dan tekanan 4 atm. Tahap ketiga pemisahan dan pemurnian, pemisahan dilakukan di menara ekstraktor sedangkan pemurnian dilakukan di menara distilasi. Kebutuhan hidrogen untuk pabrik sebanyak 195,3625652 kg/j dan udara sebanyak 496,5287839 kg/j.Produk yang dihasilkan berupa hidrogen peroksida sebanyak 5050,5050 kg/j. Utilitas pendukung proses meliputi penyediaan air sebesar 269734,7357 lt/j yang diperoleh dari air sungai, steam sebesar 296708,2093 kg/j, listrik sebesar 436,3 KW dan bahan bakar 1894,973 liter, dan udara tekan sebesar 150 m3/j.

Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari per tahun dengan jumlah karyawan 145 orang dengan modal tetap sebesar 423,412 milyar per tahun. Hasil evaluasi ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan keuntungan sebelum pajak Rp.142,980 milyar per tahun, setelah dipotong pajak 40% sebesar Rp. 85,788 milyar per tahun. ROI sebelum pajak sebesar 23,79% dan setelah pajak sebesar 14,27%. POT sebelum pajak 1,88 tahun setelah pajak 2,79 tahun. Break even Point (BEP) sebesar 56,35 dan Shut Down Point (SDP) 22,83%.Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 30,96%. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pabrik hidrogen peroksida tersebut layak didirikan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

Perkembangan industri di Indonesia, khususnya industri kimia berkembang pesat dari tahun ke tahun. Sejalan dengan hal tersebut maka kebutuhan bahan baku dan bahan penunjang untuk industri kimia akan semakin meningkat. Hidrogen peroksida adalah salah satu bahan penunjang yang diperlukan didalam industri tekstil dan industri kertas. Sekitar 85-90% dari proses bleaching (pemutihan) kain katun menggunakan hidrogen peroksida . Di dalam industri kertas hidrogen peroksida banyak digunakan dalam proses bleacing pulp kayu untuk memperbaiki cellulose brightness. Sektor industri lain yang menggunakan hidrogen peroksida antara lain industri furniture untuk bleaching rotan dan kayu dan dapat juga digunakan sebagai campuran bahan kosmetik pada pewarna rambut. Besarnya permintaaan komoditi hidrogen peroksida di Indonesia selama tahun 1997-2001 dapat dilihat tabel 1.1. (badan Pusat Statistik). Meningkatnya kebutuhan hidrogen peroksida tiap tahun ini disebabkan pertumbuhan industri kecil, pulp dan kertas serta industri lainnya yang menggunakan hidrogen peroksida sebagai bahan baku maupun bahan penunjang.

Dengan pertimbangan diatas, maka pabrik hidrogen peroksida layak didirikan di Indonesia dengan alasan :
1. Terciptanya lapangan pekerjaan baru yang berarti turut serta dalam usaha mengurangi pengangguran.
2. Memacu pertumbuhan industri-industri baru yang menggunakan bahan baku maupun bahan penunjang hidrogen peroksida.
3. Meningkatkan pendapatan negara dari sektor industri
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia lewat alih teknologi.

2 Comments
  1. Admin yang baik, boleh minta tolong upload contoh perhitungan neraca massa, neraca energi, spesifikasi peralatan, analisa ekonomi rancangan pabrik hidrogen peroksidanya gak?
    Aku lagi ngerancang pabrik yg sama sebagai tugas akhir, tapi gak ada referensi sama sekali. Mohon bantuannya admin.. 🙁

Leave a Reply