HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengetahuan dan Sikap terhadap Pemanfaatan Jaminan Kesehatan pada Ibu Hamil Miskin

Judul Skripsi : Pengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap Pemanfaatan Jaminan Kesehatan pada Ibu Hamil Miskin di Kota Blitar

 

A. Latar Belakang

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/ 1992 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya. Program Jamkesmas merupakan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin yang sebelumnya disebut Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin). Berdasarkan surat edaran Menkes tertanggal 12 Januari 2009 disebutkan peserta Jamkesmas adalah masyarakat yang sangat miskin, miskin dan tidak mampu yang jumlahnya sesuai kuota Depkes RI sebanyak 76.400.000 orang. Agar pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tepat sasaran, Menkes meminta semua kepala daerah mengumumkan kepesertaan Jamkesmas meski hingga kini belum banyak yang menjalankannya.

Secara umum pelayanan ibu hamil berpengaruh terhadap angka kematian.Terdapat bberapa factor yang mendukung angka kematian , diantaranya kematrian bayi, kematian balita dan kematian ibu melahirkan.Angka kematian akan sangat menunjang perhitungan Umur Harapan Hidup (UHH) di Kota Blitar.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh pengetahuan terhadap perilaku pemanfaatan jaminan kesehatan pada ibu hamil miskin di Kota Blitar ?
  2. Adakah pengaruh sikap terhadap perilaku pemanfaatan jaminan kesehatan pada ibu hamil miskin di Kota Blitar ?
  3. Adakah pengaruh pengetahuan dan sikap secara bersama sama terhadap perilaku pemanfaatan jaminan kesehatan pada ibu hamil miskin di Kota Blitar ?

 

C. Landasan Teori

Perilaku Pemanfaatan Jaminan Kesehatan

Perilaku, menurut Soekidjo Notoatmodjo (2007:131) menyebutkan bahwa ”perilaku dari pandangan biologis merupakan suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan”. ”Perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktifitas dari manusia itu sendiri” Jadi yang dimaksud perilaku ialah semua kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seseorang, baik itu berupa kegiatan fisik yang dapat diamati maupun tidak dapat diamati oleh orang lain. Perilaku dipengaruhi oleh faktor hereditas dan lingkungan. Faktor hereditas merupakan konsepsi dasar untuk perkembangan perilaku, sedangkan lingkungan merupakan lahan untuk perkembangan perilaku tersebut.

Pengertian Pengetahuan tentang jaminan kesehatan

”Pengetahuan adalah hasil dari ‘tahu’, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu” (Soekidjo Notoatmodjo, 2007 : 143). Dimana pengindraaan terjadi melalui pancaindra manusia yaitu indra penglihatan, indra pendengaran, indra penciuman, indra rasa dan indra raba. Telah disebutkan diatas bahwa kognitif (pengetahuan) merupakan salah satu domain perilaku.

Pengertian Sikap tentang jaminan kesehatan

”Sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi”. (Soekidjo Notoatmodjo, 2005 : 52 ). Sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. (Petty, cocopio, 1986 dalam Azwar S., 2000 : 6).

Jaminan Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan Konstitusi dan undang undang maka pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan telah melaksanakan penjaminan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu.Program ini berjalan sejak tahun 2005 dengan tujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal secara efektif dan efisien bagi seluruh peserta JAMKESMAS.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2010 dengan Sampel sebanyak 46 ibu hamil miskin peserta Jamkesmas yang tinggal di Kota Blitar yang dipilih sebagai tempat penelitian ini. Variabel dependen adalah pemanfaatan Jamkesmas pada Ibu hamil miskin untuk pelayanan K-4 dan. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap tentang Jamkesmas. Sebuah kuesioner dibuat untuk mengukur variabel penelitian dan dilakukan tes validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Data dianalisis dengan model regresi logistik, dengan R sebagai nilai korelasi. Analisis data menggunakan program SPSS v.17.

 

E. Kesimpulan

Penelitian ini menghasilkan sejumlah kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh pengetahuan ibu hamil miskin terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dengan lengkap menggunakan pembiayaan jamkesmas , meskipun secara statistik ”marginally significant” ( OR : 1.5 ; p = 0,088 ).

2. Terdapat pengaruh sikap ibu hamil miskin terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dengan lengkap menggunakan pembiayaan Jamkesmas, dan pengaruh tersebut secara statistik ” significant” ( OR : 4.0; p = 0.031).

3. Terdapat pengaruh antara pengetahuan dan sikap ibu hamil miskin secara bersama-sama terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dengan lengkap menggunakan pembiayaan Jamkesmas, dan pengaruh tersebut secara statistik ” significant” (Sig. 0,003).

Leave a Reply