HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengertian Over Dosis dan Gejala Keracunan

Over Dosis Pengertian Over Dosis dan Gejala Keracunan

Over Dosis

Pengertian Over DosisOver dosis merupakan suatu keadaan yang timbul diakibatkan penggunaan dosis obat yang berlebihan. Misalnya saja ketika kita sedang meminum obat parecetamol yang seara berlebihan akan memunculkan gejala yang ringan hingga kronis.

Sehingga dari kelebihan dosis tadi kan menimbulkan keracunan yang sangat membahayakan bagi nyawa kita.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya keracunan yang disebabkan oleh paracetamol tadi sebenarnya tidak akan terjadi jika kita memperhatikan dosis yang benar saat pemakaian.

Dosis yang ada pada paracetamol sendiri bekisar 1.000 mg per sekali konsumsi untuk orang dewasa. Sedangkan dosis yang dianjurkan untuk anak-anak bekisar usianya masing-masing.

Gejala keracunan yang ditimbulkan dari penggunaan obat yang berlebihan salah satunya penggunaan pada obat paracetamol bisa mengakibatkan kondisi yang sangat bervariasi. Gejala yang ditimbulkan ketika mengalami overdosis biasanya berupa :

  1. Muntah
  2. Mual
  3. Berkeringat
  4. Lesu
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Diare.

Gejala yang ada biasanya terjadi 24 jam setelah overdosis. Oarang yang megalami gejala seperti yang tertulis di atas lebih baik segera memriksakan dirinya ke dokter agar segera dilakukan penanganan yang serius.

Biasanya gejala yang serius ditimbulkan dari keracunan bisa berupa :

  1. Penyakit kuning
  2. Pendarahan Buang air kecil jadi berkurang
  3. Gagal ginjal akut
  4. Nyeri pada perut bagian kanan atas.

Pada tahap ini penanganan dari tenaga kesehatan harus segera diberikan.Segera setelah seseorang mengonsumsi paracetamol secara berlebih, baik sengaja atau karena kecelakaan, penanganan untuk membuang zat ini harus diberikan.

Penanganan yang menjadi tahap awal gejala keracunan tersebut ialah menghilangkan sisa-sisa paracetamol dari pencernaan. Jika mengalami fungsi pencernaan yang serius lambung bisa dibilas dengan melalui tenaga medis.

Disarankan tidak menggunakan antidotum untuk penanganann lebih lanjut. Akan tetapi pada dasarnya pencegajan lebih baik daripada mengobati.

Incoming search terms:

Leave a Reply