HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Posyandu Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader

Judul Skripsi : Pengaruh Pendidikan Kesehatan Posyandu Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader dalam Pemberian Pelayanan di Posyandu Lansia Puskesmas Karangrayung I

 

A. Latar Belakang

Survei pendahuluan yang telah dilakukan di 2 posyandu lansia yang ada di 2 Desa yang berbeda yaitu posyandu lansia di Desa Pangkalan dan di Desa Dempel yang jumlah kadernya hanya ada 3 orang, sedangkan di desa Temurejo jumlah kader hanya 2 orang, mengatakan tiap kali kegiatan posyandu lansia hanya bertugas mencatat pada meja pendaftaran dan mengurusi masalah konsumsi saja, selain itu kader bekerja menunggu perintah dari petugas kesehatan puskesmas (perawat/bidan) ketika pelaksanaan kegiatan saja tanpa ada pelatihan sebelumnya sehingga peran kader dalam kegiatan tersebut belum optimal.

Berdasarkan dari uraian latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian ”Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap kader dalam pemberian pelayanan di posyandu lansia di Puskesmas Karangrayung I”

 

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut di atas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang posyandu lansia terhadap pengetahuan dan sikap kader dalam pemberian pelayanan di posyandu lansia di puskesmas Karangrayung I ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap kebiasaan, sikap dan pengetahuan yang ada hubungannya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Kesemuanya ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang akan meningkatkan atau memlihara kesehatan (Azwar dalam Marliana, 2008).

Definisi posyandu

Erfandi (2008), menjelaskan posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

Pelayanan kesehatan bagi posyandu lansia

Erfandi (2008), menjelaskan pelayanan kesehatan di posyandu lansia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu lansia antara lain yaitu :

  • Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan dan minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar dan kecil dan sebagainya.
  • Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua) menit.
  • Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
  • Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
  • Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat.
  • Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus).
  • Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
  • Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7.
  • Penyuluhan Kesehatan

Konsep Pengetahuan

Notoatmodjo dalam Wawan dan Dewi (2010), menjelaskan pengetahuan merupakan hasil tahu dan hal ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh menggunakan mata dan telinga dengan melalui pendidikan formal maupun non formal.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental (randomized controlled trial) dengan melakukan perbandingan antara kelompok perlakukan dan kelompok yang tidak diberi perlakukan, yang dipilih secara randomisasi.

Besar sampel yang digunakan adalah 60 kader posyandu lansia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pretes dan postest.

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dengan program komputer “Statistical Program For Sosial Science (SPSS) for widows” versi 20.0 pada taraf signifikasi p=0,05.

 

E. Kesimpulan Skripsi 

Penelitian ini menyimpulkan :

1. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan ceramah dan leaflet terhadap pengetahuan kader tentang posyandu lansia (p<0,001), yaitu pengetahun kader menjadi meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan.

2. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan ceramah dan leaflet terhadap sikap kader dalam pemberian pelayanan posyandu lansia (p=0,026), yaitu sikap kader dalam pemberian pelayanan posyandu menjadi meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan.

Incoming search terms:

Leave a Reply